
Bus kota DAMRI Jurusan Cicaheum\- Cibeureum dengan sarat penumpang baru saja keluar dari area Terminal,bergerak melewati jalan Achmad Yani.Selama bus itu bergerak,di dalam bus nampak Murno berjalan berhimpit-himpitan menawarkan koran kepada setiap penumpang.
Di Cicadas mobil berhenti,menurunkan penumpang. Ketika mobil itu bergerak kembali ada dua orang melompat naik dengan gesitnya.Kedua orang itu kelihatannya lebih suka berdiri berhimpitan dengan penumpang lain.Terdengar suara orang mengingatkan dalam bus itu." Awas copet ! Simpan baik-baik dompet Anda ! ".
Banyak penumpang menghiraukan peringatan tadi,mereka buru-buru memeriksa saku belakang celana.Setelah meraba dompetnya ada hatinya tenang,tapi ada juga diantara mereka yang buru-buru memindahkan dompetnya dari saku celana ke dalam tas.
Murno memperhatikan satu orang dari dua orang yang naik dengan melompat tadi.Orang itu mendekati setiap penumpang, bila penumpang yang dekati melihat kepada ia dengan curiga ia langsung berpindah tempat.Kedua orang itu lebih suka berdiri berjubel di dekat pintu mobil.
Seorang penumpang wanita bersiap-siap akan turun di alun-alun, dari tengah berjalan ke pintu belakang.Berdiri di dekat pintu menunggu mobil berhenti.Dua orang penumpang tadi menghimpit penumpang wanita itu sambil tangannya menggerayangi tasnya.Mata Murno tak berkedip memperhatikan tangan yang menggerayangi tas milik wanita itu.Murno ingin segera mencegah dengan cara meneriaki namun tiba-tiba ia mendengar ada bisikan ", Nanti saja mencegahnya ".
Di Selter bus di jalan Asia-Afrika dekat alun-alun ada Toing, Dono dan Baim sedang duduk menunggu datangnya bus jurusan ke Cibeureum.Mereka baru saja menyetorkan uang koran kepada bosnya, Kang Maruli. Karena hari masih pagi mereka ingin main-main ke Cibereum. Baim dan Dono mengantar Toing ke Cijerah mencari burung merpati adu.
Memelihara burung merpati itu sangat menyenangkan.Cepat berkembang biak.Tetangga rumah Toing ada yang punya ratusan ekor burung merpati dari awalnya dua ekor.Setiap hari menjual puluhan ekor anak burung merpati dengan harga mahal.Itu yang menyebabkan Toing punya keinginan memelihara burung merpati.
" Wah ---- bisa jadi bos burung dong ", celetuk Dono mengomentari keinginan Toing.
" Akh kamu belum apa-apa komentar begitu ", kata Toing sambil menjenggung kepala Dono.
" Eitttt ",ujar Dono mengelak supaya kepalanya tidak dijenggung." Sabar bos ".ujarnya lagi sambil bercanda.
" Itu mobil busnya datang ! ", Baim melihat ke arah timur nampak mobil bus berjalan miring karena banyak orang bergelantungan di pintu depan dan belakang.
Mobil bus berhenti tepat di depan Dono dan Toing,melihat orang dari dalam saling dorong turun.Tiba seperti berhamburan,bersamaan itu terdengar suara ribut-ribut. Copet ! Copet! Copet !
Copet ! Kamu copet ! Murno berseru sambil memegang pergelangan tangan seorang lelaki dengan telapak tangan menggenggam dompet milik penumpang perempuan.Murno seperti tengah berkelahi dengan lelaki itu turun dari mobil bus." Bu, ibu.... dompet ibu dicopet orang ini ! ", seru Murno berusaha memberitahukan kepada penumpang wanita yang turun itu.Orang-orang hanya pada melihat,tidak ada yang mau membela Murno yang lagi berusaha mencegah terjadinya pencopetan.
Wanita itu menoleh ke belakang,memeriksa tasnya ada sobek bekas sayatan benda tajam,segera ia menyadari dompetnya hilang.Melihat dompetnya ada di tangan lelaki itu segera ia merebut dan berteriak." Copet ! Copet ! tangannya memukul-mukul ke arah muka orang itu.Dono dan Toing serta Baim menyaksikan itu semua.Mereka hanya ingin melihat Murno menangkap tukang copet.
Namun ketika tiba-tiba seorang lelaki lain turun membalikkan badan Murno sambil menuduh copet,dan pencopet tadi juga berbalik menuduh hingga wanita itu juga memukuli Murno..Rasa kesetiaan sebagai seorang kawan Dono membara,mengajak Toing dan Baim langsung Dono menyerang lelaki itu dengan tuduhan balik." Saya saksinya bahwa kamu copet ! ", hardik Dono.Disusul oleh Toing dan Baim. Menyadari kebenaran akan menang,kedua lelaki pencopet itu ambil langkah seribu,lari tunggang-langgang takut dikeroyok masa.
__ADS_1
Kejadian sudah berlalu,orang-orang mulai berdatangan untuk melihat apa yang sudah terjadi.Murno,Toing,Dono dan Baim menjadi tontonan mereka. Wanita yang menjadi korban pencopetan tadi merasa dompetnya sudah kembali ia buru-buru pergi.
" Terima kasih,Kawan....kalian sudah membantu saya ", kata Murno,lalu mengangkat telapak tangannya untuk melakukan tos.Ia tos dengan Dono,Toing,dan Baim.Setelah itu mereka berpisah. Toing dan kawan-kawan melanjutkan rencananya untuk membeli burung merpati di Cijerah.Murno kembali ke Cicaheum melanjutkan jualan koran.
Peristiwa yang terjadi di Selter bus di alun-alun itu menjadikan Murno semakin akrab dengan Dono,Toing dan Baim.Mereka kerap pergi bersama bahkan sekali-kali waktu mereka saling berkunjung ke rumahnya masing-masing.Teman-temannya menjuluki mereka empat sekawan.
***
Dua hari lagi libur sekolah semester pertama akan dimulai.Baim dan Toing membuat rencana selepas berdagang koran akan bermain-main ke tempat wisata.Mendengar rencana Toing berdua Baim langsung Dono dan Murno memberi protes.
" Baiklah----kalian juga akan saya ajak..memang benar kita harus selalu bersama...", kata Toing menutup protes yang dilakukan oleh Dono dan Murno.
Mereka membuat kesepakatan masing-masing harus menyisihkan uang hasil jualannya untuk Kemudian dijadikan satu buat biaya jalan-jalan." Kita harus belajar berorganisasi ," kata Toing.Kemudian memberi saran supaya memilih satu orang menjadi bendahara.
" Bendahara itu apa,Toing", tanya Dono.
" Ya kamu o,on nya tidak ketulungan ", Murno menimpali." Masa Bendahara saja tidak tahu ".
Murno juga rupanya kurang paham,ia sering mendengar orang menyebut Bendahara tapi belum pernah mengerti hal Bendahara.
" Saya tahu !", Baim tiba-tiba nyeletuk sambil tersenyum.
Dono dan Murno menoleh ke arah Baim dengan perasaan ragu.Memang kamu tahu ? Saya yang lebih besar dari kamu saja belum tahu apa itu Bendahara,pikir Dono.Ia mulai menganggap remeh kepada orang lain." Coba kamu jelaskan,ala itu Bendahara ", ujarnya menganggap remeh.
" Bendahara itu,orang yang bertugas memegang uang ! ", sahut Baim.
Toing tersenyum," Pandai juga rupanya kamu Baim ". kata Toing.
Dono dan Murno belum percaya,keduanya penasaran," Memangnya begitu arti Bendahara ? ", ujarnya berdua berharap Toing menjelaskan dengan jujur.
" Menurut Baim itu benar...tetapi yang sesungguhnya Bendahara itu tidak hanya memegang uang saja...seorang Bendahara harus mampu juga mencari uang untuk mengisi kasnya ", Toing menjelaskan.
__ADS_1
" Berat juga ya jadi bendahara ", kata Murno ," Aku tidak mau ah kalau kalian menunjuk aku jadi Bendahara ".
" Aku juga tidak mau ! ", Dono mengikuti Murno.
Toing melihat Murno dan Dono kesal hatinya." Ya kamu tidak bisa berkata begitu saja,kalau salah satu dari kalian saya tunjuk menjadi bendahara harus mau.Kita semua kan lagi belajar ".
" Iya betul kata Toing yang barusan ", sahut Baim.
Dono dan Murno mendelik,tak suka Baim ikut bicara.
Lama mereka berdiskusi,akhirnya Toing mengambil keputusan menunjuk Baim sebagai bendahara." Kamu tidak mau ---- kamu juga tidak mau..Saya menunjuk Baim jadi Bendahara ", ujar Toing." Kamu harus menerima,jangan membantah !".
Pentingnya menjadi bendahara itu jujur.Bukan dilihat pandainya saja.Pandai bila tidak jujur susah untuk mendapatkan kepercayaan.Tapi yang jujur juga bila tidak pandai tidak boleh sombong, ia harus banyak belajar untuk memperoleh kepandaian.
" Baim siap kamu jadi Bendahara ? ", Toing mencoba menegaskan.
" Siap ", sahut Baim
" Dono dan Murno, kalian setuju Baim jadi Bendahara ? "
" Setuju " ujar Murno.
Tapi Dono seperti masih ragu,ia bilang setuju seperti terpaksa.
" Nah soal mencari Bendahara sudah selesai.Sekarang kita mulai mengisi uang kas ", kata Toing, kemudian ia mengambil uang lima ribu rupiah dari saku celananya dan menyerahkan kepada Baim." Ini saya setor,Baim ".
Baim menerima uang itu,setelah itu ia berkata kepada Dono dan Murno," Ayo kalian juga harus setor pada saya sekarang ", sambil menyodorkan telapak tangannya,sebentar ke arah Dono,sebentar ke arah Murno.
Toing tersenyum melihat Baim,ternyata cepat tanggap juga anak ini,pikir Toing,matanya memperhatikan Murno dan Dono memberikan uang kepada Baim.
Tahukah kalian ? Dari Bendahara ini kita bisa menilai sebesar apa kekompakan kita.Bila saatnya tiba kita berjalan-jalan ke tempat wisata ternyata tidak banyak uang terkumpul, itu tandanya masih ada kawan kita yang tidak sependapat dengan rencana Saya dan Baim." Kompak atau tidak kita dalam berkawan,bisa dilihat dari cara kita mengumpulkan uang ini ", kata Toing dengan penuh semangat.
__ADS_1