Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Hari ini sekolah bebas dari pelajaran


__ADS_3

 


Waktu baru menunjukan jam sembilan lewat,Baim sedang merasakan kegembiraan yang luar biasa.Hari yang dicatat oleh Kang Maruli sebagai hari bersejarah buat Baim lantaran semua koran dagangannya terjual habis.Setelah menyetor uang koran Baim tidak langsung pulang,ia memilih duduk-duduk di taman alun-alun sambil melihat-lihat barang kali bertemu dengan teman sesama pedagang koran.


Baru saja Baim duduk di sebuah bangku dalam taman,dari arah jalan Asia-Afrika Dono memasuki taman menjajakan koran kepada pengunjung taman.Kemudian Baim berjalan mendekati.


"Koran kamu masih banyak,Dono ?", tanya Baim.


Dono melihat Baim dengan heran." Kamu tidak jualan ?", tanya Dono


"Berjualan tapi sudah habis ", jawab Baim,melihat koran dagangan Dono masih banyak lalu terbecik keinginan Baim untuk membantu menjajakan koran punya Dono.


" Saya bantu menjual koran kamu,boleh ? ", ujar Baim menawarkan jasa kepada Dono,sementara matanya melihat ke arah kerumunan orang di tempat penitipan sepatu dan sandal di Masjid Agung.


Mendengar ucapan Baim tadi langsung Dono menyambut gembira.Segera menghitung beberapa koran: Pikiran Rakyat,Kompas,koran Mandala dan Gala media,masing-masing lima eksemplar dan menyerahkan kepada Baim.


Setelah menerima koran dari Dono Tanpa banyak bicara Baim berjalan cepat menuju tempat penitipan sepatu dan sandal di Masjid Agung itu.Dono melihat Baim semangat , berdagang koran banyak yang membeli di sana.


Dalam waktu satu jam Baim mendagangkan koran punya Dono,tidak lebih.Baim menyerahkan kembali koran itu kepada Dono." Lumayan Dono,walau tidak terjual semua ", ujar Baim,mendekati Dono menyerahkan uang hasil jual dan koran sisanya.


Dono kagum dan salut melihat bakat berdagang Baim,melihat sisa koran yang dikembalikan Baim sedikit ia jadi gembira kemudian tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah,dan ia juga tak lupa mendoakan Baim agar senantiasa diberi kesehatan dan umur panjang.Berdoanya cukup lama.


Selesai berdoa Dono bermaksud ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Baim,tapi dilihatnya Baim sudah jauh pergi dengan tergesa-gesa.Dono tersenyum melihat Baim.


Baim langsung pulang ke rumahnya. Sampai di rumah ia bergegas mandi karena dilihatnya jam sudah menunjukan pukul sebelas lewat,harus cepat pergi ke sekolah.


" Kamu tidak makan dulu,Baim ?", tanya ibunya,melihat Baim sudah memakai seragam sekolah.

__ADS_1


" Tidak,Bu ---- masih kenyang ", jawab Baim.Mendekati ibu dan ayahnya,mencium tangan mereka sambil berpamitan akan pergi ke sekolah.


Sebuah bus DAMRI angkutan dalam kota,jurusan Cipadung- Cibeureum sarat penumpang berhenti di Selter depan Kantor bersama.Beberapa penumpang turun dari dalam bus itu.Kemudian orang-orang yang menunggu bus itu berebutan naik,nampak Baim ikut berebut naik.


Hanya beberapa menit bus itu berhenti, kemudian bergerak menuju arah Cibeureum.


Selanjutnya bus itu jalan,berhenti.Jalan lalu berhenti.Menurunkan penumpang, menaikan penumpang." Pinggirrrrrr !", teriak beberapa orang penumpang. Bus berhenti dekat sekolah SMP Angkasa, Baim dan beberapa orang penumpang turun.


Baim berjalan menelusuri jalan menuju pintu gerbang sekolah. Ia melihat banyak mobil bus di parkir di halaman sekolah,melihat teman-teman satu kelasnya masih berlari-lari bercanda di depan pintu masuk kelas,Baim heran melihat mereka Karena masih berada di luar sementara sudah waktunya masuk kelas.


Baim berhenti sejenak dekat salah satu mobil bus di parkir,seorang kawan yang duduk satu bangku dengannya melihat lalu datang menghampiri sambil kegirangan." Kita bebas-----kita bebas hari ini ! ", serunya.


" Ada apa,Agus ? ", tanya Baim tak mengerti.


" Hari ini semua siswa bebas dari pelajaran ". sahut Agus.


" Kenapa ?", tanya Baim semakin tidak mengerti.


Baim bersama Agus lalu menuju ruang kelas.Melihat Baim datang teman-temannya yang sudah berada di dalam kelas menyoraki Baim." Khuuuhhhhhh !!!! ", suara teman-teman nya terdengar menggema.


Baim membalas sorakan dari mereka dengan senyuman.Lalu katanya," Siapa diantara kalian yang belum mengerjakan Pekerjaan Rumah ? ", suara Baim menirukan seperti suara guru bahasa Indonesia.


" Saya pak ! ", seru Agus menyahuti Baim.


Anak-anak yang lain meneriaki.", Khuuuhhhhhh !! ". Sesudah itu anak-anak tertawa.


Kepala Tata Usaha sekolah telah mengumumkan supaya siswa SMP Angkasa segera menaiki mobil bus.Satu bus untuk satu kelas.Tak lama setelah pengumuman itu disuarakan nampak ada beberapa mobil bus yang berangkat.

__ADS_1


Sementara mobil yang ditumpangi Baim masih menunggu tiga siswi di dalam kelas sibuk mencari bukunya hilang.Siswa-siswi yang sudah berada dalam mobil bus mulai gaduh karena terlalu lama menunggu.Akhirnya guru wali kelas segera menyusul ke kelas." Ayo cepat mobil akan berangkat ! ", kata wali kelas suaranya terdengar tegas." Kenapa kalian masih di dalam kelas , Rita, Ani, Arien ?! ".


Tiga siswi itu gugup." Saya membantu Arien mencari bukunya hilang,Pak ", ujar Rita.


" Saya juga , Pak ", sahut Ani.


" Benar buku kamu hilang, Arien ? " tanya wali kelas,memastikan takutnya anak-anak itu berbohong, menghambat kelancaran perjalanan.


Mendapat pertanyaan dari guru wali kelas,Arien merasa ditekan.Bercampur aduk perasaannya. Sedih kehilangan bukunya,takut ibunya marah karena dalam buku yang hilang itu ada terselip uang milik ibunya.


" Coba kamu cari yang benar di dalam tas kamu ", kata guru wali kelas itu.


Segera Arien membuka tasnya, mengeluarkan semua isi tas itu.Arien senang ternyata buku yang dicari-carinya tidak hilang.


Anak-anak yang berada di dalam bus mendadak riuh,ada yang bersorak melihat guru wali kelas mengiring tiga siswi datang.


Mereka gembira karena mobil bus tak lama lagi akan berangkat.


Saat guru wali kelas dan tiga siswi itu menaiki mobil tiba-tiba seorang siswa gendut buru-buru turun,ia merasakan perutnya mules.Setelah memohon ijin kepada guru kelas siswa gendut itu langsung melarikan diri menuju kamar kecil.Sayangnya,saat ia tiba di kamar kecil itu sedang terisi orang sedang buang hajat besar.Siswa gendut akhirnya dengan terpaksa menunggu kamar kecil itu kosong sambil meringis menahan mules perutnya.


Merasakan dan menahan mules perut sangat menyiksa hingga wajah siswa gendut itu berkeringat.Lalu seperti ingin keluar yang ada di dalam perut itu tanpa ingin tahu siapa yang sedang berada di dalam kamar kecil langsung pintunya digedor-gedor." Aduhhhh siapa yang di dalam ? Cepat dong ", ujar siswa gendut sambil gedor-gedor pintu kamar kecil.Kemudian mengaduh lagi sambil kedua tangannya memegangi perut.


Pintu kamar kecil terbuka,seorang siswi dilihat keluar,siswa gendut cepat masuk mengeluarkan semua benda bau yang menyebabkan ia mules.Terasa lega,tapi ia bingung melihat bagian belakang celananya basah.Lama ia berdiri di dalam kamar kecil dengan pikiran bingung.


Tiba-tiba datang guru wali kelas menemuinya, wali kelas itu marah karena melihat siswa gendut sedang berdiri melamun." Kamu kenapa ? Cepat kita sudah mau berangkat ! ", ujar wali kelas.


Dengan gemetar siswa gendut itu berkata tidak mau ikut karena celananya basah.

__ADS_1


" Kamu di rumah tadi tidak makan ya ?", ujar wali kelas sambil memperhatikan dengan teliti..lama ia melihat siswa gendut dari kaki hingga ke kepalanya.


" Ya sudah----- kamu tidak ikut tidak apa-apa ". ujar wali kelas itu lagi,Sesudah itu ia kembali menuju bus.Melihat anak-anak di dalam bus sudah tidak sabar ingin segera berangkat.


__ADS_2