Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Ada orang lain mengawasi


__ADS_3

Ayah Baim selalu memikirkan apa yang sudah diceritakan oleh anak-anak kepadanya.Sejak sore hari tadi hingga malam ia nampak memikirkan pencurian semen yang terjadi di gudang proyek tempat dulu ia bekerja." Saya sudah mengira sejak lama pak Mandor itu terlibat dalam komplotan pak Bobi ", pikir ayah Baim.


Waktu itu bintang kehidupan pak Mandor sedang terang,ada beberapa orang menyampaikan keterlibatan dalam pencurian semen kepada pak Gunawan malah yang melaporkan yang dipecat oleh pak Gunawan.


Setelah lama berpikir kemudian ayah Baim tersenyum,tiba saatnya sekarang untuk ia membuka topeng dari beberapa orang yang sudah mendholomi dirinya.


"Penderitaan Saya sudah cukup,saya harus bangun dan membuktikan kepada pak Gunawan bahwa Allah itu Maha Adil ", pikirnya lagi,lalu ia mengingat beberapa nama teman yang ikut dipecat waktu itu.


Hariman,Husen dan Daklan.Tiga kawan ayah Baim yang terbawa dikeluarkan atas pemecatan terhadap dirinya telah dengan gigih melakukan penyanggahan.Mereka menghadap dan memhon kepada pak Mandor agar mau mendengar alibi untuk disampaikan kepada pak Gunawan.


Ayah Baim mencoba mengingat-ingat wajah dari ketiga kawannya yang marah karena putus harapan.


"K*rang ajar si Mandor , bicaranya menyakitkan hati saya ," ujar Hariman dengan emosi yang meluap-luap.


" Bicara apa dia ? ", tanya ayah Baim.


" Bicara begini : saya juga tahu,kalian pencuri semen itu,jadi maaf maaf apapun alasan kalian saya tidak mau menyampaikan alibi kalian kepada bos Gunawan ", sahut Hariman.


Husen dan Daklan sempat mencegah Hariman membawa golok Ciomas bermaksud menyantronin pak Mandor,hatinya sudah sakit dan pikirannya sudah buntu dari kebaikan.


Waktu itu jika terlambat mencegah mungkin sampai saat ini Hariman masih mendekam di Hotel Pordeo.


Husen dan Daklan dulu masih sering berkunjung ke rumah setelah Ayah Baim sakit sampai sekarang tidak pernah berkunjung lagi.


Setelah mengingat beberapa orang kawannya itu,terutama setelah ia mendengar cerita dari kawan-kawan Baim seputar pencurian lalu dalam diri ayah Baim menjadi tumbuh semangat keinginan untuk cepat sembuh.


" Saya harus memberi tahu kan kepada Husen dan Daklan ," ujar Ayah Baim dengan lirih, ia tidak ingin niatnya itu terdengar oleh istri dan anaknya.


Karena niat dan semangatnya keinginan untuk sembuh obat yang ia minum dirasakan semakin mujarab.Pak Surya, ayah Baim merasakan penyakit yang diderita hilang.Ia memulai dengan kegiatan membantu istrinya membuat kue di dapur.


Satu Minggu kemudian.


Pak Surya benar-benar merasa sedang diberi jalan bagus oleh Tuhan.Hati nya tak henti-hentinya berdoa saat mengetahui Daklan dan Husen domisilinya masih tetap.


Dengan hati gembira Daklan dan Husen menyambut kedatangan pak Surya.


" Saya pikir kita tidak akan bisa bertemu lagi ", kata Husen," Terus terang saja, saya mendengar bapak sakit, tapi karena saya juga mengalami kesulitan ekonomi jadi tidak bisa pergi menjenguk ke rumah bapak ", katanya lagi seperti curahan hati.


Ayah Baim hanya tersenyum saja mendengar ucapan Husen itu.Belum sempat ia bicara, Daklan menyahuti ucapan Husen.


" Pak Husen masih bisa dibilang tidak terlalu sulit seperti saya ," sahut Daklan," Anak-anaknya sudah besar...berbeda dengan saya...punya anak dua semua masih balita, pekerjaan tidak ada ", Daklan tidak melanjutkan kata-katanya, kedua matanya nampak redup,ada suasana hati perih dari perjalanan hidupnya.


Ayah Baim terenyuh mendengar cerita kondisi Husen dan Daklan.Diperhatikan wajah kawannya itu satu persatu.


"Sekarang dengan bisa bertemu Bapak lagi hati saya senang...ini artinya bapak sudah sembuh ", kata Husen,sejenak matanya menatap ke pada Daklan." Mudah-mudahan kedatangan bapak membawa pekerjaan buat kami,kasihan Daklan sampai hari ini masih nganggur ".


Dakhlan tersenyum,ia berharap ada pekerjaan dari pak Surya ayah Baim.


Pak Surya menghela nafas,lalu dengan lembut ia bicara." Kalau kalian masih ingin kerja di proyek lagi insya Allah ada kesempatan ".

__ADS_1


Daklan dan Husen tercengang mendengar ucapan pak Surya,keduanya merasa seperti bermimpi.Antara percaya dan tidak percaya bila ada kesempatan untuk bekerja kembali di proyek.


" Bapak tidak sedang menghibur saya dari kesusahan ? ", Daklan menyeringai minta kabar pasti.


" Rasanya sangat mustahil bila dapat berkerja di proyek lagi ", Husen berpikiran sama dengan Daklan.


Kemudian pak Surya bercerita tentang datangnya pak Gunawan ke rumahnya menawarkan pekerjaan.Bos proyek itu mengaku keputusan memecat pak Surya adalah tidakan yang salah.


" Sampai sekarang kata pak Gunawan pencurian semen di gudang itu terus terjadi, dan pak Mandor yang dikasih tugas untuk mencari tahu siapa pencurinya belum juga memberi laporan ", kata pak Surya membuat Daklan dan Husen bersemangat.


" Kalau menurut pemikiran saya pak Mandor sudah tahu siapa pencurinya,cuma dia enggan untuk lapor ke pak Gunawan ", sahut Daklan.


" Kamu tidak boleh berpikir seperti itu,Daklan ", Husen menimpali ucapan Daklan tadi.Ia membuat alasan tidak mungkinnya pak Mandor berpendirian seperti apa yang dikatakan Daklan tadi.


Ayah Baim lalu bicara dan tanpa disengaja mengejutkan Daklan dan Husen." Saya sudah memegang nama-nama pencuri itu ".


" Sungguhan Pak ? ", ujar Daklan masih belum percaya.


" Siapa-siapa saja Pak ? ", sahut Husen." Semuanya karyawan ya ? ".


" Jumlah pencurinya saya belum tahu,tapi berdasarkan laporan anak-anak ada nama pak Bobi dan Mandor ", ujar pak Surya.


"Anak-anak dari mana Pak yang memberi laporan pencurian itu ", tanya Daklan dan Husen.Keduanya membayangkan sebagai anak-anak pemberani dan patut dikasih penghargaan.


" Anaka- anak itu kawan Baim,anak Saya ", jawab pak Surya.Kemudian ia ceritakan kembali semua apa yang sudah dikatakan oleh kawan-kawan Baim beberapa waktu yang lalu.


" Saya melarang mereka melapor kepada pak Gunawan karena tidak punya bukti yang kuat ", ujar pak Surya dengan nada kalem.


" Mau apa kamu ingin menemui pak Mandor ? ", tanya pak Surya.


" Saya mau bilang kepada dia, kalau saya melihat dia dengan beberapa orang memindahkan semen dari gudang ke atas mobil ", jawab Daklan.


" Jangan lakukan itu, nanti dia marah.... ", sahut pak Surya.


"Kalau dia marah saya balas marah,supaya dengan keributan itu ada petugas yang mengurus ", kata Daklan." Dengan demikian langsung membongkar dengan siapa Mandor berkomplotnya ".


" Kan tadi sudah disebutkan dengan pak Bobi ", sahut Husen.


Daklan semakin berapi-api bicaranya." Jangan memandang pak Bobi itu saudaranya pak Gunawan,perbuatan dia telah menyengsarakan kita patut kita lawan ".


Ayah Baim menahan keinginannya untuk bicara panjang melihat Daklan belum bisa menahan sedikit emosinya.


Semula Daklan pasrah diberhentikan dari pekerjaan dengan tuduhan mencuri semen di gudang proyek.Merasa sebagai buruh kecil diberhentikan dengan tuduhan mencuri tanpa dilaporkan kepada polisi ia sudah merasa bersyukur....Tetapi sekarang dari pak Surya ketua regu saat kerja bersama ,Daklan mendapat sedikit info pencurian semen yang sebenarnya...emosinya meluap-luap.


Ayah Baim memaklumi suasana hati Daklan dan Husen.Ia percaya tiga puluh menit ke depan ke dua orang kawan satu pekerjaan satu penderitaan itu melunak emosinya.


Setelah tiga puluh menit.


" Saya sebenarnya datang menemui kalian ingin minta bantuan ", ujar ayah Baim kepada Daklan dan Husen.

__ADS_1


" Sekedar bantuan berupa tenaga saya siap Pak ", sahut Daklan lalu sejenak tersenyum kepada Husen dan setelah itu ia melanjutkan kata-katanya.


" Apa lagi ini ada hubungannya dengan pekerjaan ke depan.Siapa yang tahu setelah membantu bapak saya dengan Husen dapat pekerjaan lagi.Bukan kah begitu Husen ? ".


Husen mengangguk,seperti sebuah dukungan kepada kata-kata Daklan.


Kemudian terdengar lagi kata-kata Daklan tak sabar ingin segera mengerjakan apa yang diminta oleh pak Surya." Kata kan saja pak, saya harus mengerjakan apa untuk membantu Bapak ? ".


Pak Surya melihat kesetiaan Daklan tak berubah hatinya menjadi terharu.Kemudian sambil menahan-nahan suasana dalam hatinya ia mendekati Daklan.Dengan mata berkaca-kaca ia menjulurkan tangan ke bahu Daklan : " Ini pekerjaan rahasia...saya minta tolong kamu untuk melakukan pekerjaan ini ", ujar pak Surya.


Daklan menganggukan kepala.Ia siap mendengar pekerjaan rahasia seperti apa yang harus dikerjakan.


Pak Surya menoleh ke arah Husen," Kamu harus membantu Daklan ya Husen ? ".


" Siap Pak ",sahut Husen.


"Kalian masih ingat letak bangunan gudang proyek pak Gunawan ? ", tanya pak Surya kepada Daklan dan Husen.


"Saya masih ingat Pak ", sahut Daklan.


Kemudian pak Surya melanjutkan kata-katanya : " Ada pohon besar di sebelah Barat bangunan gudang itu,besok malam saya minta kalian mengawasi gudang dari balik pohon itu... ", ujar pak Surya.


"Bila melihat ada kegiatan orang yang menurut kalian sangat mencurigakan, kalian lakukan sesuatu dan jangan gaduh ".


" Siap Pak ", ujar Daklan,baru ia paham bantuan yang diminta oleh pak Surya.


***


Daklan dan Husen melihat dari jauh suasana disekitar bangunan gudang itu banyak berubah,pagar penghalangnya nampak sudah tidak sekokoh dulu.


Lampu penerang yang berderet di sepanjang pagar penghalang ada yang padam belum diganti bohlamnya.


Mereka melihat ke arah pohon besar,ada dua orang di bawah pohon itu duduk seperti sedang mengawasi suasana gudang.


Dahi Daklan dan Husen berkerut,mata mereka meneliti.


"Kedua orang di bawah pohon itu seperti sedang mengawasi gudang ", ujar Daklan kepada Husen.


" Siapa mereka itu ? ", sahut Husen,heran mengapa ada orang mengawasi gudang.


"Kita samperin mereka,bagaimana ? ", kata Daklan,lalu dengan tenang melangkahkan kaki ke arah pohon besar itu.


Baru beberapa langkah Daklan dan Husen terkejut,semua lampu penerang di sekitar itu padam.Melihat kedua orang di bawah pohon itu seperti mengendap-endap mencari tempat bersembunyi.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil datang tanpa lampu,setelah suara mobil berhenti bayangan seorang ke luar dari dalam gudang menyambut kedatangan mobil.


Orang itu mengangkat sebuah lengannya seperti sebuah isyarat, tak lama orang itu kembali masuk gudang diikuti oleh beberapa orang yang keluar dari mobil itu.


" K*rang aj*r ! ", Daklan tak tahan emosi melihat suasana dekat gudang itu." Mereka itu pasti para pencuri semen ! ".

__ADS_1


Husen dengan cepat meraih lengan Daklan,menahan-nahan supaya tidak bertindak gegabah." Tenang Daklan----- jangan terburu-buru....kita perlu tahu juga siapa dua orang yang sedang mengawasi itu ".


__ADS_2