
Kembali ke Mansion Kendrick.
"Jangan bohong, Reza!" seru Ashley kemudian. Perasaannya semakin tak menentu sekarang.
"Nggak! Akika nggak bohong, tadi tuh pas di taman kota ada mobil berhenti tiba-tiba di dekat kami nah terus mereka cepat banget gerakanya masukin Kenny dan Kevin ke dalam mobil." Reza bercerita dengan keadaan hingusnya mengalir sedikit.
"Ken, bagaimana ini? Si kembar masih kecil. Apa itu pesaing bisnismu?" Ashley melempar pandangan kepada Kendrick sejenak. Dia sangat gelisah dan penasaran siapa yang menculik si kembar.
"Tenanglah, Ashley. Reza cepat ceritakan padaku bagaimana ciri-ciri penculiknya dan sebutkan plat nomor mobilnya?"
"Mereka pakai topeng hitam ada tiga orang terus platnya akika nggak ingat hiks, hiks, hiks..." Reza tak berhenti menitihkan air mata. Dia merasa gagal menjaga dua bocah tersebut.
Kendrick dan Ashley menarik napas panjang sejenak.
"Lalu di mana Rita?" tanya Ashley penasaran karena tak melihat kedatangan Rita.
Reza menepuk jidat sendiri. "OMG, akika tinggalin dia di taman Kota, soalnya tadi dia beli eskrim pas Kenny dan Kevin di culik," ucapnya teringat Rita masih berada di taman Kota.
"Sudahlah, sekarang kita pergi ke taman kota dan periksa CCTV di sekitar taman!" seru Kendrick sambil menggandeng tangan Ashley keluar dari kamar.
*
*
*
Saat ini Kendrick, Ashley dan Reza berada di taman Kota. Ketiganya tengah memeriksa CCTV di sekitar taman. Ashley tertunduk lesu, melihat rekaman video detik-detik saat si kembar dimasukkan ke mobil.
Ruang CCTV.
__ADS_1
"Ashley, sudahlah jangan bersedih, aku yakin mereka baik-baik saja. Tenanglah, sebentar lagi akan ada bala bantuan datang." Kendrick membawa Ashley ke dalam pelukan lalu mengelus-elus punggungnya.
"Tapi Ken–"
"Siapa penculik cucuku? Apa mereka tidak takut mati?!"
Lily dan Leon baru sampai. Beberapa menit lalu ketika mereka baru saja turun dari pesawat. Mereka mendapat kabar dari Kendrick bahwa si kembar di culik.
Kendrick menoleh sejenak tanpa melepaskan pelukan.
"Aunty, Uncle, akika minta maaf! Akika nggak becus jagain si kembar, hiks, hik, hiks..." Reza semakin tak enak hati karena keteledorannya Kenny dan Kevin dalam bahaya besar.
Lily menarik napas panjang lalu melirik Leon tengah menatap Ashley dan Kendrick masih berpelukan.
"Ken, lepaskan aku dulu, Mommy dan Daddy datang." Pinta Ashley.
Dengan terpaksa Kendrick melepas pelukan lalu mengalihkan pandangan ke arah Leon dan Lily.
Lily tersenyum tipis. "Baguslah kalau kau sudah sadar, sekarang kita cari si kembar, Mommy menebak bisa saja Viola menjadi dalang penculikan tersebut."
Kendrick, Ashley dan Reza melemparkan pandangan satu sama lain.
"Nyonya, Tuan, Mr. K, Nona Ashley, maaf aku datang terlambat." Beberapa menit lalu Maximus mendapat kabar dari Kendrick kalau si kembar di culik. Tentu saja ia langsung pergi ke tempat kejadian, ingin membantu mencari anak majikannya.
"Maaf aku juga terlambat." Rita masuk ke ruangan dengan nafas tersengal-sengal.
"Tak apa-apa, Maximus sekarang cepat kau telusuri rekaman CCTV," titah Kendrick seketika.
Maximus mengangguk. Lalu mulai mendekati petugas di ruangan.
__ADS_1
Detik kemudian suara telepon bergetar di saku celana Kendrick. Dahinya berkerut kuat melihat nomor baru di layar ponsel. Secepat kilat Kendrick mengangkat telepon.
"Siapa ini?" tanyanya.
"Haha, Hallo Mr. K apa kau sedang mencari anak-anakmu?" Martin di sebrang sana tertawa keras.
"Di mana anak-anakku bedebah!?" teriak Kendrick membuat Ashley dan kumpulan orang di ruangan mengalihkan pandangan padanya.
"Kendrick, loudspeaker saja." Lily mendekat pelan lalu berbisik di telinga anaknya.
Dengan napas memburu, Kendrick menekan tombol loudspeaker di ponsel.
"Dengarkan aku. Kalau kau mau melihat anak-anakku hidup, siapkan uang 5 triliyun untukku! Oh ya, sampaikan salamku pada Ashley, haha!"
"Uncle Martin!" teriak Ashley saat mendengar suara seseorang yang selama ini ia cari. Reflek ia mengambil ponsel dari tangan Kendrick.
"Di mana anak-anakku! Si@lan! Jangan menyentuh mereka! Bajingan!" Ashley berkata dengan dadanya yang bergemuruh kuat.
"Hahahaha! Entahlah, itu semua tergantung kau dan suamimu itu, kalau mau melihat anak-anakmu selamat, siapkan uang besok pagi di–"
Sambungan terputus tiba-tiba membuat mereka saling melemparkan pandangan satu sama lain sesaat.
"Aunty, menurut akika mereka orang yang sangat berbahaya, kenapa Uncle Leon tidak mengutus Montero dan Gangsta Paradise membantu pencarian." Reza meliukan tangan dengan begitu gemulai. Menatap ke arah Leon dan Lily secara bergantian.
"Montero? Gangsta Paradise?" Ashley bergumam pelan.
"Ashley, itu anak buah Daddyku. Kau sudah tahu kan kalau Daddy dan Mommyku ketua mafia dulu?" Melihat gurat kebingungan di wajah istrinya, Kendrick berbisik pelan di telinga Ashley.
Ashley menatap Kendrick. Menelan ludah berulang kali. Dia memang pernah mendapatkan informasi dari Darla kalau kedua mertuanya itu adalah seorang mafia. Namun, dia menganggap perkataan Darla hanyalah candaan saja.
__ADS_1
"Kau tenanglah, jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin si kembar akan baik-baik saja." Kendrick menggengam erat tangan Ashley hendak menenangkan.
"Semoga saja Ken," balas Ashley dengan raut muka sedih. Memikirkan keadaan kedua anaknya di luar sana.