
Bel pulang sekolah berbunyi,seluruh siswa di SMP Angkasa kelihatan sangat senang karena mulai besok mereka libur sekolah selama dua Minggu.Untuk buku raport pihak sekolah tidak membagikan hari ini.
" Raport kalian akan diberikan kepada orang tua masing\-masing ", ujar guru wali kelas delapan itu." Ini ada surat undangan dari pihak sekolah untuk orang tua kalian...", menunjukkan kertas undangan berbentuk kertas HVS yang dilipat tiga. " Kalian masing\-masing akan membawa pulang undangan dari sekolah ini ", ujar wali kelas itu.Kemudian ia memanggil anak\-anak satu persatu.
Sedang berlangsung membagikan surat undangan tiba\-tiba seorang siswa berseru," Pak Guru ! ".
" Ada apa Wawan ? ", tanya guru wali kelas
" Orang tua saya sedang dirawat di Puskesmas, tidak bisa hadir...terus bagaimana, Pak ? ", tanya siswa bernama Wawan.
Guru wali kelas dengan sabar menjelaskan kepada Wawan muridnya itu.Bila sekolah mengundang orang tua murid ternyata orang tua tersebut berhalangan, boleh diwakili oleh anggota keluarga lainnya." Kalau tidak ada Paman,boleh kakak kamu yang datang. Kamu punya kakak tidak ? ".
" Punya,Pak ! ", ujar siswa bernama Wawan sambil menganggukan kepala.
Guru wali kelas melanjutkan pembagian surat undangan." Baim ! ", ujarnya.
Baim dengan buru\-buru mendekat," Saya Pak ! ".Tapi setelah ia tiba di dekat wali kelas itu tidak segera ia menerima surat undangan.
" Kamu berdiri disitu ", perintah wali kelas membuat Baim terkejut.Semua kawan satu kelas terkejut,mereka tidak tahu apa sebab Baim disuruh berdiri di depan kelas.Tapi dalam satu kelas ada beberapa kawannya bakat mereka\-reka.Dikarangnya sebuah cerita Baim menunggak uang SPP.
Karangan rekaan itu segera terbantahkan saat itu juga oleh guru wali kelas.Muka Baim kelihatan sudah tidak tegang lagi,kawan\-kawannya mengelu\-elukan. Hanya kawan yang gemar mereka\-mereka itu saja yang nampak cemberut penuh iri.
" Kalian tahu mengapa Baim disuruh berdiri di sini ? ", wali kelas itu mulai bercerita.Bapak guru menginginkan kalian mencontoh Baim...anaknya tidak banyak lagak ...ia selalu mendapat rangking pertama..Nah Baim coba kamu bercerita apa saja yang kamu lakukan untuk mengejar rangking sekarang agar kawan\-kawannya dapat mengikuti jejakmu ".
Baim merasa otaknya tegang.Semua mata kawan-kawannya melihat kepada Baim." Rahasia untuk memperoleh prestasi adalah belajar ",ujar Baim,sejenak ia menarik nafas,menenangkan hatinya dari rasa grogi dilihat oleh banyak kawan satu kelas.
Suasana dalam kelas sesaat sepi.Tak ada yang bicara.Hanya beberapa anak saling berbisik.
" Belajar tidak cukup sekali belajar.Saya,setiap malam belajar.Kita juga harus gemar membaca,karena membaca itu kunci sebuah kepandaian ", ujar Baim,lalu ia berlari ke bangkunya dengan malu-malu.Terdengar tepukan tangan kawan-kawannya dan wali kelas memberikan dukungan.Setelah itu wali kelas melanjutkan membagikan surat undangan.
***
Di depan pintu pagar halaman SMP Angkasa nampak Toing masih mengenakan seragam sekolahnya,ditemani Dono,menunggu Baim keluar.Menunggu sambil makan batagor, kadang-kadang Dono menggoda bila melihat siswi SMP Angkasa cantik.
__ADS_1
Sudah lama menunggu tapi Baim belum nampak juga,Dono berpikir Baim sudah pulang makanya ia mengajak Toing pergi ke rumah Baim.Toing berfirasat Baim masih ada di sekolah, untuk menguatkan firasatnya tadi ia menyuruh Dono bertanya kepada siswi gendut yang baru keluar dari sekolah.
" Owh Baim kelas delapan ? Kelas delapan masih pembagian surat undangan, belum pada pulang ", ujar siswi gendut itu sambil mundur-mundur curiga kepada Dono.
" Kamu kelas berapa ? ", tanya Dono sambil tersenyum," Boleh dong saya kenalan ".
Siswi gendut itu tertegun sejenak,ia berpikir menimbang-nimbang sebelum memutuskan siap berkenalan. Melihat Dono sudah menyodorkan tangan mengajak bersalaman." Saya kelas sembilan ", sahut siswi gendut itu,sesudah itu ia buru-buru pergi karena hatinya berdebar-debar malu di perhatikan Dono.
" Yaaaa---- diajak kenalan malah lari ", kata Dono sambil garuk-garuk kepala,namun matanya tak berkedip melihat siswi gendut yang sudah jauh itu.
Toing menepak pundak Dono," Khehh --- kamu kenapa ?! ", membuat Dono kaget.Lalu Toing bertanya," Bicara apa anak perempuan gendut tadi ? ".
Baim belum pulang.Masih di kelasnya.Sebentar lagi Siswa-siswi kelas delapan pada pulang.
Tepat jam setengah empat siswa-siswi kelas delapan pulang.Di pintu gerbang pagar sekolah Baim melihat Toing dan Dono.Mereka kemudian seperti merundingkan sebuah rencana.
" Sekarang kita ke rumah Toing dulu,dari sana ke rumah saya...lalu kita pergi ke rumah Murno ", kata Baim.
Toing dan Dono setuju.
" Kalau begitu mari kita pergi ", kata Baim lagi.
Toing dan Dono terkejut melihat ke arah yang memanggil Baim." Khah cewek gendut siswi kelas sembilan itu !?", Dono berkata dalam hati.
Baim melihat siapa yang memanggilnya." Metty ?!", ujarnya." Ada apa ya? Tidak biasa dia manggil saya ".Metty dan seorang kawannya setengah berlari mendekati Baim dan kawan-kawan.
" Ada apa,Metty ? ", tanya Baim,setelah Metty dan kawannya itu ada di hadapannya.
" Saya cuma ngantar Dewi yang ada perlu dengan kamu ", ujar Metty,matanya melirik kepada Dono." Ayo Dewi, cepat bilang ", ujarnya sambil mencolek-colek lengan kawannya.
Baim melihat ke arah Dewi yang juga sedang malu-malu akan bicara.
Melihat Dewi diam,Baim diam.Dono memanfaatkan situasi." Kamu yang saya tanya tadi ya ? ", tanya Dono kepada Metty.
" Iya ", sahut Metty.
" Ehem ----- jadi kalian sudah saling kenal ? ", kata Baim menyela pembicaraan Dono dengan Metty.
__ADS_1
" Belum ", sahut Dono.
" Iya belum ", Metty menimpali.
" Baiklah----kalian saya perkenalkan sekarang. Metty... ini kawan-kawan saya..Ini namanya Dono. Dan yang ini Toing ", ujar Baim.Ia tersenyum melihat Metty dan Dewi berkenalan dengan Toing dan Dono.
Setelah saling berkenalan mereka dalam suasana akrab. Dewi menjadi lancar bicara menyampaikan sesuatu kepada Baim.
Besok Dewi mengadakan perayaan hari kelahirannya.Minta Baim untuk hadir." Toing dan Dono juga harus hadir ", kata Dewi.
Dengan kehadiran Metty dan Dewi ini pirasat Toing rencana berkunjung ke rumah Murno bisa gagal.Melihat Dono seperti asyik bicara dengan Metty hati Toing kurang yakin apa yang sudah menjadi rencana dapat dilakukan.
Tidak tahu apa yang dibicarakan Dono bersama Metty dan Dewi, tiba-tiba Toing berbisik kepada Baim."Dono kita tinggalkan di sini,biarkan dia bersama Metty dan Dewi kawanmu itu...kamu ke rumah saya ".
Baim kurang sependapat dengan Toing.Ia kemudian membujuk Toing agar tetap bersama." Baiklah ", kata Toing,mengikuti keinginan Baim.
Tetapi tak lama kemudian terdengar Dono berkata di luar dugaan mereka.Dengan menggandeng lengan Metty serta wajahnya memancarkan kebahagiaan Dono berkata : " Baim, dan Toing....kalian harus ikut saya dulu mengantar Metty dan Dewi pulang ".
Tak ada protes dari Toing dan Baim,walau merasa terpaksa mengikuti Dono mengantar Metty kedua sahabat itu tidak mengeluh.
Mereka menggunakan kendaraan umum angkot menuju rumah Metty dan Dewi di perumahan Margahayu.
Setelah mengantar Dewi, mereka mengantar Metty.Di rumah Metty mereka tidak segera pulang karena ada hidangan kue-kue kering dan minuman Syrup disuguhkan oleh Metty.Sedang asyiknya mereka menikmati kue-kue itu di ruang tamu,tiba-tiba datang ayah Metty.Baim terkejut melihat ayah Metty ,ia berusaha menyembunyikan wajahnya agar tidak dikenali oleh ayah Metty.Akan tetapi sia-sia usahanya itu, Metty dengan manjanya menyambut ayahnya pulang,lalu ia memperkenalkan ayahnya kepada Toing,Dono dan Baim.
" Kamu Baim ?", tanya ayah Metty saat melihat wajah Baim.Ia hafal Baim karena dulu sering bertemu di proyek.
" Iya pak ", jawab Baim malu-malu.
" Ayahmu sekarang bagaimana ? ",tanya ayah Metty.
" Masih sakit,pak....belum sembuh ", jawab Baim.
Setelah bertanya kepada Baim, langsung ayah Metty masuk ke dalam.Metty ,Toing dan Dono heran melihat Baim sudah kenal dengan ayahnya Metty.
Baim kemudian bercerita,ayah Metty adalah mandor proyek di tempat ayahnya bekerja.Tapi saat dalam perjalanan pulang Baim berbisik supaya jangan bicara bertemu dengan pak mandor kepada ayahnya.
" Memangnya kenapa ?", tanya Toing heran
__ADS_1
" Saya tidak tahu ", sahut Baim.Yang ia ingat saat baru-baru ayahnya berhenti bekerja, datang pak Mandor bersama dua orang kawan ayahnya untuk menyampaikan sebuah bingkisan ayahnya tidak mau menerima.
Setelah kejadian itu melihat ayahnya selalu berang,tidak tahu alasannya.Dan saat ibunya menyebut-menyebut nama pak Mandor supaya membantu menyampaikan permohonan bantuan pengobatan kepada bos proyek langsung ayah nya marah." Jangan kamu sebut-sebut lagi pak Mandor itu ! ", bentak ayahnya.