Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Siasat


__ADS_3

Melihat anak-anak sudah pergi,diyakini tidak akan berani datang lagi orang itu tersenyum.Kemudian ia segera menarik lengan kawannya yang memainkan peran kerasukan roh halus tadi." Akting kamu tadi bagus banget ", ujar orang itu.Lalu mengajak pergi.


Kemudian kedua orang itu berjalan sambil tertawa-tawa menuju gudang bahan bangunan.


" Saya optimis tidak ada yang berani bermain-main di sekitar ini lagi ", ujar orang itu.Terdengar suara tawanya nyaring.Seperti sedang merayakan kepuasan sudah melaksanakan sebuah tugas mengamankan lokasi.


Mereka tidak menyadari dari balik pohon besar masih ada Murno mengawasi.Mereka tidak teliti melihat saat Toing,Dono dan Baim sibuk menyelamatkan diri dari suasana menyeramkan tadi, diam-diam Murno lari bersembunyi di balik pohon besar itu.


Ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh mereka,pikir Murno.Tapi ia tidak tahu apa rencana itu.Suara tawa dari arah gudang terdengar sayup-sayup.


Murno penasaran dan kemudian memberanikan diri ia berlari merindik-rindik ke arah gudang itu.Ia ingin mencari tahu apa yang sedang diperbuat oleh orang,-orang tadi di sana.


Tetapi ketika Murno berhasil mendekati gudang itu tiba-tiba hatinya merasa takut,tidak ada tempat untuk ia bisa menyelinap.Lalu ia segera mundur balik.


***


Toing ,Baim dan Dono lari berhenti di kedai tadi.


" Murno tertinggal jauh ", kata Toing memberi tahukan kepada Baim dan Dono.


Baim mengkhawatirkan Murno," Apa kita perlu menyusul dia kesana ? ".


Dono protes,bila menyusul Murno ia tidak ikut karena merasa sudah lelah." Kamu sama Toing menyusul Murno,saya menunggu di sini saja ".


" Itu Murno ! ", seru Baim,melihat Murno datang.


" Kamu pemberani, keren Murno ", seru Dono sambil mengacungkan jempolnya ke arah Murno.


" Kamu lari kemana tadi ? ", tanya Toing dengan kesal karena dianggapnya Murno tidak kompak.


" Saya bersembunyi dari balik pohon besar ", sahut Murno sambil membanggakan keberaniannya.


Dono dan Baim kagum ,ditatapnya muka Murno sampai lama.


" Kita semua sudah dibohongi oleh orang-orang tadi ", ujar Murno


" Dibohongi ? Maksudnya ? ", tanya Toing,Baim dan Dono.


" Kamu jangan mengarang cerita ", sahut Toing.

__ADS_1


" Saya memang harus bercerita supaya kalian tahu,dan percaya tempat tadi itu tidak berhantu ", kata Murno." Saya nanti malam akan mendatangi tempat itu lagi ".


Toing,Dono dan Baim terkejut,betapa beraninya Murno ini,pikir mereka.


" Sepeda nanti malam saya pakai ", kata Murno membuat Toing,Dono,Baim, percaya bahwa ia tidak sedang asal bicara.


Orang yang kerasukan tadi cuma bersandiwara,tujuannya supaya kita benar-benar ketakutan dan tidak mau lagi bermain di lokasi itu.


" Sekarang harus kita cari tahu mengapa mereka tidak mau ada orang bermain dekat lokasi gudang proyek itu ? ", kata Murno.


Kenyataan orang dengan tanpa sadar meraung-raung yang mereka lihat tadi membuat sulit Toing,Baim dan Dono untuk mempercayai penuturan Murno.Mereka masih percaya tempat itu dihuni hantu.


Maka setiap Murno memperhatikan satu persatu wajah mereka,dengan cepat satu per satu mereka bicara : " Jangan ajak saya...saya takut ! ", ujar Dono.


" Saya tidak mau ikut ! ", ujar Toing.


" Saya tidak diijinkan bila keluar rumah malam ", sahut Baim.


Murno melihat kepada Toing,Baim,Dono seperti ada sesuatu yang lucu.Lalu terbahak-bahak...


" Saya tidak akan membawa-bawa kalian keluar malam ", kata Murno.


Mengamati kesungguhan rencana Murno akan datang ke tempat itu lagi Toing jadi berubah pikiran.Ia tidak akan membiarkan Murno pergi sendirian.Ia sangat khawatir bila terjadi sesuatu menimpa Murno,alasan yang lain demi menjaga kekompakan dalam persahabatan.


Baim dan Dono pulang.


Murno dan Toing memilih tetap berada di kedai menunggu waktu malam sebentar lagi tiba.


Menjelang waktu mahgrib kedai itu tutup.Murno dan Toing bingung kemana lagi mencari tempat untuk duduk.


Keberuntungan datang buat Murno dan Dono,setelah menutup pintu kedainya pemilik kedai itu menawarkan Toing dan Murno pindah duduk ke teras rumahnya di belakang kedai." Kalau mau di sini saja juga boleh,sebab lepas mahgrib saya buka kedai lagi ", ujar pemilik kedai itu.


" Terima kasih,Pak....Biar kami duduk di sini saja ", sahut Toing menolak halus tawaran itu.


Pemilik kedai berjalan meninggalkan Toing dan Murno.


Murno memperhatikan pemilik kedai berjalan hingga masuk ke rumahnya.Kemudian ia bertanya penasaran mengapa Toing menolak tawaran dari dari pemilik kedai tadi." Kalau kamu tidak menolak sekarang kita sudah disuguhi air minum,gratis ", kata Murno,seperti sedang menyesali keputusan Toing yang menolak tawaran duduk di teras rumah.


Toing tersenyum mendengar ucapan Murno.

__ADS_1


****


Baim di rumah bercerita tentang kegiatan belajar sepeda bersama-sama kawannya di sekitar lokasi gudang proyek kepada ayah dan ibunya.Dan dengan bangga juga ia ceritakan berkat uang yang disisihkan dari keuntungan berdagang koran bersama bisa membeli satu unit sepeda.


Ayah dan ibunya terharu mendengar cerita Baim bersama kawan-kawan bisa membeli sepeda baru.


" Sekarang saya sudah bisa naik sepeda,Ayah.. ", ujar Baim gembira." Tapi belum sehebat Murno naik sepeda ".


" Kalau ingin mahir naik sepeda kamu harus rajin belajar ", ayah Baim memberi saran.


Tiba\-tiba mereka mendengar suara pintu rumah diketuk orang,diiringi dengan ucapan salam.Ibu Baim segera pergi membuka pintu,setelah itu Ibu Baim terkejut setelah tahu siapa yang datang." Pak Gunawan ?? ".



Pak Gunawan bos proyek bekas majikan Ayah Baim,bos yang pernah memecat Ayah Baim dari pekerjaannya.Kedatangannya disambut gembira.Ibu Baim mempersilahkan pak Gunawan masuk dan duduk di ruang tamu.Sesudah itu ia masuk ke kamar memberitahukan kehadiran bos proyek kepada suaminya.


Tidak lama kemudian Ibu Baim keluar lagi sambil memapah Ayah Baim menemui tamunya.


Kehadiran pak Gunawan membuat gairah baru buat Ayah Baim.Pak Gunawan mengakui keputusannya dahulu yang dikeluarkan ternyata sebuah keputusan yang salah.


" Setelah saya memecat kamu, pencurian semen sampai sekarang tetap saja ada ", ujar pak Gunawan penuh penyesalan,lalu ujarnya lagi," data jumlah semen yang hilang terus bertambah ".


Minggu kemarin laporan jumlah semen yang hilang lebih dari tiga puluh zak.Ini membuat pak Gunawan setres hampir setiap hari.Mandor yang diberi tugas mencari tahu siapa pelaku pencurian semen itu juga belum menunjukan hasil.


Kehadiran Gunawan malam ini diakui sudah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu,sebelum ia bertemu dengan Baim.Ingin menunjukan empaty dan mengajak Ayah Baim berkerja di proyek lagi.


" Saya doakan semoga cepat sembuh, dan saya berharap tawaran kerja lagi di proyek jangan diabaikan ", kata pak Gunawan


" Insyaallah ", sahut ayah Baim,wajahnya berseri.Ia juga mengatakan menerima penawaran untuk kerja dengan senang hati.


***


Murno dan Toing merunduk masuk mendekati pohon besar setelah menyembunyikan sepedanya di semak belukar.


Dari balik pohon besar itu keduanya melihat lampu - lampu yang bersinar terang benderang di sekitar gudang tiba-tiba padam.


Lalu melihat bayangan dua orang menggotong benda berat dari gudang membawanya ke luar dan menyimpannya di pinggir pagar.


" Seperti sedang menyembunyikan barang ", ujar Toing kepada Murno dengan berbisik.

__ADS_1


" Kita harus cari tahu benda apa yang sedang mereka keluarkan dari gudang ", kata Murno.Ia merasa mulai menemukan tanda-tanda yang berhubungan dengan sikap orang siang tadi.


__ADS_2