Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Pencurian


__ADS_3

 


Dalam suasana gelap,penyinaran lampu yang tiba\-tiba dimatikan,angin semilir dan samar suara serangga malam terdengar,nampak Murno dan Toing mengendap\-endap bergairah menyaksikan kegiatan beberapa orang sedang memindahkan barang dari dalam gudang ke sebuah tempat.


 


Menyadari yang dilakukan sedang mengintai kegiatan orang-orang mencuri barang, Murno dan Toing jadi takut.Tegang pikiran anak-anak itu karena keberadaannya dalam situasi bisa membahayakan keselamatan buat dirinya.Lalu Murno dan Toing segera mundur,pelan-pelan mereka beringsut meninggalkan tempat itu.


Ketika terdengar ada suara orang berkata,Murno dan Toing terkejut.Takut keberadaannya diketahui mereka memilih diam tak bergerak.Telinganya mendengarkan percakapan orang dalam gelap.


" Cukup 30 zak saja.Perintah dari pak Bobi jangan lebih dari 30 zak ".


" Mobilnya mana ? Kenapa belum datang ? ".


" Kamu jangan mikir soal mobil ! Tugas kita hanya memindahkan 30 zak .... ".


" Baiklah ".


Tak lama kemudian terdengar suara mobil datang,tanpa lampu menyala.Sopirnya seperti sudah piawai mengendarai mobil dalam suasana gelap.


Toing menarik lengan Murno," Kita pergi jangan lama-lama di sini ", ujarnya dengan suara berbisik.Dalam remang-remang ia melihat Murno mengangguk.


Murno dan Toing sebentar bergerak lalu diam lagi.Perasaan Murno dan Toing sangat takut mendengar sangat dekat suara orang memberi aba-aba.


" Dua orang mengeluarkan dari gudang, dua orang lagi menaikan ke atas mobil ".


 


" Mereka ada lima orang ", bisik Murno kepada Toing.


" Bisa celaka kita kalau mereka tau ", Toing balas berbisik.


 


Terdengar suara orang berkata lagi." Tutup lagi pintu nya,Ucup ! Kunci nya jangan hilang ".


" Baik,Pak Mandor ".


Toing dan Murno tercengang,ternyata bayangan lima orang itu diantaranya ada pak Mandor.


Murno dan Toing pelan -pelan mundur,padangan matanya penuh dengan kewaspadaan.Dan setelah mereka jauh meninggalkan tempat itu perasaan takutnya hilang.Mereka bebas bicara tanpa rasa takut terdengar oleh orang.

__ADS_1


" Besok kita belajar sepeda lagi di tempat itu, bila ada yang melarang kita lawan saja.Bagaimana menurut kamu Toing ? ", kata Murno mulai geram setelah tahu ternyata dibohongin.


" Kalau saya sih oke oke saja...tapi bagaimana dengan Dono dan Baim ? Mereka. berani tidak ? ", sahut Toing,sambil mengeluarkan sepeda dari tempat menyembunyikan tadi.


Murno berpikir sejenak , sesudah itu katanya." Saya akan membuat Baim dan Dono menjadi pemberani.... kamu jangan khawatir ".


 


Toing ingin bersepeda,setelah mengambil sepeda ia duduk di atas sadelnya tapi ketika kedua kakinya akan menginjak pedal dan membosehnya Toing merasa belum yakin bila


 


berboncengan dengan Murno.


" Kamu saja yang nyetir ", kata Toing sambil menyerahkan sepeda kepada Murno." Saya bonceng saja ".


Murno meraih sepeda dari Toing,sebelum menduduki sadelnya ia memeriksa kedua bannya, yah Murno tak bersemangat melihat ban belakang sepeda gembos.


Kemudian mereka berjalan kaki sambil menuntun sepeda mencari tukang tambal ban.


***


Pagi hari di Cikapundung, Toing,Murno,Baim dan Dono sebelum mengambil koran dagangan di kang Maruli mereka mengadakan pembicaraan.Membicarakan apa yang dilihat oleh Murno dan Toing kemarin malam di tempat belajar naik sepeda mereka.


jelas wajah para pencuri itu,Murno ? ", tanya Dono dan Baim.


" Nggak ! ", jawab Murno.


" Kenapa ? ", tanya Baim dan Dono lagi.


" Soalnya tiba-tiba lampu listrik mati..gelap gulita... ", Toing menimpali,menjawab pertanyaan kedua kawannya.


Kang Maruli melayani anak-anak lain mengambil koran sambil sebentar-sebentar melirik ke arah Toing dan kawan .


" Toing,Baim ! Jangan ngobrol saja, kalian mau dagang apa tidak ? Cepat ambil koran nanti keburu siang " seru kang Maruli,menyadarkan anak buahnya bahwa datang ke Cikapundung untuk niat berdagang koran bukan untuk ngobrol.


Dengan senyum yang sangat mengesankan,Toing kemudian berkata," Ngobrolnya dilanjut lagi nanti siang, sekarang waktunya kita ambil koran kemudian berdagang ", sesudah itu Toing pergi menghampiri kang Maruli.Dono,Baim dan Murno kemudian mengikuti.


Setelah anak-anak itu menyerahkan catatan koran yang akan dijual edar,sambil melayani kang Maruli barkata.Dengan lembut memberikan dorongan positif dalam hal semangat berdagang.


Dalam dunia dagang koran pagi,waktu masih pagi itu adalah potensi pasar yang potensial.Jika pada saat itu tidak segera dimanfaatkan koran-koran dagangan kita menjadi tidak bernilai." Kalian mau menjual koran dibawah harga bandrol ? ", tanya kang Maruli.

__ADS_1


" Tidak mau,Kang ", jawab Toing,Baim,Dono dan Murno.


Kang Maruli melihat wajah-wajah anak buahnya itu bersinar semangat dan harapan.Mereka membawa setumpuk koran-koran,berpencar keliling menjajakan koran sampai jam sebelas siang.


Sebelum jam sebelas,anak-anak itu sudah menyetorkan uang koran kepada kang Maruli.Mereka berkumpul di rumah Murno melanjutkan obrolan di Cikapundung yang terhenti.


Malam itu ada mobil juga.Tetapi tidak tahu warna mobilnya karena suasana gelap.Hanya bayangan orang menggotong benda berat dari dalam gudang menyimpannya ke atas bak mobil.


" Benda berat yang mereka ambil nama Zak...", ujar Murno.


" Zak ? " tanya Baim." Saya baru mendengar di gudang itu ada barang namanya zak ".


" Iya,Zak ", sahut Murno dan Toing.


Kemudian Murno bercerita apa yang masih diingatnya.Waktu mereka merasa sudah capek menumpuk benda itu kemudian terdengar seseorang gelisah karena mobilnya belum datang.Tak lama kemudian terdengar orang berkata dengan sewotnya.


" Cukup 30 zak saja....perintah dari pak Bobi jangan lebih dari 30 zak ".


" Mobilnya mana ? Mengapa belum datang ? ".


" Kamu jangan mikir soal mobil ! Tugas kita malam ini hanya memindahkan 30 zak ".


Tiba-tiba Baim berseru," Tidak salah lagi ! ".


Murno,Toing dan Dono terkejut.Mereka sangat heran melihat Baim seperti mendapat sebuah kabar baik.


" Apa yang tidak salah lagi,Baim ? ", tanya Toing.


" Mereka adalah pekerja yang mencuri barang milik proyek itu....mereka yang menyebabkan ayah saya dipecat oleh pak Gunawan ", sahut Baim." Perbuatan jahat akhirnya terungkap juga ".


Pak Bobi itu yang melaporkan ada pencurian bahan bangunan di gudang kepada pak Gunawan.Setelah menerima laporan pak Gunawan langsung memeriksa buku gudang yang ada di meja kerja pak Surya ayah Baim.


Pak Gunawan sangat marah melihat catatan barang tertera ada seratus tapi kenyataan di gudang ada tujuhpuluh.


" Kalau begitu kita laporkan saja kepada pak Gunawan bahwa kita melihat ada kegiatan orang mencuri barang di gudang tadi malam,Bagaimana ? Apakah kalian mau ? ", ujar Murno mengajak kawan-kawannya.


Tetapi tidak semua kawan Murno mau mengikuti ajakan tadi.


Toing punya pertimbangan bahwa semua yang dilihatnya tadi malam bulum cukup bukti untuk dilaporkan." Kalau saran saya sih lebih baik kita bercerita dulu kepada ayahnya Baim ", kata Toing.


" Saran kamu juga bagus Toing ", sahut Dono,lalu ia memberi saran," Menyampaikan kepada pak Gunawan belum tentu ia percaya ....Menurut saya lebih baik kita melaporkan kepada petugas Kepolisian ", kata Dono.Ia teringat sebuah film yang menceritakan peristiwa perampokan,dimana ada seorang anak melihat peristiwa itu kemudian ia melaporkan perampokan itu kepada seorang petugas dari Kepolisian.Lalu si anak menjadi populer di surat kabar-surat kabar.

__ADS_1


Toing tersenyum melihat Dono,Baim dan Murno seperti sedang memikirkan sebuah rencana setelah pertemuan di rumah Murno itu.


__ADS_2