
Pengakuan Ucup saat dimintai keterangan oleh seorang petugas keamanan terminal Ciparay soal perkelahian itu sangat mengejutkan tukang ojeg yang mau bersaksi.Ucup mengaku mengikuti Murno,Toing,Dono dan Baim dari Bandung karena anak-anak itu telah mencuri uangnya.Ia berusaha supaya petugas keamanan terminal itu mengambil tindakan terhadap Murno,Toing,Dono dan Baim.
Dengan sangat marah Ucup membela diri dari penjelasan tukang ojeg." Benar yang pertama memukul anak ini adalah saya ",ujar Ucup,lalu sambil menuding ke wajah tukang ojeg ia melanjutkan bicaranya,"Kamu tahu tidak ? Kami berkelahi di Bandung dulu lalu di sini.Di Bandung anak-anak ini memukul saya, di sini saya membalas memukul ".
Meskipun wajahnya ditunjuk-tunjuk tukang ojeg tetap bersabar.Ia yakin anak-anak ini tidak seperti yang disangkakan oleh Ucup.Dalam omongan boleh saja kamu merasa pandai dari pada anak-anak karena anak-anak ini tidak ada yang pandai bicara,pikir tukang ojeg.Lalu ia bertekad akan mempermalukan Ucup dihadapan petugas.
" Saya sangat ragu, anda sendirian,tadi bilang anak-anak ini semua pencopet..tanpa ada korbannya bagaimana saya percaya dengan pengaduan anda ", sahut tukang ojeg.Kemudia bertanya kepada anak-anak," Apakah benar kalian telah mencopet milik orang ini ".
Murno,Toing,Dono dan Baim langsung menjawab.Mereka kemudian bercerita bahwa Ucup,orang ini sedang menyimpan dendam karena aksinya di dalam bus Damri beberapa waktu lalu digagalkan." Kalau kami sebut sebagai komplotan pencopet kami tidak terima.Kami memang anak-anak pedagang koran,mungkin banyak yang menganggap dagang koran keliling sebagai kegiatan yang hina...tapi buat kami dagang koran adalah halal...dan kami membenci pencopet ", kata Toing,nafasnya naik turun karena luapan emosinya.
Orang ini sejak tadi pagi membuntuti kami di Jalan Kiaracondong,namun karena saya masuk ke pos polisi dia tidak berani.Ternyata dia membuntuti kami hingga Ciparay." Dia sudah menyerang kawan saya dengan pukulan bertubi-tubi." Toing menjelaskan kepada petugas keamanan terminal,sambil tangan menunjuk-nunjuk Ucup." Melihat kawan saya dipukuli saya sebagai kawan tidak bisa diam saja ", kata Toing.
Petugas keamanan terminal Ciparay bingung,tidak bisa mengambil sebuah keputusan.Tujuannya menggiring Ucup dan Murno,Toing,Dono dan Baim ke kantor posko untuk mendamaikan supaya jangan ada saling menyimpan dendam.
Sejak masuk kantor posko,belum ditanya oleh petugas keamanan suasana posko itu seperti digaduhkan oleh suara ucapan Ucup,membantah kesaksian tukang ojeg,dan mengeluarkan tuduhan pencopet kepada Murno,Toing,Dono dan Baim.
Petugas keamanan terminal akhirnya membiarkan Ucup dan anak-anak saling tuding tukang copet,tanpa membawa bukti.
" Kalau kalian tidak bisa diurus,saya serahkan kalian ke kantor polisi ! " bentak petugas keamanan dengan kesal.Ucup langsung diam.Tapi anak-anak kelihatan gembira.
" Rumah kalian dimana ?", tanya petugas keamanan kepada Murno,Toing,Dono dan Baim.
" Saya di Cicadas..", jawab Murno,lalu memperkenalan Toing,Dono,dan Baim kepada petugas keamanan itu." Teman ini rumahnya di Buahbatu, yang ini di Dayeuhkolot.Ini di Kiaracondong ".
Petugas keamanan mencatat alamat anak-anak itu satu persatu.Setelah itu ia melihat ke arah Ucup." Rumah kamu dimana ? ".
Ucup ditanya alamat rumah tidak langsung menjawab.Lelaki ini banyak belat-belit.Setelah dibentak baru ia mau terbuka." Saya tinggal di jamika Andir ", ujar Ucup.Lalu tanpa diminta ia melanjutkan bicara menyombongkan diri."Mencari saya di Jamika mudah,tanya saja Ucup,pasti banyak yang menunjukan ".
Petugas keamanan mengamati Ucup sejenak.
Tukang ojeg yang ingin memberi kesaksian belum pergi,melihat Ucup menyebutkan nama langsung komentar."Sombong sekali kamu,terkenal di kandang saja belagu ".
Ucup melotot ke arah tukang ojeg itu.
__ADS_1
" Kalian ke Ciparay mau ke siapa ? Apa kalian punya saudara di sini ? ", tanya petugas keamanan.
" Saya ke sini mau berkunjung ke rumah Aki Enjon..", sahut Murno.
Petugas keamanan dan tukang ojeg terkejut.
" ,Jawab yang benar ! ", petugas keamanan tidak percaya Murno menyebut nama Ki Enjon.Menurut pemikirannya, Ki Enjon seorang paranormal hebat,sudah terkenal di Ciparay tidak mungkin berhubungan dengan anak-anak seperti Murno."Tidak menutup kemungkinan anak-anak ini cuma mengaku-ngaku ", pikirnya.Menarik juga untuk ditelusuri.
" Kamu ke Ciparay keperluannya apa ? ", tanya petugas keamanan kepada Ucup.Tetapi, lagi-lagi Ucup berbelit-belit dulu membalas pertanyaan." Kalau kamu mau memberitahu saya sangat menghargai,tapi kalau tidak, terserah.Itu hak kamu ".
Tiba-tiba datang istri petugas keamanan bersama seorang anak kecil.Ia akan minta ijin karena hendak pergi ke rumah orang tuanya di Majalaya.Istri petugas keamanan adalah wanita yang pernah ditolong oleh Murno dan kawan-kawan ketika dompetnya dicopet.
Melihat wajah Murno,Toing,Dono dan Baim istri petugas keamanan langsung menyapa." Hey...kalian sedang apa di sini ? ", tanya istri petugas keamanan itu dengan riangnya.
" Ibu ?! ", Murno dan kawan-kawan heran bertemu dengan wanita yang pernah ditolongnya.
Melihat istrinya seperti sudah mengenal Murno,Toing,Dono dan Baim petugas keamanan itu heran." Ibu mengenal anak-anak ini ?! Kenal di mana ? ", tanya petugas keamanan kepada istrinya.
Lalu istri petugas keamanan menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu.Kalau saja tidak ada Murno,Toing,Dono dan Baim uangnya Rp.3 juta dalam dompet pasti hilang dicopet orang" Anak-anak ini yang menyelamatkan ibu dari tukang copet...", ujarnya sambil mengenang kejadian di alun-alun Bandung beberapa hari lalu.
Mendengar pengalaman istrinya,ia menjadi bersalah telah membentak-bentak anak-anak karena percaya kata-kata Ucup tadi.Lalu dengan meminta maaf kepada Murno,Toing dan Dono,Baim ia menyuruh tukang ojeg mengantarkan ke rumah Ki Enjon,paranormal kondang di Ciparay.
" Untung ibu datang, kalau tidak ayah berbuat salah ", kata petugas keamanan kepada istrinya beberapa menit setelah Murno,Toing,Dono dan Baim pergi.
" Allah itu tidak keliru,Ayah...Orang berkelakuan baik selalu dilindungi Allah ", ujar istrinya.
Setelah itu petugas keamanan sadar ada sesuatu yang hilang." Ibu melihat lelaki yang duduk berhadapan dengan tukang ojeg tadi ? ".
" Melihat..memangnya siapa dia ? ", istrinya balik bertanya.
" Pergi ke arah mana dia ? ", tanya petugas keamanan lagi.
" Ke arah pasar,jalannya ibu lihat sangat buru-buru ", jawab istrinya sambil menunjuk ke arah pasar.
Petugas keamanan itu langsung menepuk jidatnya sendiri.Ia menyadari lelaki bernama Ucup itu sudah kabur jauh.
__ADS_1
Ucup kabur menyelamatkan diri saat melihat istri petugas keamanan datang tadi.Ia takut karena istri petugas keamanan itu wanita yang ia copet tapi digagalkan oleh anak-anak tadi.
***
Di rumah Ki Enjon paranormal kondang di Ciparay , tukang ojeg yang mengantar Murno,Toing,Dono dan Baim segera bercerita soal kejadian di terminal.
Kurang yakin mendengar cerita dari tukang ojeg,Ki Enjon mencari keterangan dari Murno dan kawan-kawan.Kemudian ia menyimpulkan sendiri bahwa orang yang berkelahi dengan anak-anak di terminal tadi itu disimpulkan punya niat menghalang-halangi tamunya,dianggapnya sudah merugikan.Maka marahlah Ki Enjon dengan mengorek-ngorek keterangan lebih banyak mengenai Ucup dari tukang tukang ojeg.
" Ucup itu tukang copet di daerah man ? ",
" Saya tidak tahu,Ki ", jawab tukang ojeg.
" Ucup biasa oprasi dari Cicaheum sampai alun-alun ", kata-kata Murno,Setelah itu terdengar kata-kata Ki Enjon seperti sebuah janji akan memberi pelajaran kepada Ucup.
Anak-anak melihat Ki Enjon seperti sedang memandang ke arah yang sangat jauh.Kedua mata Ki Enjon seperti tidak berkedip dengan bola mata perlahan-lahan menjadi merah.Lalu bicara : " Ucup---- kamu sudah mengganggu kedamaian saya,rasakan peringatan dari saya nanti ! ", suaranya terdengar seperti sebuah raungan.
Tangan kanan Ki Enjon seperti sedang menampar.Tak terlihat apa yang ditamparnya tapi telinga anak-anak dan tukang ojeg itu mendengar suara tamparan.Plak ! Plak ! Plak !
Murno yang sudah sering datang ke rumah Ki Enjon,sudah mendengar banyak tentang kehebatan paranormal itu ia selalu bangga ,berbisik kepada Toing yang sedang terheran-heran melihat Ki Enjon bicara sendiri tadi.
" Hebat ya Ki Enjon, dia jagoan telephati dan memukul jarak jauh ".
" Dia tidak akan berani lagi mengganggu kalian ", ujar Ki Enjon kepada anak-anak itu.
" Maksud Ki Enjon,dia itu siapa ? ",tanya tukang ojeg.
" Ucup..", sahut Ki Enjon.Lalu bercertita seperti sudah bertemu dengan Ucup itu." Tadi Ucup minta-minta ampun setelah saya tampar pipinya ".
Anak-anak bersama tukang ojeg dengan kagum meliat Ki Enjon.
" Besok, atau lusa yang namanya Ucup itu akan mencari-cari kalian,tapi kalian tidak perlu takut...", kata Ki Enjon.Maksudnya mencari-mencari untuk meminta maaf dan mengajak berdamai agar tidak saling mengganggu pekerjaan masing-masing.Namun anak-anak itu kurang banyak paham dengan apa yang disampaikan oleh paranormal itu akibatnya semua menjadi bengong.Ada ketakutan baru dalam hatinya.
Sudah lebih satu jam Murno,Toing,Dono dan Baim di rumah Ki Enjon.Tapi Murno belum menyampaikan apa yang ditugaskan oleh ibunya.Ki Enjon pun menaruh perhatian serius terhadap masalah perkelahian di terminal yang _ oleh tukang ojeg itu sehingga lambat menanyakan maksud kedatangan Murno dan kawan-kawan.
Murno memberanikan diri bicara,mengatakan kedatangannya ditugaskan oleh ibunya,setelah menyebut nama ibunya langsung Ki Enjon berbuat sesuatu,karena nama ibu Murno sudah tidak asing bagi paranormal itu.
__ADS_1