
Perkelahian Toing dengan Murno didengar oleh Kang Maruli.Agen koran Cikapundung itu sangat geram kemudian menyuruh Toing untuk terus mencari dimana keberadaan Murno." Ini tidak boleh dibiarkan, harus diberi pelajaran supaya tidak mengganggu kalian berjualan koran ! ".
Bila berdagang koran digangngu seperti yang dialami Baim,koran tidak banyak terjual yang rugi bukan kalian saja tapi kang Maruli juga rugi.
Tapi setelah mengeluarkan seluruh kekesalannya kang Maruli melunak,meminta kepada Toing jangan tergesa - gesa mencari Murno.Kapan - kapan saja juga boleh.Namun Toing sepertinya tidak mau mendengar perkataan kang Maruli bosnya itu.Sore hari ia mencari Murno ke terminal Cicaheum.
" Kamu sendirian akan mencari Murno,Toing ? ", tanya Dono melihat Toing tidak pulang ke rumahnya.
" Iya ", sahut Toing.
Dono memandangi wajah Toing.Ada kekhawatiran kepada Toing bila Murno tidak mau menerima disusuli.Murno akan membabi-buta menghajar Toing." Kalau menurut saya ucapan Kang Bos itu tadi, jangan buru-buru mencari Murno...Ini masalah Murno dengan Baim,kamu jangan ikut campur terlalu jauh...bila Murno mengajak berkelahi kamu belum tentu berani ", kata Dono,merendahkan dan ia bermaksud menakut-nakuti Toing.
Toing sadar,ia sedang ditakut-takuti keberaniannya oleh Dono." Memangnya kamu pernah melihat Murno sedang berkelahi ? ", tanya Toing kepada Dono.
" Belum ", sahut Dono.
" Belum melihat kok sudah bicara mengagulkan Murno...", balas Toing.Membesar-besarkan sesuatu yang belum diketahui secara pasti itu bohong.Jangan menjunjung orang dengan kebohongan,itu hanya membuat orang terkenal tanpa prestasi.
" Saya melihat badan Murno bertatoo ", ujar Dono.
Toing tertawa, ia melihat Dono seperti seorang stand up komedi di atas panggung." Kamu jangan sok tahu... badan bertatoo bukan sebuah ukuran pandai berkelahi atau ditakuti orang se kota ".Kemudian ia meninggalkan Dono,berjalan ke sebuah Selter bus,menunggu bus DAMRI datang.Jurusan Cibeureum-Cicaheum.
Dono setelah berbicara dengan Toing merencanakan untuk menemui Murno di rumahnya,di daerah buah Batu,secara sembunyi-sembunyi.Ia tidak mau pertemuan kedua diketahui oleh kawan-kawannya.Dengan hati riang ia pergi ke rumahnya Murno.
__ADS_1
" Rupanya kamu, saya kira siapa ? ", ujar Murno melihat Dono datang,ia nampak sedikit terkejut." Saya gagal membantu kamu ", ujar Murno lagi," Ada anak lain yang membantu dia.... saya tidak tahu hubungan dia apa dengan Baim ".
Dono melihat wajah Murno sebelah kanan ada bengkak-bengkak.
" Nih----kamu lihat wajah saya...bengkakan ? Saya berkelahi dengan anak yang membela Baim ", kata Murno meyakinkan agar Dono percaya," Tapi saya masih menang,wajah anak yang membela Baim lebih bonyok dari wajah saya ".
Dono terkagum-kagum mendengar perkataan Murno sambil memperlihatkan wajahnya sebelah kanan yang lebam.
" Hebat kamu,Murno ", ucap Dono.
" Apa kamu mengenal anak yang membela Baim ? ", tanya Murno.Nyalinya menjadi ciut bila mengingat perkelahiannya dengan Toing beberapa waktu lalu.
" Tidak tahu", jawab Dono.Memperhatikan Murno seperti sedang menyembunyikan sesuatu.Ia jadi bertanya-tanya.Ingin rasanya untuk segera dapat tahu perihal apa yang disembunyikan Murno,tapi ia juga takut perasaan Murno tersinggung dan merusak hubungan pertemanannya.
" Kamu jangan berbohong kepada saya , kata seorang kawan yang membela Baim itu juga anak buah Kang Maruli... ", Murno mulai mengorek keterangan mencari tahu siapa yang membela Baim." Kamu juga anak buah kang Maruli, pastinya sudah tahu siapa yang membela Baim ".
Murno tertawa, lalu katanya," Karena itu kamu sekarang datang ke rumah saya ? ", membuat Dono jadi gelisah.
" Tapi saya datang bukan untuk itu...saya hanya ingin tahu apakah Baim Sudah diberi pelajaran ", sahut Dono,dalam kegelisahan ia bisa memberi alasan.
Murno mengalihkan pandangannya ke sebuah kalender yang tergantung di dinding,melihat ada angka 14 dilingkari garis merah.Tanggal itu yang menandakan ia menerima permintaan tolong dari Dono untuk memberi pelajaran agar Baim berubah mau menjadi anakbuahnya.
Pengalaman berkelahi dengan yang membela Baim,bila diingat , ia jadi enggan dan telah menyesali perbuatan kasar itu ." Saya sudah melakukan sesuai keinginan kamu------selanjutnya bukan urusan saya ", ujar Murno,ia melepas tanggung jawab yang kemungkinan muncul dari perbuatannya kepada Baim.
Dono tertegun beberapa menit.Ia juga bertanya-tanya,kenyataan berlainan dari apa yang sudah diperbuat.Kemudian ia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Murno sambil menyiramkan harapan mencari tahu siapa yang membela Baim waktu itu." Akan segera saya informasikan begitu mendapat kabar siapa yang membela Baim ", kata Dono,membuat ia dengan mudah lepas dari kecurigaan Murno.
__ADS_1
" Cepat kamu cari tahu ya ", sahut Murno.Kemudian ia mengutarakan ciri-ciri orang yang selalu menghindar dari pukulannya.Ia mengakui permainan kanuraganya yang dimiliki belum seberapa dibandingkan dengan kanuraga yang dimiliki orang itu.
Sebelum pergi Dono berjanji untuk segera memberi informasi kepada Murno.
Dono bertanya-tanya kiranya siapa yang menolong Baim Tempo hari itu.Ia mencoba mencari tahu lewat beberapa orang teman namun tidak ada yang memberi kabar jelas.Bertanya kepada Toing ? Dono tidak yakin.Kemudian,setelah ia berpikir panjang mencoba mendekati Baim, ia yakin Baim bersedia menjelaskan siapa yang menolongnya dari gangguan Murno.Sebelum setor uang koran kepada Kang Maruli ditanyanya Baim.
" Kata orang kamu ada yang membela waktu diganggu oleh Murno,ya ? " tanya Dono.
" Iya " jawab Baim dengan bangga
" Siapa yang membela kamu ? ", tanya Dono.
" Toing ", jawab Baim.
Dono terkejut,ia seperti tersengat lebah mendengar Toing telah membantu Baim.Mengingat-ingat wajah Toing tidak ada yang lebam bekas pukulan Dono menyimpulkan perkataan Murno itu ada bohongnya.
Terdengar Baim membanggakan Toing,ia menceritakan perkelahian itu.Dono hatinya menjadi gusar,takut Murno berkata terus terang bila nanti Toing bisa menemukan dan menekan Murno.
Rasa ketakutan itu selalu hadir dan membuat Dono tidak berani datang untuk mengambil dagangan koran.Bila bertemu dengan Toing, Baim dan beberapa kawan sesama pedagang koran hati Dono berdebar.
Terbayang wajah kawan-kawannya masam mencemooh perbuatan tidak bagus bersama Murno.Kamu sangat jahat,tidak pantas berkawan dengan kami ! Terdengar di telinga hardikan seorang kawan..
Dono berusaha menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangan,ia tak mau mendengar bisikan-bisikan kemarahan seperti menghakimi dirinya.Namun baru saja ia berhasil menutup suara,mendadak wajah-wajah semua kawan,dan wajah kang Maruli,hadir di pelupuk mata silih berganti.
Dono akhirnya mengurung diri di kamarnya sampai beberapa hari.Sampai kawan-kawannya datang mencari karena rindu sebagai sahabat.
__ADS_1
Di tempat biasa berdagang koran,kawan-kawan Dono hangat membicarakan kegigihan Toing mencari Murno.Toing berpikir ada sebuah kejanggalan dalam kejadian pemukulan terhadap Baim Tempo hari itu.Toing akan memberi pelajaran terhadap anak-anak yang mengusik ketenangan Baim berdagang koran.
Mendengar kabar tentang Toing rasa takut Dono semakin menjadi-jadi.