Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Jangan Menyebut Namanya Lagi


__ADS_3

"Kenapa Ken?" tanya Ashley sambil berjalan mendekati Kendrick dan maid.


Ashley mengerutkan dahi saat mendengar suara teriakan Kendrick dari dalam mansion. Ia sedang berjalan-jalan di taman belakang karena ingin menenangkan hatinya yang terbakar cemburu ketika teringat Kendrick dan Viola berjalan berduaan di mall tadi.


"Ashley! Dari mana saja kau!?"


Kendrick menghampiri Ashley kemudian mencekal pergelangan tangan istrinya. Rahang pria itu terlihat mengeras, tengah menahan amarah di relung hatinya kala teringat Ashley pulang bersama George.


"Awh! Lepaskan aku, Ken. Tadi aku di taman belakang sedang berjalan-jalan, kenapa?" tanya Ashley dengan kening berkerut kuat.


Ashley melemparkan pandangan kepada Maid tengah kebingungan juga di ujung sana.


Enggan menyahut, Kendrick hanya diam saja dengan nafas yang memburu kuat. Sementara Maid berlalu pergi dari ruangan karena tak mau ikut campur urusan majikannya.


Melihat kepergian Maid, Ashley berusaha mengibas-ibaskan tangan Kendrick. "Ken, lepas!"


"Di mana si kembar? Kenapa kau pulang bersama George?!" tanya Kendrick beruntun.


Ashley semakin bertambah bingung atas sikap Kendrick. "Si kembar sedang pergi bersama Reza dan Rita barusan. Pas di mall aku tidak sengaja bertemu George. Dia menawarkan aku tumpangan. Tenanglah, aku tidak membocorkan hubungan tentang kita pada rekan bisnismu itu," jawabnya.


"Tumpangan? Pasti kau janjian dengannya kan? Ada hubungan apa kau dengannya?!" Rasa cemburu di dalam dada Kendrick semakin berkobar.


"Kau kenapa sih? Aku dan George hanya sebatas teman kerja!" jawab Ashley dengan ketus. Sebab Kendrick menuduhnya lagi tanpa alasan yang jelas.


"Cih! Pembohong!" Kendrick menarik tangan Ashley seketika lalu menuntunya ke ruangan lain.


"Ken! Lepaskan aku! Kau mau apa?" Ashley nampak ketakutan saat Kendrick menyeretnya paksa ke lantai atas.

__ADS_1


Kendrick tak menyahut. Malah mengangkat tubuh Ashley seperti bridal style dan mengabaikan suara teriakan Ashley menggema di lantai satu.


"Kendrick! Turunkan aku! Kau mau apa?"


Ashley was-was saat Kendrick melayangkan tatapan dingin sekarang. Sedari tadi ia tengah memberontak di dalam gendongan suaminya. Berharap Kendrick dapat melepaskannya. Namun, Kendrick mengindahkan perkataannya. Pria itu hanya diam saja, tak berniat mengubris ucapannya.


Sesampainya di lantai tiga, lorong menuju kamar Kendrick. Perasaan Ashley bercampur aduk. Takut dan was-was melandanya seketika, menebak jika Kendrick akan melakukan sesuatu padanya.


"Ken! Kau mau apa?!!" teriak Ashley di kamar pintu Kendrick.


Kendrick tersenyum tipis, melihat mimik muka Ashley ketakutan. "Aku ingin memberimu pelajaran karena sudah lancang berjalan bersama pria lain," ucapnya sambil berusaha membuka gagang pintu.


"Ha?" Ashley melonggo sekaligus was-was. "Apa maksudmu!? Lepaskan aku, Ken!" Pintanya kala Kendrick sudah membawanya masuk ke dalam kamar.


Tak ada sahutan, Kendrick langsung menutup pintu kamar dengan kakinya, kemudian menghempas Ashley di atas kasur. Begitu ada celah Ashley beranjak dari tempat tidur. Akan tetapi, Kendrick malah menarik tangannya lalu memeluknya dari belakang.


Ashley terkejut saat Kendrick mulai mengendus-endus lehernya. Jantungnya berdetak amat cepat sekarang.


"Ken, lepaskan aku! Geli! Apa kau kerasukan? Aku bukan Viola!" seru Ashley sambil berusaha melepas tangan Kendrick yang melingkar diperutnya.


"Shft! Diamlah, jangan menyebut nama Viola lagi." Kendrick memutar tubuh Ashley lalu menarik pinggang wanita itu.


"Kena-pa? It-u kan ke-kasihmu, sadarlah Ken, ini aku Ashley, bukan Viola, jangan seperti ini, sikapmu membuatku bingung," ucap Ashley sedikit terbata-bata.


Ashley sangat tak suka atas sikap Kendrick terhadap dirinya saat ini. Walaupun ia mencintai Kendrick tapi ia tahu diri untuk tidak berharap mendapatkan balasan cintanya sebab dari awal kesepakatan menikah karena anak' sudah terjalin di antara mereka.


"Lepas–hmf!"

__ADS_1


Mata Ashley terbelalak ketika Kendrick membungkamnya dengan bibirnya. Jika biasanya kecupan Kendrick sedikit kasar tapi sekarang lebih pelan dan lembut. Membuat ia terbawa suasana dan tanpa sadar menutup kedua matanya. Tengah menikmati setiap sentuhan-sentuhan yang dilakukan Kendrick.


Deg, deg, deg, deg, deg.


Bunyi detak jantung Ashley dan Kendrick beradu satu sama lain. Ashley semakin terbuai tatkala Kendrick mengigit bibirnya dan mulai menjelajahi rongga mulutnya. Sepasang insan itu saling melilit, mengisap, mengecap, hingga bertukar saliva. Cukup lama keduanya saling menyalurkan perasaan masing-masing sampai Kendrick akhirnya terpaksa menyudahi saat mendengar suara nafas Ashley mulai tersengal-sengal.


Kendrick menjauhkan wajah kemudian menempelkan keningnya ke kening Ashley. Menatap seksama bola mata istrinya itu.


"Aku dan Viola sudah putus, jangan pernah menyebut namanya dihadapanku lagi." Kendrick mengusap pelan jejak permainannya di bibir Ashley.


Mata Ashley berkedip cepat. Dia sangat tak percaya bahwa Kendrick dan Viola sudah putus.


"Kenapa putus?" Tanpa sadar Ashley melontarkan sebuah pertanyaan. Dia pun bingung sendiri jadinya.


"Karena aku sudah mencintai oranglain dan itu adalah dirimu," ucap Kendrick lalu meraup kembali bibir Ashley.


Ashley tercengang, tak menyangka Kendrick juga mencintainya. Di dalam kamar, keduanya pun tenggelam dalam ciuman yang menggelora.


Brak!


"Ashley! Kendrick!"


Kendrick dan Ashley tersentak ketika Reza membuka pintu dengan sangat kuat. Keduanya langsung menjauhkan diri. Dengan menggaruk kepalanya masing-masing karena kedapatan tengah bercumbu mesra. Lalu mengalihkan pandangan ke arah Reza yang nampak ketakutan dan mencemaskan sesuatu.


Reza sangat tak enak hati. "Aduh, maafin akika gangguin waktu kalian! Tapi ini darurat! Maafin akika, Hiks, hiks, hiks, hiks... Si kembar di culik!" serunya dengan berlinang air mata.


"Jangan bercanda Reza!" seru Kendrick seketika. Sementara Ashley terpaku di tempat saat rasa tak nyaman merasuk ke relung hatinya tiba-tiba.

__ADS_1


Reza menggeleng cepat. "Nggak, akika nggak bohong, maafin akika, hiks, hiks, hikss...."


__ADS_2