Anak-anak Vs Sindikat

Anak-anak Vs Sindikat
Perkenalkan Nama Saya Murno dan Toing.


__ADS_3

Dua belas...Tiga belas ... Jangan lebih dan kurang....Tetap yang dikeluarkan 30 zak ! ujar salah seorang , terdengar putus


-putus karena nafas yang kecapekan.


" Iya ", sahut yang lain." Dua balikan lagi selesai ".


Mata Daklan seperti tidak mau berkedip bisa melihat pencurian semen itu


" Kalau saja Husen tidak menahan -nahan saya sudah kejutkan mereka ", pikir Daklan,hidungnya kembang kempis karena menahan emosinya.


" Lihat dua orang yang bersembunyi itu ", kata Husen setengah berbisik kepada Daklan." Mereka merangkak ke arah depan mobil ".


Daklan heran melihat dua bayangan merangkak ke depan mobil.Setibanya di depan mobil bayangan itu seperti meletakan benda,setelah itu kelihatan terburu-buru pergi menjauh ke arah lain dalam gelap.


"Gerakan bayangan itu seperti usaha untuk menggagalkan pencurian itu..tapi siapa mereka itu ? ", kata Daklan kepada Husen.


" Bayangan dua orang itu sudah tidak ada, kemana mereka ? ", tanya Husen kepada Daklan sambil melihat-lihat sekeliling yang gelap.


"Mereka pergi ke arah yang gelap di sana itu ", sahut Daklan dengan suara tetap pelan." Saya jadi penasaran ingin tahu siapa mereka ".


Keduanya kemudian fokus memperhatikan orang-orang yang mengeluarkan semen dari gudang.


Seseorang kemudian datang setelah yang lain selesai menggotongi zak semen menaruhnya di atas bak mobil.


" Sudah dikunci lagi belum pintu gudang semennya ? ", ujar orang itu.


" Sudah Pak Mandor....ini saya serahkan kembali kunci nya ".Sebentar kemudian terlihat orang yang disebut Pak Mandor menerima kunci.


Mobil dengan muatan 30 zak semen siap berangkat, dua orang duduk di atas tumpukan zak semen di bak mobil dan satu orang duduk bersama sopir.Tidak lama kemudian terdengar suara mesin mobil hidup.


Pak Mandor memperhatikan mobil itu sesaat lalu ia berjalan masuk ke dalam area gudang.


Mobil pelan-pelan bergerak,baru beberapa meter bergerak tiba-tiba terdengar suara orang yang mengemudikan mobil itu berseru kesal.


" Sial banget ! Ban depan kempes ! ", lalu ia buru-buru keluar dan kaget memeriksa ban depan ternyata dua-duanya kempes.Banyak paku besar menancap di ban mobil itu.


" K*rang aj*r ! Ini pasti perbuatan orang ! ", setelah memeriksa ban mobil pengemudi itu mengumpat kesal dengan suara sedikit keras.


Memperhatikan mobil menjadi miring ke depan,ia sibuk mengeluarkan dongkrak dari bawah jok.Lalu bagian depan mobil diganjal dengan dongkrak untuk membantu ketahanan mobil agar tidak miring ke depan.


Setelah mengganjal depan mobil dengan dongkrak pengemudi tadi bergegas ke arah gudang menemui pak Mandor di dalam sana.


Orang-orang yang masih duduk di mobil itu mulai khawatir.Bingung dan takut memperhatikan mobil kempes ban tak bisa dipaksakan berjalan.


"Kenapa bisa kempes dua-duanya ? ", terdengar suara pak Mandor bicara sambil berjalan bersama pengemudi tadi.Dari nada bicaranya pak Mandor marah dan kecewa seperti tidak menerima kenyataan.


"Ini ada orang yang sengaja ngempesin ban mobil kita Pak ", sahut sopir


" Maksud kamu ada orang lain di sekitar sini ? ", pak Mandor mulai terdengar kesal bicaranya.Ia berjalan buru-buru mendekati mobil.


"Wakh bisa melenceng dari jadwal nih ", ujar pak Mandor dalam hatinya,sementara tangannya meraba ban mobil kempes.

__ADS_1


Melihat kepada dua orang yang duduk di tumpukan semen di atas bak mobil lalu pak Mandor dengan sewot ia menyuruh satu orang untuk menemui Ucup di gudang.


" Hai kamu turun ! Pergi ke gudang bilang ke Ucup nyalakan lampu pagar ya, cepat ! ", perintah pak Mandor.


Orang itu dengan sigap melompat turun dari atas bak mobil dan cepat berjalan menuju gudang.Tidak kurang dari sepuluh menit kemudian semua lampu yang padam menyala.


Suasana sekitar gudang yang gelap menjadi terang - benderang..


Pak Mandor dengan pengemudi tadi penasaran memeriksa lagi ban depan yang kempes.


" K*rang aj*r !!! ",pak Mandor marah menggeram,melihat dengan jelas banyak paku besar menancap di kedua ban mobil sedang dicabuti menggunakan gegep satu persatu oleh pengemudi itu.


Daklan dan Husen sekarang melihat dengan jelas ada pak Mandor di sana.Pak Mandor kalau digerebek tidak akan bisa mungkir lagi keterlibatannya dengan pencurian semen bersama pengemudi itu dan beberapa orang sedang kebingungan.


Daklan menjadi greget . "Bagaimana,apa kita samperin mereka ? ", tanya Daklan kepada Husen.


" Jangan ..... kalau kita samperin mereka menyangka kita yang membuat ban mobil itu kempes ", sahut Husen.


Husen yakin yang mengempesi ban mobil itu kedua orang dalam bayangan tadi.


Daklan dan Husen kemudian memutuskan untuk segera pergi.Lalu pelan-pelan balik arah namun baru beberapa langkah keduanya terkejut,mendengar suara kencang dari arah pak Mandor berada : " Hai------Kalian berdua jangan pergi !!!! ".


Husen dan Daklan merasakan dalam dadanya berdebar kencang melihat pak Mandor mengejar.


" Kalian jangan lari ! ", terdengar suara pak Mandor mengejar semakin dekat.


"Apa yang harus kita perbuat kalau dia menuduh kita yang mengempesi ban mobilnya ? ", ujar Husen hatinya kecut melihat pak Mandor mengejar dengan gagah.


" Kalau dia langsung memukul kita bagaimana ? ", tanya Husen


" Apa,Memukul !? ", Daklan menyeringai." Kalau dia memukul kita balas dong..memangnya kita tidak punya tangan ".


Pak Mandor terkejut setelah dekat dengan Daklan dan Husen.Dia masih mengenali wajah Daklan dan Husen sebagai anak buah Surya yang pernah disudutkan sebagai pelaku pencurian semen beberapa bulan yang lalu.


Pak Mandor menyadari dia sedang dalam posisi bersalah,lalu buru-buru mengatur siasat dengan berpura-pura baik,menahan emosinya.


" Owkh---- kalian.Saya kira siapa sedang apa kalian di sini ? ", ujar pak Mandor


" Biasa pak, mencari info dari pohon besar ini ", sahut Daklan." Minggu lalu seorang kawan dapat info dari pohon besar ini tembus empat angka ".


Pak Mandor tertegun,dahinya mengerut,matanya mengawasi gerak-gerik Daklan dan Husen.


"Melihat gerak-geriknya mereka ini memang bener sedang mencari info nomor judi t*gel...berarti mereka tidak mengerti apa yang dilakukan oleh orang-orang saya tadi...".


" Ada apa Pak ? Melihat kami berdua kok seperti baru kenal ", kata Husen membuat pak Mandor tersipu malu.


" Saya sedang berpikir,apa ada orang lain selain kalian berdua di sini ? ", sahut pak Mandor.


" Maksud Bapak ? ".


Akh sial ! Pak Mandor mengumpat dirinya sendiri.Orang-orang ini benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi di sekitar tempat ini..mengapa saya barusan bertanya yang bisa membuat mereka curiga ? Sebaiknya saya harus buru-buru pergi.

__ADS_1


" Okh maaf, saya salah bertanya..tidak ada maksud apa-apa...maaf saya harus pergi ", ujar pak Mandor lalu dengan cepat ia berbalik arah.


Daklan dan Husen memperhatikan pak Mandor berjalan sambil tengah-tengok mengamti berbagai penjuru tempat sampai mendekati mobil itu.


Setelah itu Daklan dan Husen memutuskan untuk segera pergi.


Benak Daklan tak bisa menghilangkan semua yang dilihat oleh mata tadi.Orang-orang menggotong zak semen dari gudang ke atas bak mobil.Karena kedua ban depan kempes mobil miring ke depan.Dan wajah pak Mandor yang kebingungan.


Daklan juga tak bisa melupakan dua bayangan orang merangkak mendekati bagian depan mobil kemudian dengan cepat menghilang dalam lokasi yang lebih gelap.


Daklan dan Husen berjalan dari pohon besar itu mencari jalan pertama masuk tadi.Kedua orang itu sedikit bingung.


" Tadi kita lewat sini ", kata Husen,menunjuk arah.


" Salah Husen ", sahut Daklan,lalu menunjuk arah lain." Kita tadi melewati itu... ".


Husen mengikuti Daklan berjalan.


Astaga naga ! Seru Husen


Ops ! Seru Daklan.


Mereka kaget melihat dua orang muda dalam gelap berdiri menghadang.


" Siapa kalian ?!! ", Daklan menggertak.


" Perkenalkan nama Saya Murno dan Toing ! ", orang dalam gelap itu memperkenalkan diri sambil mendekat menampakan wajah.


" Apa maksud kalian menghalangi jalan kami ? ", tanya Husen dengan heran melihat yang menghadang itu masih tergolong anak-anak.


Murno mengajak tersenyum Husen dan Daklan,ia tidak mau ke dua orang itu jadi salah paham.


Daklan mengamati Murno dan Toing.


"......... "


" Mengapa bapak melihat kami seperti itu ? Apa ada yang aneh pada wajah kami berdua ? ", ujar Toing, hatinya kesal karena diperhatikan Daklan.


Daklan gugup pertanyaan Toing tadi seperti memojokan dirinya hanya karena matanya menatap tajam mengamati orang.Lalu ia menoleh ke arah Husen memberi isyarat agar segera pergi.


Husen mengangguk setelah itu melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan mencari jalan ke luar dari kawasan proyek.


Beberapa langkah Husen pergi ternyata menjadi kesempatan baik bagi Daklan buat menjauh dari Toing dan Murno sambil meminta maaf.


Setelah jauh dari Murno dan Toing.


Husen mengorek-ngorek tingkah Daklan yang tiba-tiba gugup.


" Jujur hati saya takut, anak-anak itu tadi bukan manusia ", kata Daklan membela diri supaya Husen diam.


" Akh kamu mengada-ada...ini belum terlalu malam..tidak mungkin ada hantu ", sahut Husen menutupi perasaan takutnya.

__ADS_1


__ADS_2