
Sudah seminggu Ashley menjadi Sekretaris pribadi Kendrick. Dan selama berkerja ia selalu diusili suaminya sendiri. Dari mulai mengerjakan laporan yang bukan jobdesknya sampai menjadi tukang urut suaminya kadangkala.
Ashley serba salah, melawan pun percuma sebab Kendricklah yang memegang kekuasaan. Namun ia sedikit bingung, akhir-akhir ini mendapatkan beberapa kiriman bunga dari pengagum rahasianya yang berinisial Mr. K. Yang selalu ia dapatkan di atas meja kerjanya.
Bukankah itu nama panggilan Kendrick, pikirnya sesaat. Akan tetapi, suaminya tidak mungkin melakukan hal romantis. Lagipula Kendrick selalu membuatnya kesal dan marah tanpa mengenal waktu. Jadi Ashley mengira kiriman bunga itu dari para karyawan yang berkerja di perusahaan juga.
Ashley semakin heran, setelah selesai rapat barusan di ruangan. Ia kembali mendapatkan buket bunga mawar di atas meja.
"Sebenarnya ini dari siapa?"
Ashley menolehkan mata ke ambang pintu sejenak, menunggu kedatangan Kendrick masih di luar bersama kolega perusahaan.
Helaan nafas berat terdengar dari hidungnya. Ia menyambar cepat bunga tersebut lalu mengendus-endus aroma bunga yang menenangkan jiwanya.
"Sangat misterius, siapa ya? Tidak mungkin Kendrick."Ashley terdiam seketika, mencoba menebak-nebak, siapakah pengagum rahasianya.
Menggeleng cepat, Ashley menepis bayangan wajah Kendrick yang dingin dan datar menari-nari di benaknya saat ini. "Hei, Ashley sadarlah nama Kendrick tidak hanya satu, dengar kau harus ingat, Kendrick sudah memiliki kekasih, jadi tidak mungkin..." Entah mengapa saat mengingat suaminya mempunyai pacar, perasaannya aneh mulai merasuk ke relung hatinya.
Ashley terpaku di tempat sambil memegang dadanya sejenak.
"Ashley, aku membayarmu bukan untuk melamun? Sekarang kita bersiap-siap pergi meeting di restaurant."
Terdengar bunyi pintu terbuka dari belakang dan di susul suara bariton Kendrick menggema di ruangan.
Ashley segera tersadar lalu secepat kilat menoleh ke sumber suara. Melihat Kendrick berjalan cepat menuju meja kerja tengah mengambil handphone.
"Maaf, eh, iya, iya," ucapnya sambil menaruh bunga itu di bawah meja kerja.
"Ashley, sebelum ke restaurant, kita jemput si kembar dulu, aku yang akan menyetir," ujar Kendrick seketika.
"Oke."
Sembari memanggil laptop dan tas, sesekali Ashley melirik-lirik Kendrick. Ada perasaan senang saat melihat suaminya di tengah-tengah kesibukan berkerja masih menyempatkan waktu untuk menjemput si kembar. Tanpa sadar Ashley tersenyum-senyum sendiri saat ini.
"Ashley, ayo, cepat." Kendrick menatap datar ke arah Ashley tengah berdiri mematung sambil menunjukkan mimik muka aneh.
Senyuman lebar yang terukir di wajah Ashley seketika memudar kala suara dingin Kendrick membuyarkan lamunannya.
"Iya, iya," sahut Ashley cepat lalu melangkahkan kaki mengikuti Kendrick dari belakang.
Selang beberapa menit, keduanya sudah di mobil, tengah pergi menuju sekolah Kenny dan Kevin.
"Di mana Maximus?" tanya Ashley penasaran sebab pria tua itu beberapa hari ini tak terlihat di mansion ataupun di kantor.
"Hm, kemarin dia izin, ada urusan sebentar," jawab Kendrick tanpa mengalihkan pandangan mata dari depan.
__ADS_1
Ashley mangut-mangut. "Kapan Mommy pulang? Ini sudah seminggu?" tanyanya lagi. Dia teringat jika mertuanya berlibur ke Indonesia, rumah kedua Lily.
Kendrick melirik sekilas. "Kenapa kau selalu berisik?" Bukannya langsung menjawab pertanyaan, pria itu malah melontarkan kalimat yang membuat Ashley ragu kalau bunga yang di kirim pengagum rahasianya bukanlah dari Kendrick.
Kendrick benar-benar membuat mood Ashley berantakan sekarang. Tak menyahut, ia malah mendengus pelan. Lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela.
Hening sejenak!
"Kenapa kau diam?" Kendrick membuka suara kemudian.
Mendengar hal itu, tentu saja Ashley dongkol sendiri. Sebenarnya apa mau pria itu, berisik salah, diam pun salah. Tidak ada yang benar di mata suaminya itu.
Menahan sabar, Ashley terpaksa menoleh ke samping. "Kenapa? Bukankah kau tadi bilang aku berisik, jadi mulai dari sekarang aku akan diam."
Enggan menyahut, Kendrick malah mempercepat laju kendaraan.
Ashley memutar bola mata malas, memperhatikan tingkah Kendrick.
Aku heran, mengapa ada wanita yang bisa jatuh cinta dengannya?
*
*
*
Kenny dan Kevin segera masuk ke dalam lalu duduk di kursi tengah. Kendrick langsung mengemudikan mobil menuju restaurant, tempatnya meeting nanti.
"Belum terlalu lama, sayang, kita ke restaurant dulu ya, Daddy dan Mommy ada meeting sebentar, kalian makanlah nanti sambil menunggu Mommy dan Daddy." Ashley menatap wajah Kenny dan Kevin secara bergantian.
"Oke, Mom!" sahut keduanya serempak.
"Bagaimana dengan sekolah kalian? Apa ada yang menarik hari ini?" Kendrick melirik Kenny dan Kevin melalui kaca mobil di bagian tengah.
"Menyenangkan, Daddy, ya seperti biasa, aku belum menemukan wanita cantik di sekolah, jadi biasa-biasa saja," ujar Kevin sambil menaruh tas ransel di kursi.
"Kevin!" Ashley melebarkan mata ke arah putra bungsunya. "Kau masih kecil, jangan aneh-aneh," ucapnya penuh penekanan.
"Hehe, aku cuma bercanda, Mom, iya kan Ken?" Kevin menyenggol lengan Kenny yang tengah sibuk sendiri membaca buku tentang Seni rupa.
Kenny mengangkat wajah. "Hm, iya." Kemudian kembali membaca buku besar tersebut.
Ashley menghembuskan pelan lalu mengalihkan pandangan ke depan dan tanpa sadar melirik sekilas Kendrick yang tengah melihat dirinya juga.
*
__ADS_1
*
Sesampainya di restaurant yang bertema nuansa alam. Kendrick memesan ruang VIP untuk si kembar makan siang. Setelah itu ia dan Ashley ke meja, yang kebetulan berada di luar, menghadap hutan asri di depan sana.
"Selamat siang, Mr.K." Seorang pria bertubuh jangkung datang bersama pria yang memiliki postur badan sama seperti Kendrick.
Kendrick menoleh lalu menjabat tangan sekretaris koleganya itu. "Selamat siang." Melirik Ashley, memberinya kode untuk mendekat.
Ashley menghampiri lalu membungkukkan badan sedikit dan menjabat tangan. "Selamat siang, perkenalkan namaku Ashley, sekretaris Mr. K, semoga kita bisa berkerjasama," ucapnya sambil menebarkan senyuman.
"Namaku Brandon, ini bosku, George." Brandon melirik George tengah berdiri mematung tanpa berniat sedikitpun untuk berkenalan dengan Kendrick dan Ashley.
"Hallo, Mr. George, perkenalkan namaku Ashley." Ashley mengulurkan tangan pada George sambil merekahan senyuman.
George membuka kaca mata lalu menatap seksama Ashley. "George, just George, beautiful lady." Dia langsung menjabat tangannya dengan sangat erat, membuat Ashley tersipu malu.
Brandon tampak terkejut karena untuk pertama kalinya melihat bosnya menyapa seorang wanita.
Sementara Kendrick tanpa sadar mengepalkan tangan, melihat kedekatan Ashley saat ini.
"Hm, mari kita mulai rapat ini sekarang! Ashley, jangan terlalu lama menjabat tangan seseorang, apa kau mau di pecat," ucap Kendrick dengan ketus.
"Iya benar, ayo kita rapat dulu, kami juga harus ke kota lain." Brandon menimpali.
Mendengar gertakan Kendrick, Ashley menarik tangannya dari genggaman George seketika. Lalu duduk di samping Kendrick.
Lima menit kemudian. Keempatnya pun mulai rapat membahas kerjasama antar perusahaan. Di sela-sela Brandon tengah berbicara. George sesekali mencuri-curi pandang ke arah Ashley. Hal itu tak luput dari perhatian Kendrick. Dia menatap nyalang George sedari tadi. Sedangkan George tak menyadari hal itu.
Sekitar satu jam. Rapat pun telah selesai. Brandon dan George pun pamit undur dini. Setelah kepergian keduanya
Kendrick menoleh ke arah Ashley tengah membereskan laptop di atas meja.
"Apa kau selalu menggoda para pria di luar sana?" tanya Kendrik sambil melangkah cepat mendekati Ashley tengah mengernyitkan dahi.
"Apa maksudmu?" Ashley menghentikan gerakan tangan lalu menatap heran.
"Maksudku, apa kau memang selalu menggoda semua pria di luar sana?" Kendrick mendekatkan wajah, melihat bola mata Ashley yang sekarang melebar.
"Jangan menuduhku sembarangan, Ken, aku bukan wanita seperti itu, atas dasar apa kau mengatakan aku wanita yang selalu menggoda para pria?" tanya Ashley dengan nafas mulai memburu.
"Atas dasar–"
"Kendrick!"
Suara seseorang yang sangat Kendrick kenal terdengar di belakang. Pria itu mematung sesaat lalu memutar tubuhnya, melihat wanita memakai topi dan pakaian serba hitam tengah menatap ke arahnya sekarang.
__ADS_1
"Kendrick, ini aku."
"Viola...." lirih Kendrick tanpa mengedipkan mata.