Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Sepeda Baru


__ADS_3

Uang yang ada pada Baim sudah terkumpul banyak.Melihat uang banyak perbedaan mereka mulai terlihat.Perbedaan keinginan.


Tujuan pertama menunjuk Baim sebagai bendahara,mengumpulkan uang yang mereka sisihkan dari keuntungan dagang karena gagasan Toing ingin mengadakan wisata liburan.Dengan mengumpulkan uang sendiri mereka berpikir tidak perlu minta kepada orang tua buat jalan- jalan liburan.


Perbedaan muncul dari Murno,dan Dono.


Murno tiba-tiba merasa sayang jika uang dipakai untuk keperluan jalan-jalan,ia berharap uang dimanfaatkan untuk kepentingan bersama tapi tidak habis." Kalau untuk jalan-jalan memang kita semua ikut,tapi uang itu habis ", kata Murno. Sia-sia kita bersusah payah menyisihkan uang keuntungan setelah kumpul satu hari habis.


Jadi Murno mempertahankan keinginannya, uang yang sudah terkumpul lebih baik untuk beli sepeda.


" Membeli sepeda dengan uang yang kita kumpulkan dari berjerih payah rasanya tidak sia-sia..", kata Murno.


Sepeda itu nantinya dipakai secara bergiliran supaya adil.Murno menjadwalkan juga pemakai sepedanya." Tiga hari saya, tiga hari Dono,dan tiga hari Toing, tiga hari Baim ".


Toing masih tetap dengan pendiriannya.


" Apakah kita ini semua sudah bisa naik sepeda ? ", tanyanya kepada semua kawan.


Membeli sepeda hanya akan memanjakan teman yang sudah pandai naik sepeda, kasihan kepada kawan yang belum bisa naik sepeda.


Murno bersikukuh, " Yang belum bisa naik sepeda bisa belajar ",kata Murno.Kemudian meminta kepada kawan-kawannya yang belum bisa naik sepeda mengangkat telunjuk tangan.Dan saat itu juga Murno kaget ternyata Toing,Dono dan Baim belum bisa naik sepeda.Murno melemah,kalau tetap ia memaksakan harus membeli sepeda juga posisinya tidak kuat. Satu banding satu." Ini hanya sebuah saran dari saya,sayang bila uang itu untuk biaya jalan-jalan ".


Toing sangat pandai memahami sifat dari kawan-kawannya.Ia melihat Murno menyimpan rencana membubarkan kekompakan bila kemauannya tidak mendapat perhatian.Ia melihat Murno sudah terus-terang.Bila uang yang ada pada Baim dipakai untuk biaya jalan-jalan ia tidak mau lagi ikut menyisihkan keuntungannya.


Baim melihat Toing dengan Murno dalam suasana yang gawat.Kemudian mencoba mempengaruhi Toing supaya mau mengalah buat menjaga kekompakan yang ada.Lama Baim bicara dengan Toing,akhirnya luluh juga hati Toing.


" Baiklah, saya ikut kalian ....beli sepeda ", ujar Toing.


Dono dan Murno bersorak girang.Mereka peluknya badan Toing.Baim pun ikut memeluk Toing.


Membeli sepeda bagus dan miring harganya di dekat pasar Kosambi.Jam itu juga Murno,Toing,Baim dan Dono pergi ke tempat penjual sepeda.Mereka membeli sepeda.

__ADS_1


Setelah membeli sepeda,mereka bersama-sama mencari tanah lapang untuk tempat belajar naik sepeda.


Baim berjalan menuntun sepeda,diiringi oleh Tono,Murno dan Dono.Wajah mereka sangat ceria karena akan belajar naik sepeda.


Pertama mereka belajar di lapangan sepak bola Persib di jalan Achmad Yani..seseorang datang melarang mereka.Kemudian mereka pergi mencari tempat yang leluasa untuk belajar naik sepeda.


" Saya tahu tempat bagus untuk belajar naik sepeda ", ujar Baim.


" Dimana ,Baim ? ", teman-temannya serentak bertanya.


" Di lokasi proyek...tempatnya sangat luas dan asyik buat belajar naik sepeda ", jawab Baim.


" Jangan di sana ah, takut ", sahut Dono.


" Takut kenapa ? ", tanya Toin dan Murno penasaran melihat Dono bilang takut.


" Takut ketemu anak buah pak Mandor ", sahut Dono.


" Biarkan saja ketemu, mereka tidak bisa mengenali wajah-wajah kita ", kata Murno,lalu memerintah Baim untuk membawa sepedanya ke tempat yang tidak jauh dengan lokasi proyek.


Mereka belajar naik sepeda di sana.Belajar bergantian.Murno yang bisa naik sepeda memberi pelatihan kepada tiga orang kawannya itu.


Di bawah pohon besar yang rindang,tidak terlalu jauh jaraknya dengan lokasi gudak milik proyek.Baim,Toing dan Dono belajar naik sepeda bergantian.Murno membimbing mereka dengan penuh semangat.Sungguh menyenangkan suasana belajar bersama naik sepeda.Bila ada kawan yang jatuh yang lain mentertawakan.


Belajar naik sepeda sering jatuh semakin bersemangat supaya cepat bisa.


Tiba-tiba dari arah gudang seorang pria berjalan mendekati anak-anak yang lagi belajar naik sepeda itu.Sambil mengacung-acungkan tangan pria itu berseru." Hoi ! Jangan bermain sepeda di situ ! ", suaranya terdengar lantang.


Melihat ada orang datang seperti marah segera anak-anak menghentikan kegiatannya.Mereka melihat orang itu berjalan semakin dekat segera berkumpul.


" Kalian dari mana ? ", tanya orang itu,wajahnya kelihat menahan marah.

__ADS_1


" Ada apa,Pak ? ", Toing balik bertanya,orang itu tersinggung lalu melototkan mata ke arah Toing.


" Kalian dari mana ?! ", orang itu marah kepada Toing.


" Owh....kami anak-anak sekitar sini,Pak ", jawab Toing, berbohong supaya orang itu berpikir lagi bila mau bertindak kasar.


Orang itu jadi ragu mau marah.Ia cuma melihat sambil cemberut ke arah Toing.


" Memangnya ada apa,Pak ? ", tanya Murno kepada orang itu.


" Kalian ini bener-bener pada nekad ", ujarnya membuat Toing dan Murno bingung.Lalu terdengar kata-katanya lagi seperti menakut-nakuti," Di sini sangat angker,banyak hatu jahat.Kalian jangan bermain di sini ".


Toing,Baim dan Dono terhasut oleh kata-kata orang itu.Ketiga anak-anak itu menjadi ketakutan,lalu cepat pergi.


Murno tidak yakin dengan kata-kata yang kedengarannya menakut-nakuti itu.Ia tidak mau pergi.


" Kamu kenapa tidak pergi ? ", tanya orang itu,sangat kesal melihat Murno seperti seorang pemberani.


" Saya ingin istirahat dulu Pak....masih capek habis belajar naik sepeda ", jawab Murno berbohong,lalu ia duduk di bawah pohon besar itu dengan santainya.


Melihat ke arah Toing,Baim dan Dono mereka berjalan sudah agak jauh Murno berseru : " Hai ..... Santai saja jalannya.Jangan terburu-buru ! ".


Orang itu bertanya-tanya melihat Murno sangat berbeda dengan ketiga kawannya." Anak ini bandel apa berani ya ? ", pikirnya,sambil mencari cara bagaimana mengusir Murno.


" Bila ada hantu mengganggu kamu di sini, kami tidak bertanggung jawab ", ujar orang itu sambil berjalan kembali ke arah gudang.


Murno tersenyum,melihat orang itu pergi.Ia membusungkan dada." Saya kok mau ditakut-takuti pake hantu segala,saya tidak takut ", ujar Murno.


Melihat ke arah Toing dan kawan-kawan sudah sangat jauh, Murno menengok ke kiri-kanan,suasana sepi.Kemudian ia berdiri dan dengan terburu-buru berjalan menyusul Toing,Baim dan Dono.


Di gudang orang itu mengunakan tropong memperhatikan Murno.Kemudian terdengar suara tawanya.",Ya saya kira anak bandel,tidak tahunya penakutan ". ujarnya bergumam.

__ADS_1


Murno berjalan cepat menyusul Baim,Toing dan Dono.Nafasnya tersengal-sengal seperti penderita TBC kambuh." Toing,Baim, Dono tunggu saya ! ", serunya sambil terus mengejar kawan-kawannya.


__ADS_2