
Brak!
Ashley menutup pintu kamar dengan sangat kuat saat baru saja selesai berbicara dengan Kendrick barusan.
"Apa-apan dia? Dia bukan hanya pria dingin tapi arogan juga, menyuruh-nyuruhku menjadi sekretaris pribadinya!" umpat Ashley, sambil menaruh ikat rambutnya di atas meja.
Yaps, tadi siang, Kenny dan Kevin membujuk Kendrick untuk menjadikan Ashley sebagai Sekretaris, menggantikan Rosa. Bukannya menolak, pria itu malah mengiyakan usulan si kembar tanpa bertanya terlebih dahulu pada Ashley.
Ashley begitu kesal, lantas menolak dengan tegas permintaan kedua anaknya. Namun saat melihat pancaran mata si kembar yang memelas, Ashley dilanda dilema.
"Apa Mommy tidak takut kalau Sekretaris baru Daddy menjadi pelakor? Kami tidak mau Mommy menjadi janda." Kenny memanyunkan bibir.
"Iya, Mommy, lebih baik Mommy saja yang menjadi Sekretaris pribadi Daddy, kasihan Uncle Max, dia pasti sekarang sedang kesusahan mencari Sekretaris Daddy." Kedua mata Kevin memancarkan kesedihan.
Ucapan kedua anaknya itu, terngiang-ngiang di benak Ashley sekarang.
Akhirnya Ashley terpaksa mengiyakan perkataan Kenny dan Kevin. Dan berharap nanti sore, dapat bernegosiasi bersama Kendrick. Namun, sejak tadi sore, pria itu selalu menghindarinya, beralasan sedang sibuk memeriksa laporan rapat minggu yang tertunda akibat Rosa.
Malam harinya, setelah si kembar tertidur pulas. Akhirnya Ashley dapat berbicara berduaan dengan Kendrick. Akan tetapi lagi dan lagi perkataan suaminya beberapa menit lalu, membuat Ashley tak bisa berkutik sedikitpun.
Flashback on
"Ashley, terima saja tawaranku, lagipula gaji Sekretaris lebih besar dari staff karyawan, apa kau mau membuat si kembar melakukan sesuatu yang merugikan oranglain lagi?" Kendrick berkata dengan mimik muka datar.
Ashley heran. "Apa maksudmu?
"Coba kau pikir-pikir, kejadian tadi siang menurutku ulah si kembar, sepertinya mereka sengaja memberikan makanan beracun pada Rosa? Karena kemarin Kenny dan Kevin tidak sengaja melihat Rosa menggodaku."
Ashley semakin bingung.
"Makanan beracun? Kenny dan Kevin tidak mungkin memiliki niat jahat seperti itu. Mereka masih kecil Ken, lagipula apa keuntungannya untuk mereka?"
"Tentu saja ada bagi mereka. Kau ingat? Kemarin Darla ada memberimu hadiah semur jengkol kan?"
Ashley mengangguk, dengan kening berkerut samar.
"Apa kau lupa? Kemarin kalian bertiga sakit perut saat menyantap sedikit semur jengkol itu. Dan tadi Rosa mengatakan aku memberi dia makanan, padahal tidak ada."
Ashley teringat kemarin, ia dan si kembar bolak-balik toilet karena menyantap makanan pemberian Darla. Dia menyesal tak mengikuti kata mertuanya untuk menolak pemberian Darla. Lagipula Ashley tidak tahu kalau itu semur jengkol, makanan yang rasanya sangat aneh di lidahnya.
"Tentu saja ada, sebagai seorang anak mereka tidak mau melihat Mommynya terluka. Maka dari itu mereka membuat kegaduhan dengan menjadikan Rosa tumbal." Sambung Kendrick lagi.
Ashley terpaku sejenak, baru paham akan pemikiran Kendrick. "Kasihan sekali Rosa."
"Untuk apa kasihan dengannya, lagipula itu salahnya. Kalaupun Maximus mendapatkan pengganti Rosa, mungkin saja akan menjadi sasaran si kembar lagi. Sudahlah mulai besok pagi kau harus menjadi Sekratarisku!"
Sebelum Ashley memberi tanggapan, Kendrick sudah melenggang dari hadapannya.
__ADS_1
Flashback Off
Ashley mendesah kasar. Mau tak mau mengiyakan perintah Kendrick. Apalagi tadi sebelum menidurkan Kenny dan Kevin. Kedua putranya ingin Daddy dan Mommy selalu romantis di depan mereka.
"Semoga saja besok aku bisa berkerjasama dengan pria gila itu." Ashley naik ke tempat tidur lalu merebahkan dirinya dan mulai memasuki ruang mimpi.
*
*
*
Pagi pun tiba. Seperti biasanya Ashley memulai aktivitasnya di pagi hari dengan memasak dan membuat bekal untuk si kembar. Serta menyiapkan makanan untuk mereka sarapan. Ashley tak pernah membangunkan Kenny dan Kevin sebab mereka adalah anak-anak yang mandiri, akan bangun sendiri tanpa di suruh.
Setelah semua selesai. Ashley, Kendrick, Kenny dan Kevin berangkat bersama-sama ke sekolah lagi atas permintaan kedua anaknya. Ashley menaruh rasa curiga atas permintaan si kembar akhir-akhir ini. Pasalnya mereka terlalu manja. Yang maunya setiap hari di antar oleh orangtuanya. Akan tetapi, Ashley menepis semua pikiran negatifnya seketika.
"Hari ini Mommy berkerja jadi Sekretaris Daddy kan?" Kevin tengah duduk di pangkuan Kendrick sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Kendrick.
Kendrick mengusap pelan pipi gembul Kevin. "Iya, mulai hari ini Mommy berkerja menjadi Sekretaris Daddy."
Kevin menegakkan punggung, lalu melihat ke arah kaca spion di bagian tengah mobil. "Yei! Uncle Max dengar sendiri Kan? Mommy jadi Sekretaris Daddy, jadi Uncle Max tidak perlu mencari lagi penganti Aunty Rosa!"
Maximus membalas hanya dengan mengulas senyum.
"Mom, hari ini kami berdua memiliki pelajaran tambahan di Sekolah, jadi kemungkinan pulangnya malam, kemarin kami mendaftar pelajaran Fisika Nuklir?" Kenny mendongak, melihat Mommynya tengah menatap ke depan, memperhatikan lalu lalang kendaraan di jalan raya.
"Hehe, sepertinya seru, tidak hanya Fisika nuklir Mom, kami juga mengambil pelajaran Seni rupa!" Kevin menimpali Kenny.
Ashley menghela napas pelan. Melihat raut kebahagian terlukis di wajah Kenny dan Kevin.
"Baiklah, tapi jangan sampai kalian kelelahan, pandai-pandailah membagi waktu ya," ucap Ashley sambil mengelus rambut tebal Kenny.
"Oke, Mommyku yang cantik!" ucap Kenny dan Kevin serempak tanpa sadar lalu terkekeh sejenak.
Ashley tersenyum lebar, melihat kedua anak-anaknya nampak bahagia sekarang. Tanpa sengaja matanya bertubrukan langsung dengan mata Kendrick yang saat ini tengah memperhatikannya juga.
Apa kau lihat-lihat?
Ashley melototkan mata ke arah Kendrick. Sementara Kendrick malah membuang muka ke arah jendela.
Di depan kemudi, Maximus diam-diam mengamati tingkah laku keempat manusia itu dari kaca tengah mobil.
Selang beberapa menit. Kendaraan mewah bergaya Eropa milik Kendrick telah sampai di Sekolah International terkenal di Kota LA (Los Angeles). Kenny dan Kevin melambaikan tangan kepada kedua orangtuanya sebelum memasuki pekarangan Sekolah.
"Bye Daddy, Bye Mommy!!" seru Kenny dan Kevin serempak lalu kemudian berlarian ke dalam bangunan megah itu.
Setelah punggung Kenny dan Kevin menghilang di gerbang Sekolah, Ashley melirik sinis Kendrick.
__ADS_1
"Aku turun di sini saja!"
"Siapa yang menyuruhmu turun?" tanya Kendrick.
"Tidak ada, aku tidak mau diturunkan di tengah jalan lagi, aku akan naik bus dari sini." Ashley hendak mengambil tas kerja yang berada di samping tubuhnya.
"Jalan Max!" titah Kendrick seketika.
Maximus menurut langsung mengemudikan mobil berwarna hitam itu. Mengabaikan teriakan Ashley yang menggema di dalam sekarang.
"Max! Hentikan mobilnya!" Ashley menggeram sebal, menatap tajam Maximus melalui kaca tengah. Lantas mengalihkan pandangan ke samping."Kendrick! Kau tuli atau apa? Turunkan aku sekarang!"
Enggan menyahut, Kendrick malah tersenyum smirk sambil menopang dagunya lalu memutar wajah ke jendela mobil, melihat pemandangan kota LA.
Kesabaran Ashley sudah habis, rahangnya mengeras tiba-tiba, menatap tajam tanpa mengalihkan pandangan mata dari Kendrick sedari tadi.
"Kendrick! Mengapa kau selalu membuatku kesusahan? Apa pekerjaanmu sekarang adalah mengangguku? Sebenarnya apa maumu!? Mengapa kau sangat menyebalkan?!" Ashley setengah berteriak.
Kendrick bergeming. Tak ada pergerakan sama sekali dari pria itu, menganggap Ashley hanyalah patung saat ini.
"Kendrick! Kau pria gi–hmmff!
Kedua mata terbelalak Ashley kala Kendrick mengecup bibirnya dengan sangat kuat tiba-tiba.
"Berisik!" Kendrick menjauhkan wajahnya lalu mengusap cepat bibirnya yang terkena lipstik Ashley.
Ashley tertegun sejenak, nafasnya sangat memburu. "Kenapa kau menciumku!?"
"Agar kau tidak berisik lagi, itu satu-satunya cara agar kau diam," ucapnya.
Ashley mendengus. "Tapi kan kau bisa menutup mulutku pakai tangan!" protesnya sambil mengambil tisu di dalam tas lalu mengusap-usap kasar bibirnya, berusaha menghilangkan jejak ciuman Kendrick.
"Bibirku sudah ternodai gara-gara kau!" Ashley memasang wajah kesal, tanpa menghentikan gerakan tangannya masih mengusap-usap bibir.
Mengabaikan gerutuan Ashley, Kendrick mengalihkan pandangan ke luar jendela mobil lagi. Entah apa yang pria itu pikirkan. Detik selanjutnya ujung bibirnya terangkat sedikit.
Kenny
Kevin
...****************...
...Sedikit informasi, pendidikan di luar negeri, anak-anak bisa mengambil pelajaran sesuai keinginan dan minat mereka. Berbeda dengan di Indonesia, semua mata pelajaran harus diikuti 🙂...
__ADS_1