Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Bersamamu (21++)


__ADS_3

...WARNING!!!...


...21++++...


...YANG BELUM CUKUP USIA, SEGERA MENJAUH!...


...BANYAK KATA-KATA YANG AUTHOR HILANGKAN, AGAR BISA LULUS REVIEW...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ken..."


Ashley membeku sesaat sembari meneguk ludah berulang kali kala Kendrick mulai melepas kancing bajunya perlahan-lahan. Detak jantung Ashley semakin berdegup cepat. Otot-otot tubuhnya tiba-tiba kaku dan sangat sulit untuk digerakkan. Ingin menolak namun, hati berkata lain.


Tak sahutan. Keheningan pun tercipta sejenak di kamar berwarna putih itu. Ashley masih bergeming di posisi semula. Saat ini pikiran dan gejolak batinnya tengah berperang.


"Ken, aku–"


"Shft!"


Setelah berhasil melepas kancing kemeja Ashley Kendrick menarik langsung pinggang istrinya kemudian menyingkap kain yang menempel ditubuh Ashley, sehingga menampakkan punggung putih pualamnya. Jakun Kendrick terlihat naik dan turun tengah menahan gairah yang sudah berada di ubun-ubun.


Seperti ada sengatan listrik, napas Ashley tak beraturan tatkala tak ada jarak di antara keduanya sekarang.


"Ken, aku capek bes–umf..."


Belum juga Ashley mengeluarkan pendapat. Kendrick sudah membungkam bibirnya dengan lembut dan pelan. Ashley terbawa suasana, tanpa sadar menutup kelopak matanya.


Kendrick sangat bersemangat. Gairah yang sempat tertunda kemarin akhirnya dapat ia tuntaskan sekarang.


Satu menit pun berlalu, Kendrick masih mencumbu bibir istrinya itu. Ashley pun terbuai pula dengan perlakuan Kendrick saat ini.


Melepas pagutan seketika, Kendrick berkata,"Terima kasih, Honey." Lalu menangkup kedua pipi Ashley.


Dahi Ashley berkerut samar ketika Kendrick tiba-tiba menjauhkan wajah kemudian mengucapkan kata terima kasih dan memanggilnya dengan sebutan 'Honey'. Secara perlahan ia membuka mata, melihat Kendrick tengah menatapnya dengan sangat dalam.


"Untuk apa?" Ashley mengatur napas sejenak. Tanpa berniat mengalihkan pandangan dari bola mata suaminya berwarna biru pekat seperti hamparan laut. Kedua mata yang selalu membuat dirinya terhipnotis setiap kali bertatapan.


Kening Kendrick dan Ashley saling menempel. "Untuk semuanya, karena dirimu aku bisa memiliki dua anak laki-laki yang cerdas. Apa aku boleh berterima kasih dengan Unclemu. Karena berkat dia, aku dapat bertemu denganmu. Aku sangat mencintaimu, Ashley, kaulah pemilik hatiku sekarang," ucapnya dengan tulus.


Semburat merah terpatri jelas di kedua pipi Ashley. Tak mengira Kendrick bisa melontarkan sebuah kalimat-kalimat romantis yang berhasil meluluh lantahkan hatinya kini.


"Aku juga mencintaimu, Ken. Bagaimana dengan Viola?" Ashley hanya ingin memastikan, apa Viola tak ada lagi di singgasana hati Kendrick. Mengingat wanita itulah yang dulu pernah membuat Kendrick menjadi gila.


"Dia hanya masa laluku, tak ada lagi namanya di hatiku, bisakah kita memulai lagi dari awal, Ashley. Mari kita mengarungi pernikahan bersama-sama, sampai anak-anak kita beranjak dewasa nanti. Aku minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat dulu kepadamu. Aku benar-benar minta maaf, Honey. Apa kau mau memaafkanku?"


Ashley mengulum senyum. Mendengar ungkapan hati Kendrick penuh penekanan dan membuatnya percaya kalau di hati suaminya, sudah tak ada lagi nama Viola.


"Tentu saja, aku sudah memaafkanmu, Ken." Terkekeh sejenak saat panggilan namanya berubah menjadi 'Honey' sekarang. "Jadi namaku Honey sekarang?"


Melihat binar kebahagiaan di wajah Ashley, jantung Kendrick semakin berdetak kencang. "Iya, aku akan selalu memanggilmu Honey, karena senyummu manis seperti gula."


Ashley semakin tersipu malu. Dia membuang muka ke samping, tertawa pelan. Karena Kendrick yang sedingin es bisa juga menggombal.


"Maka dari itu, anggaplah malam ini, malam pertama kita, Honey." Kendrick berbisik pelan di telinga Ashley.

__ADS_1


Hembusan napas Kendrick mengenai pipi Ashley. Secara bersamaan pula kegugupan melandanya seketika.


Ashley membeku di tempat.


"Apa kau takut?" tanya Kendrick sambil membuka kemeja cepat Ashley dan membuang ke segala arah.


Ashley menoleh, anggukan pelan sebagai balasan pertanyaan Kendrick.


Kendrick tersenyum tipis. "Tenanglah, aku janji akan pelan-pelan."


Ashley enggan menyahut. Sejujurnya trauma yang ia alami masih membekas dibenaknya. Apalagi sewaktu itu Kendrick sangatlah kasar dan brutal. Kecupan pelan di bibirnya, menjadikan Ashley menutup matanya lagi.


Kendrick melabuhkan cium@n dibibirnya sembari menggendong Ashley seperti bridal style lalu melangkah cepat menuju tempat tidur.


Ashley mengalungkan tangan di leher Kendrick. Merasa berada di negeri awan kala tubuhnya di angkat seketika.


Sesampainya di tepi ranjang, secara perlahan Kendrick merebahkan Ashley di kasur empuk tanpa melepaskan pagutan.


Ashley membuka mata saat Kendrick menjauhkan wajah. Melihat Kendrick tengah membuka cepat jas, kemejanya dan celana lalu melempar senyum lebar kepadanya. Dia memalingkan muka ke samping tatkala melihat Kendrick mulai membuka kain terakhir berbentuk segitiga. Tak sengaja ekor mata Ashley melihat benda besar dan panjang nan berbisa menyembul keluar.


Oh my God! Pantas saja aku kesakitan waktu itu.


Ashley menarik napas panjang-panjang menetralisir kegugupannya. Sampai-sampai ia memejamkan matanya sembari mencengkram sprei kasur.


"Honey, open your eyes," ucap Kendrick sambil naik ke tempat tidur lalu melepaskan semua kain yang menempel di tubuh Ashley.


Ashley diam saja. Tak bersuara dan tak membuka mata. Dia bagaikan sebuah patung manekin yang tak berdaya. Apalagi hawa dingin masuk ke dalam pori-porinya ke kulitnya, yang artinya sekarang Ashley sudah benar-benar polos.


Kendrick tersenyum jahil, melihat Ashley nampak ketakutan. Secepat kilat ia membuka paha Ashley lalu memandangi setiap inci lekukan tubuh istrinya, dari wajah, leher, dada, perut, pinggul, paha dan terakhir betis.


Hanya ada suara mesin AC sedang berkerja untuk mendinginkan ruangan.


Dahi Ashley berkerut kuat saat tak merasakan tak ada pergerakan di sekitar. Secepat kilat membuka mata, melihat Kendrick tengah menatapnya.


"You're so beautiful, Honey," ucap Kendrick dengan suara berat, kemudian memeluk Ashley dan melabuhkan sebuah kecupan pelan di bibir.


Sementara, Ashley sudah pasrah. Ternyata Kendrick menepati janjinya. Pria itu memberikan sentuhan dengan penuh kelembutan. Hingga membuat Ashley mengeluarkan suara pelan.


"Ken, please, stop,...." lirih Ashley dengan mata terpejam. Saat kecupan Kendrick sekarang turun ke leher jenjangnya. Namun, Kendrick seakan tuli. Pria itu malah semakin bersemangat dan kecupan sekarang turun ke dadanya.


"Ken! Stop!"


Tubuh Ashley melengkung ke atas ketika Kendrick bermain di area tersebut. Nafas wanita itu tersengal-sengal. Tak mampu menahan sensasi geli bercampur nikm@t. Dia berkicau-kicau sendiri sambil memanggil nama Kendrick. Sementara, Kendrick sedari tadi tak diam juga. Kedua tangannya sudah bergerilya kemana-mana.


Selang beberapa menit, Ashley terkulai lemas akibat permainan Kendrick barusan yang membuatnya terbang ke nirwana sejenak.


"Apakah sudah?" tanya Ashley dengan nafas tersendat-sendat, melihat Kendrick sedang menjauhkan jari-jemari dari inti tubuhnya sekarang.


Kendrick terkekeh pelan. "Belum, Honey. Ini baru pemanasan."


Gleg!


Ashley meneguk ludah dengan susah payah.


Kendrick membuka lebar paha Ashley, lalu mulai mengambil posisi badan, kemudian menyatukan jari-jemarinya ke jemari Ashley.

__ADS_1


Ashley terdiam lagi.


"Honey, jangan takut, aku akan memperlakukanmu dengan lembut," ucap Kendrick lalu mengecup kening Ashley dan memajukan pinggulnya ke inti tubuh istrinya.


Detik selanjutnya, tempat tidur itu bergoyang-goyang, bersamaan pula suara Ashley bersahut-sahutan di ruangan.


Kendrick membawa Ashley mengarungi samudra kenikmatan. Pria itu menghentak-hentakkan tubuhnya semakin dalam dan lebih cepat. Tubuh Ashley sudah bergerak-gerak kemana-mana, dia terbuai nikmat akan perlakuan sang suami.


Kendrick menghujam tubuh istrinya berkali-kali sampai pagi menjelang.


Waktu menunjukkan pukul lima pagi. Erangan berat terdengar dari mulut Kendrick. Karena untuk kesekian kalinya menyemburkan benih ke rahim istrinya.


"I love you so much, Honey," ucap Kendrick lalu menjatuhkan kepalanya di dada Ashley.


Ashley meraup udara di sekitarnya. Kemudian membelai pelan rambut Kendrick. "I love you more, Honey."


Kendrick mengangkat punggungnya, seulas senyum lebar terukir di wajahnya. "Terima kasih, Honey, sekarang ayo kita tidur. Kau pasti capek," ucapnya sambil menyeka peluh di kening Ashley.


Ashley mengangguk pelan.


Kendrick bergeser ke samping lalu memeluk istrinya. "Tidurlah." Mengecup lagi dahi Ashley kemudian mendekap erat tubuh sang istri.


Ashley menelusupkan wajahnya ke dada Kendrick dan mulai menutup perlahan kedua matanya.


*


*


*


Matahari pun mulai muncul menyinari seluruh kota Los Angeles dan seisinya. Kendrick melenguh saat getaran ponsel di bawah tempat tidur mulai mengusik mimpinya. Dengan cepat ia membuka mata, melihat Ashley membelakanginya, punggung halus dan putih menjadi pemandangan pertama Kendrick.


Kendrick tersenyum sejenak lalu melabukan kecupan di punggung Ashley Setelah itu meraih selimut dan menutupi tubuh istrinya seketika.


Tak mau menganggu tidur Ashley, Kendrick bergerak pelan, turun dari atas ranjang, hendak mengambil ponsel.


Kendrick menaikan alis mata kala melihat nama Mommynya menghiasi layar ponsel.


"Hallo, ada apa Mom?" tanya Kendrick sambil melilitkan handuk kecil di pinggang.


"Cepatlah pulang, Viola membuat masalah di mansion," ucap Lily dari sebrang sana.


Mendengar nama Viola di sebut, raut wajah Kendrick berubah dingin.


"Apa harus sekarang, Mom?" Kendrick memutar kepala, melihat Ashley masih tertidur pulas.


Helaan napas berat terdengar di sana. "Right now! Hurry up, Ken!" Setelah itu Lily memutuskan sambungan secara sepihak.


Kendrick berdecak sebal.


Apalagi yang dilakukan Viola sekarang, argh!


...****************...


...Right now! Hurry up, Ken : Sekarang juga! Cepatlah, Ken!...

__ADS_1


__ADS_2