
"Tentu saja, aku akan melawan, karena kalian memfitnah aku tanpa bukti yang jelas!" seru Ashley.
Permintaannya pada Kendrick agar tidak membocorkan identitasnya, kalau ia adalah istri sang pemilik perusahaan, ternyata menjadi boomerang untuk dirinya sendiri sekarang.
Ketiganya melemparkan pandangan sejenak lalu kembali menatap sinis Ashley.
"Fitnah? Kau bilang, haha, kau kan memang wanita ******! Itu adalah fakta! Camkan itu! Aku tidak habis pikir, bagaimana caranya kau menggoda Mr. K? Apa kau membuka pakaian langsung di hadapannya ha?!" Wanita itu memasang wajah seakan jijik kepada Ashley.
"Wanita ini berani dengan kita! Dia harus diberi pelajaran." Wanita bertubuh langsing menarik tangan sebelah kanan Ashley seketika. Tak ketinggalan pula dua wanita di antaranya juga menarik tangan kiri Ashley.
Ashley berteriak spontan' meminta dilepaskan. Bagaimana tidak' saat ini dia kalah jumlah dan tenaga. Sedari tadi dia menggerakan tangan ke segala arah, berusaha memberontak dari cekalan tangan mereka.
Lantas kegaduhan yang ditimbulkan, membuat sebagian karyawan keluar dari bilik kerja masing-masing. Mereka ingin melihat apa yang terjadi di koridor. Para karyawan tampak kebingungan mengapa sekretaris baru Kendrick dan karyawan lainnya tengah tarik-menarik. Menerka-nerka sebenarnya apa yang terjadi sehingga teriakan Ashley menggema di lantai 6 sekarang.
"Lepaskan aku!!!" Telah habis kesabaran Ashley, dengan sekuat tenaga ia menyentak kasar tangan mereka.
Bruk!
Ketiga wanita itu pun tersungkur ke lantai sembari mengusap bokongnya yang kesakitan.
"Aduh, p@ntatku, wanita j@lang, ternyata tenaganya lumayan kuat," ucapnya tanpa menghentikan gerakan tangan.
"Ya kau benar, berani-beraninya dia melawan kita!"
"Shfft, aduh pantatku sakit sekali."
Dalam keadaan sakit' ketiganya masih bergeming di lantai sambil menatap tajam Ashley.
"Apa masih kurang?! Atau badan kalian mau aku remukan!" ucap Ashley dengan mata melotot tajam. Wanita itu tak peduli jika harus berkelahi lagi. Sebab ketiga wanita di hadapannya, sudah keterlaluan karena terlalu mencampuri urusannya.
Ketiganya sontak melirik satu sama lain, bergedik ngeri sejenak.
"Ada apa ini?" tanya Kendrick.
Satu menit yang lalu, dia kebingungan mengapa Ashley tak juga datang. Setelah selesai rapat, ia pun keluar dari ruangan' ingin menemui Ashley. Namun, belum juga sepenuhnya sampai di luar ruangan. Kendrick keheranan di ambang pintu, melihat kerumuman para karyawan di lantai enam.
Ashley mengalihkan pandangan.
__ADS_1
Para karyawan menoleh ke sumber suara. Begitupula dengan karyawan wanita yang masih di lantai, memusatkan perhatian ke arah Kendrick.
"Mr. K, wanita ini mencelakai kami. Dia datang tiba-tiba lalu menabrak kami!" seru wanita berbadan gemuk, memutar balikkan fakta.
"Iya, Mr. K, Ashley memukul kami barusan." Salah seorang menimpali.
Sementara yang satu hanya diam saja, enggan menyahut atapun menimpali.
Ashley menarik napas dalam. Mendengar perkataan keduanya.
"Tidak, Mr. K. Semua itu tidak benar, merekalah yang mulai mengangguku karena mereka memfitnahku tadi." Ashley menerangkan singkat.
"Bohong, Mr. K! Kami tidak mungkin menfitnah dia! Lagian apa untungnya bagi kami!" seru salah satunya.
"Kalau anda tidak percaya, periksa saja CCTV Mr. K." Ashley kembali menambahkan.
Ketiganya langsung terdiam, mendengar perkataan Ashley barusan. Melemparkan pandangan kekesalan satu sama lain karena Ashley ternyata wanita yang tidak mudah di tindas dan di gertak.
Tanpa berucap satu patah katapun, Kendrick kembali ke ruangan lagi hendak melihat CCTV.
Meninggalkan semua para karyawan melemparkan pandangan sejenak. Sementara ketiga wanita yang melabrak Ashley tadi, bangkit berdiri sambil melayangkan tatapan dingin.
"Kalian dari divisi mana?!" teriak Kendrick seketika.
Suasana seketika mencekam. Apalagi aura yang terasa di sekitar amat menegangkan.
"Ka-mi dari di-visi umum," jawab salah satunya sedikit terbata-bata.
"Kalian di pecat!" seru Kendrick dengan napas memburu, mengingat rekaman video barusan kala Ashley disakiti mereka.
"What?" Ketiganya tampak syok. "Kami tidak terima Mr. K! Berikan kami sanksi atau diskors saja. Ashley melawan kami tadi!" sahut mereka serempak.
"Kalian berani membantahku ha! Berani-beraninya kalian menyakiti istriku!"
Perkataan Kendrick barusan, membuat semua karyawan terkejut, sementara Ashley hanya mampu menghela napas kasar karena akhirnya Kendrick membuka kartunya.
"Apa Mr. K, apa kami tidak salah dengar?"
__ADS_1
Kendrick menyeringai lalu mulai mendekati Ashley dan melabuhkan kecupan di bibir istrinya dengan cepat di hadapan semua karyawan.
Mereka tercengang.
"Kalian tidak dengar, Ashley adalah istriku, kami sudah menikah tiga bulan yang lalu. Jika ada yang berani menyakiti dia lagi, aku tidak akan segan-segan memecat kalian!" seru Kendrick sambil menyungging senyum tipis ke arah Ashley yang tengah mendengus saat ini.
Ketiga karyawan tak bisa berkata apa-apa sekarang.
"Untuk kalian bertiga! Angkat kaki dari kantorku sekarang! Kalau kalian membuat ulah lagi, aku akan blacklist nama kalian di semua perusahaan agar tidak ada yang mau menerima kalian di perusahaannya!" Sambung Kendrick lagi.
Semua karyawan meneguk ludah dengan susah payah saat mendengar ancaman Kendrick yang tidak main-main.
Ketiganya pun berdecak kesal di dalam hati' menyumpahi serapah Ashley sesaat. Kemudian erpaksa melangkahkan kaki menuju ruang kerja, ingin mengambil tas.
"Bubar kalian! Atau kalian mau aku pecat juga!" seru Kendrick, ketika melihat semua karyawan masih mematung di tempat. Secepat kilat mereka bergegas menuju ruang kerja masing-masing.
"Ken, kasihan mereka kau pecat. Apa itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Ashley dengan mimik muka sedih.
Kendrik menarik pinggang Ashley lalu mencium dahi Ashley seketika. "Tidak, untuk apa kasihan dengan orang seperti mereka, kau harta karunku' enak saja mereka menyentuh dan menyakitimu sesuka hati! Aku tidak mau kau kenapa-kenapa, Honey."
"Hmm, tapi–"
Kendrick menaruh jari telunjuk di bibir Ashley. "Shft, sudahlah jangan dipikirkan, tadi aku melihat rekaman CCTV dan malah penasaran mengapa sekarang istriku mulai bar-bar seperti Darla." Dia mengalihkan topik pembicaraan sambil tersenyum jahil.
Senyum manis terpatri di wajah Ashley saat ini. Dia memalingkan muka ke samping tatkala baru menyadari sikapnya akhir-akhir ini sedikit aneh. Apa mungkin karena sering bergaul dengan Darla seperti praduga Kendrick. Entahlah...Sejak kejadian si kembar di culik, Darla selalu bertandang ke mansion, sekadar bercengkrama bersama keluarga.
"Mungkin saja," ucap Ashley lalu terkekeh pelan sebentar
*
*
*
Di sisi lain.
Tiba-tiba bunyi alarm berdenggung nyaring di penjara, tampak cahaya berwarna merah' menghiasi sudut-sudut jeruji penjara. Secara bersamaan pula terdengar kegaduhan di dalam penjara kumuh itu.
__ADS_1
"Sir, tahanan nomor 008, atas nama Viola kabur!" seru pria berseragam polisi kepada atasannya.
"Apa?" Polisi tampak terkejut. "Ayo cepat cari dia! Siapa tahu saja masih di pelataran depan!" perintahnya sambil mengambil senapan berlaras pendek di atas meja.