Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Was-Was


__ADS_3

Malam pun tiba, Ashley dan Kendrick serta kedua anak-anaknya tengah makan malam bersama di ruang makan. Binar kebahagian tergambar sangat jelas di wajah pasangan suami istri itu. Sampai-sampai para maid yang berdiri tak jauh dari mereka merasa iri terhadap Ashley. Namun, mereka menyimpan semua kedengkian itu cukup di dalam hati saja karena mereka masih mau mencari rezeki di mansion megah ini. Para maid hanya dapat mengagumi Kendrick di relung hatinya.


"Mommy, aku mau makan dessert ice cream!" sahut Kevin setelah menghabiskan hidangan utama barusan.


Ashley menoleh, mengulas senyum sejenak, lalu berkata sambil bangkit berdiri' mengambil es krim di wadah bulat. "Iya sayang." Dengan hati-hati ia meletakkan es krim rasa coklat itu ke piring kecil.


"Terima kasih, Mom!" Kedua mata Kevin berbinar-binar, melihat makanan berbentuk cair di hadapannya. Secepat kilat ia menyambar sendok di sisi kanan kemudian mulai menyantap makanan pencuci mulut tersebut.


"Kenny, tidak mau es krim?" Ashley beralih menatap Kenny yang masih mengunyah spagheti-nya saat ini.


Sebelum berkata, Kenny mengambil gelas dan meneguk air putih sejenak. "Aku bisa mengambil sendiri nanti, Mom."


"Baiklah." Ashley tersenyum simpul, melihat anak sulungnya amat mandiri. Meskipun begitu dia tak membeda-bedakan kedua buah hatinya. Sebab si kembar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


"Honey, tolong ambilkan aku es krim juga!" celetuk Kendrick seketika dengan nada sedikit manja.


Ashley melirik sekilas, menggeleng pelan sebentar kemudian mulai menuangkan es krim ke piring Kendrick yang ternyata sudah dipersiapkan dirinya dari tadi.


"Apa segini cukup?" tanya Ashley tanpa memudarkan senyuman.


"Tambah sedikit lagi." Kendrick pun menyunggingkan senyuman sambil mengedipkan mata centil kepada Ashley.


Mata Ashley mendelik sejenak. Lalu mulai duduk kembali setelah meletakkan es krim di piring sang suami.


Sementara, si kembar yang memperhatikan interaksi antara kedua orangtuanya itu, melemparkan pandangan satu sama lain. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini.

__ADS_1


Makan malam pun kembali berlanjut.


"Mom, besok kami akan ada study tour ke museum!" Tanpa sadar Kenny dan Kevin membuka suara bersama-sama.


"Tidak ada yang boleh ke museum besok!" sela Lily tiba-tiba. Terdengar bunyi hentakan heels beradu dengan lantai membuat keluarga kecil di ruang makan itu, menoleh ke sumber suara.


Dahi Kendrick, Ashley dan si kembar berkerut kuat hingga tiga lipatan kini kala mendengar perkataan Lily barusan.


"Kenapa tidak boleh Mom?" tanya Kendrick, heran.


Bukannya langsung menjawab, Lily malah menekan alat kecil di telinganya.


"Masuk!"


"Apa-apaan ini Mom?" Kendrick beranjak dari tempat duduk, meminta penjelasan atas semua pertanyaan yang bersarang di benaknya sekarang.


"Selepas makan malam kita akan berbicara. Sambil menunggu kedatangan Maximus, sekarang habiskanlah makanan kalian." Lily menatap Kendrick dan Ashley secara bergantian.


Ashley mengangguk cepat. Sementara Kendrick memicingkan mata, menatap penuh tanda tanya.


Mengapa perasaanku tidak enak ya.


Batin Ashley sesaat.


"Kalian jaga mansion ini sekarang, sepuluh orang di dalam, sepuluh orang di luar, mengerti!" titah Lily tanpa memutar badan.

__ADS_1


"Baik' Nyonya!" sahut mereka serempak kemudian bergegas menempati posisi masing-masing.


"Wow keren!"celetuk Kevin sejenak, mengagumi pria berperawakan tinggi dan besar berdiri tegap berjarak enam meter dari mereka saat ini.


*


*


*


"Apa? Bagaimana bisa Viola bisa kabur?" tanya Ashley, kaget.


Kendrick pun terkejut, setelah Maximus mengatakan kalau Viola melarikan diri dari penjara barusan.


Maximus dan Lily saling melemparkan pandangan sesaat.


Saat ini keempat orang dewasa tersebut berada di lantai dua, ruang khusus.


"Bisa saja, Viola sangat manipulatif. Dia suka menggelabui lawannya. Dia bisa kabur, di bantu polisi yang bertugas penjara dengan menggunakan tubuhnya. Sama seperti Alejandro waktu itu, pria yang ditugaskan Nyonya Lily untuk menjaganya, tapi lenggah juga akhirnya. Viola selalu cerdik dan licik, Nona, berhati-hatilah pada wanita itu. Saat ini Polisi masih menyusuri kota Los Angeles, mencari keberadaan Viola," jelas Maximus panjang lebar.


Ashley dan Kendrick melirik sekilas.


"Maka dari itu, Mommy mohon mulai detik kalau Kenny dan Kevin mau keluar atau berangkat sekolah harus ditemani para bodyguard, Mommy tidak mau si kembar terluka." Lily menatap Kendrick dan Ashley bergantian. Teringat beberapa hari lalu' mendengar cerita dari Maximus kalau Viola mengancam Ashley. "Dan untukmu Ashley, kalau kau mau keluar harus di temani Kendrick atau Maximus juga, mengerti?"


Perasaan tak nyaman mulai menyelimuti hati Ashley tiba-tiba. Dia membalas ucapan Lily dengan mengangguk pelan. "Iya, Mom," sahutnya kemudian.

__ADS_1


__ADS_2