Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Perkelahian di Ciparay


__ADS_3

 


Ketiga orang yang membuntuti Baim,Toing dan Dono rupanya masih penasaran. Mereka bernama Ucup,Samardi,dan Jarwon.Ucup dan Jarwon pencopet yang lari tunggang-langgang karena aksinya digagalkan oleh Murno beberapa hari yang lalu.Mereka menyimpan dendam,mengingat terus muka Murno,Toing,Dono dan Baim karena mengganggu usaha mereka.


Melihat Toing,Dono dan Baim di dekat Rumah Sakit Santo Yusuf diam-diam Jarwon membuntuti mereka,sampai akhirnya ia memanggil Ucup dan Samardi.


Mereka tidak sabar ingin membalas dendam,terus mengikuti anak-anak itu.Sialnya yang dikuntiti itu berbelok ke pos polisi.Walaupun begitu itu mereka tetap bernafsu masih ingin melampiaskan dendamnya.Mereka memutuskan akan menghadang anak-anak di depan pasar Kiaracondong,karena mereka berpendapat anak-anak itu tidak mungkin sampai lama berada di pos polisi.


" Saya yakin mereka pasti meneruskan perjalanannya lewat pasar Kiaracondong ", kata Ucup tukang copet yang menyimpan dendam, lalu segera mengatur ke dua kawannya untuk berpencar.Membuat tiga titik di sepanjang jalan Kiaracondong itu.


"Aku di sini ", kata Ucup,lalu menyuruh Samardi pergi ke sebelah kirinya dalam jarak 200 meter." Kamu di sana ". Dan disebelah kiri Samardi dalam jarak 200 meter tempat Jarwon


." Ingat ya,kalian menunggu di tempat-tempat yang angkot sering berhenti menaikan-menurunkan penumpang ", Ucup mewanti-wanti kawannya supaya mengawasi dengan jeli.


" Bagaimana kalau mereka berbalik arah ? ", Samardi ragu-ragu, rencana Ucup tidak akan berhasil.


" Kita coba saja selama satu jam ", sahut Ucup,Lalu menunjuk-nunjuk ke arah tempat dimana Samadi harus menunggu.


Setiap mobil angkot berhenti menurunkan atau menaikkan penumpang mereka mengawasi. Mereka meneliti wajah penumpang satu per satu dari jarak dua meter.


****


Toing,Dono dan Baim naik angkot arah Cicadas, pikiran mereka sangat tegang,mengingat penguntit tadi semua berbadan besar.Walaupun yakin tidak bertemu lagi dengan kawanan penguntit tadi namun Toing menyuruh Dono dan Baim harus tetap waspada.


Mereka memutuskan balik ke rumah Murno atau ke rumah kang Maruli lagi.Istirahat sejenak di sana,setelah itu mereka pulang ke rumahnya masing-masing.


Di belokan jalan Jakarta Toing,Dono dan Baim turun dari angkot.Lalu mereka menyebrang jalan,setelah itu berlarian menuju rumah Murno.


Alhamdulillah ! Plong hatinya.Rasa takut mereka hilang. Murno sudah ada di rumahnya.Rasa capek akibat berlari tadi masih mereka rasakan.Murno meneliti wajah kawannya itu satu demi satu.Wajah mereka berkeringat.


" Kalian seperti habis narik becak ", Murno mentertawakan.


" Ini semua penyebabnya kamu,Murno ", Toing menyahuti kata-kata Murno.


" Betul.Betul ", Dono dan Baim mendukung Toing.

__ADS_1


" Bisa-bisanya kalian menyalahkan saya ? ", Murno terheran-heran.


" Mau tahu ? ", tanya Toing,membuat Murno penasaran.


Toing menceritakan semua yang baru dialami.Murno tegang juga perasaannya mendengarkan cerita Toing.Namun saat Toing cerita berpura-pura menjadi anak-anak tersesat jalan kepada polisi langsung meledak tawa Murno.


Setelah tertawa terbahak-bahak Murno sesumbar." Rupanya kawanan pencopet itu mengenali wajah-wajah kita ya...sebelum mereka memukuli kita...kita harus lebih dahulu memukul mereka ! ".


" Akh kamu seperti jagoan aja ", Dono meledek." Memangnya kamu berani sendiri berkelahi dengan mereka ? ".


" Ya tidak lah ----kan tadi saya bilang kita. berarti Saya,Toing,Kamu dan Baim ", jawab Murno.


Toing dan Baim berbicara bisik-bisik.


Melihat Dono dan Murno seru bicara lalu Toing menyindirnya." Baim, di sini tidak ada yang jualan air ya ?", suaranya sengaja keras.


"Tuh dengar ", kata Dono kepada Murno,dan Murno tertawa," Sabar...sabar...air ada ! Air ada ! ", sambil berlari menuju toko di depan rumah.Toing,Dono dan Baim punya harapan Murno membeli air teh dalam botol.Mereka membayangkan betapa segar minum air teh itu,dahaganya hilang.


Saat Murno kembali dari toko,Toing,Dono dan Baim tercengang,mereka ragu menerima Aqua gelas polos tanpa merk dibeli dari toko itu.Akh pelitnya kawan kita yang satu ini,ujar Dono.Toing dan Baim tak mau memberikan komentar apa-apa.


" Kita makan dulu ", ujar Murno sambil membagikan nasi bungkus itu.


Setelah mereka makan nasi.Seperti ada tenaga,Toing bicara menyampaikan pesan dari Kang Maruli.Muka Murno berbinar-binar, haru dan bahagia menyelimuti perasaannya. Saatnya saya keluar dari belenggu tunggakan koran di agen Manurung,kata hati Murno.


" Saya punya tunggakan koran di agen Manurung sebesar Rp.300.000,- ", ujar Murno.


" Baiklah ! Nanti malam kamu saya antar ke rumah kang Maruli ", sahut Toing.


Baim mengeluarkan buku kecilnya dari saku celana." Sekarang giliran saya bicara ", ujar Baim.


Dono dan Toing tertawa.


Murno memperhatikan buku yang dipegang Baim,dengan hati bertanya-tanya.


" Kamu setor berapa ke Bendahara hari ini ?", tanya Baim, Murno menepak-nepak jidat." Saya setor Rp 5.000,- ", kata Murno.

__ADS_1


Sedang asyik mereka berkumpul membicarakan undangan acara ulang tahun Dewi siswi kelas sembilan SMP Angkasa,sedang terhibur mereka melihat Dono gembira membicarakan Metty anak pak Mandor. Tiba-tiba datang adik Murno yang tinggal bersama ibunya di daerah Buahbatu,menyampaikan tugas dari ibunya untuk mendatangi orang pandai di Ciparay Majalaya.Setelah bicara adik Murno tadi langsung pulang.


Orang pandai di Ciparay itu paranormal tempat ibunya bertanya bila mengalami persoalan-persoalan metafisika


.Murno sangat hafal dengan tempat itu,sering mengantar ibunya kesana bila sedang punya persoalan yang dianggap berat.Para normal itu konon dikenal sering mengobati orang sakit sudah memiliki banyak pasien.


Toing,Dono dan Baim ikut Murno pergi ke Ciparay.Mereka naik mobil dari Terminal Tegallega jurusan Bandung- Majalaya.Ciparay,sebelum Majalaya.


Di terminal Ciparay mobil yang dinaiki Murno dan kawan-kawannya itu berhenti,menurunkan penumpang. Setelah turun dari mobil Murno mencari ojeg untuk meneruskan perjalanan ke rumah paranormal itu.Sedang menawar ongkos ojeg beberapa meter dari Murno ada orang mengamati, dan setelah orang itu merasa yakin seketika ia menyerang Murno sambil berulang-ulang memukul hingga terjatuh.


" Hey, kamu masih ingat saya ?! Kalau sudah lupa pandangan baik-baik wajah saya ",ujar orang itu sambil berdiri tegak.


Murno cepat mengenali wajah orang yang sudah memukulnya itu dan cepat ia berdiri takut orang itu menyerang lagi.


Toing,Dono dan Baim dan tukang ojeg yang melihat pemukulan tadi terkejut.Toing,Dono dan Baim memperhatikan wajah orang itu.


" Dono,Baim---- orang itu yang membuntuti kita tadi siang ", kata Toing kepada Baim dan Dono.Setelah itu Toing melompat ke samping Murno lalu berkata:" Murno,orang ini pencopet yang aksinya kamu gagalkan Tempo hari ".


" Iya Toing...saya ingat dia sekarang ", sahut Murno.


Orang itu,Ucup tukang copet, kaget melihat Toing berdiri di sebelah Murno.Ia kaget ternyata Murno tidak sendirian.


Akh masa saya kalah melawan ana-anak ini,pikir Ucup.Semua sudah terlanjur tidak mungkin ia untuk melarikan diri,melihat Murno masih sibuk mengerahkan tenaga menahan rasa sakitnya,lalu Ucup memilih Toing yang diserang.Akan tetapi salah perkiraan, begitu Toing diserang dengan pukulan-pukulan mematikan Toing dengan mudah menangkis.Murno melihat kesempatan langsung memukul Ucup,hingga tukang copet itu mengaduh kesakitan.


Perkelahian antara Ucup melawan Murno dan Toing pun makin seru.Tukang ojeg yang berada di tempat itu senang menyaksikan.Ada yang memanas-manasi suasana,dan ada juga yang berseru supaya perkelahian itu berhenti.


Hantam terus ! Ayo lawan masa kalah sama anak-anak ! Seru tukang ojeg yang senang dengan Perkelahian.


Bag ! Big ! Bug ! Toing dan Murno menyerang Ucup hingga mundur.


Pisahkan mereka ! Pisahkan mereka ! Seru tukang ojeg yang lain.


Panggil petugas! Panggil petugas suruh memisah ! Seru seorang tukang ojeg yang miris melihat orang dewasa berkelahi dengan anak-anak.


Akhirnya datang petugas keamanan terminal Ciparay datang melerai perkelahian itu.Ucup,dan Murno,Toing,Baim ,Dono digiring ke pos keamanan.Seorang tukang ojeg bersedia menjadi saksi dan bercerita asal-muasal terjadinya perkelahian tadi.

__ADS_1


 


__ADS_2