
Hai semua. Mumpung hari senin, jika berkenan boleh kasi author vote ataupun bunga biar author semakin semangat untuk update.
...----------------...
Kedua mata Kendrick melebar saat melihat darah segar mengalir dari leher Ashley sekarang. Dengan cepat ia melangkah maju ke depan' ingin memberi Viola pelajaran.
Perih yang menerpa kulitnya, membuat Ashley tanpa pikir panjang menyentakkan kepalanya ke wajah Viola. Secara bersamaan pula ia terlepas dari jeratan Viola. Kemudian berlarian cepat, menghampiri Kendrick.
Bugh!!
"Argh!"
Viola terpental jauh ke belakang dan tersungkur ke lantai. Nampak darah keluar seketika dari indera penciumannya.
"Honey, sekarang kita harus ke rumah sakit."
Kendrick terlihat panik, secepat kilat menutup luka Ashley dengan tangannya.
Ashley menggeleng cepat. "Tidak apa-apa, Honey. Tenanglah, diobati saja di rumah pakai obat P3K."
Kendrick berdecal sebal sejenak. "No! Aku tidak mau kau sampai kenapa-kenapa," ucapnya kemudian memeluk erat Ashley seketika.
Ashley pun membalas pelukan Kendrick. "Yang terpenting aku masih hidup, Honey," gumamnya pelan dalam dekapan.
"Sial@n!! Wanita ******!" teriak Viola dengan dada bergemuruh kuat tatkala memperhatikan Ashley dan Kendrick tengah berpelukan di hadapannya. Dengan susah payah ia bangkit berdiri karena hantaman yang dilakukan Ashley barusan, membuat kepalanya pening.
"Mr. K, Nona Ashley," panggil Maximus.
Satu menit lalu, Maximus baru sampai mansion. Dia sangat terkejut mendengar bunyi keributan. Dan langsung berjalan cepat menuju sumber suara.
Matanya melebar sempurna, melihat kekacauan di ruang tengah yang terhubung dengan kolam renang. Maximus menatap tajam Viola tengah mengumpat kesal.
Tanpa melepaskan pelukan, Kendrick menoleh, lalu berkata,"Tangkap wanita itu, Max! Jebloskan dia ke penjara!"
Maximus mengangguk kemudian melangkah cepat mendekati Viola. Lalu menyeret paksa wanita itu.
"Jangan! Aku mohon, Ken! Aku kekasihmu! Kau tidak bisa melakukan ini padaku, Ken!" raung Viola sembari memberontak.
__ADS_1
Kendrick mengabaikan Viola. Dia semakin mengeratkan pelukannya. Merasa bersalah, Ashley terluka karena dirinya.
"Lepaskan aku! Kakek tua!" Viola menatap dingin Maximus sebentar lalu beralih menatap Kendrick dan Ashley.
"Ashley, aku tidak akan membiarkan kau hidup bahagia! Aku akan membunuh anak-anakmu! Hahaha! Aku akan membunuhmu!!!" raungnya lagi membuat Kendrick dan Ashley mengurai pelukan sejenak, menatap tajam ke arahnya.
Maximus sedikit kewalahan meladeni Viola yang sekarang seperti orang kesurupan. Tanpa pikir panjang, dia langsung memukul tengkuk Viola hingga pingsan di tempat. Kemudian membopong wanita itu seperti karung beras dan melenggang pergi.
"Sekarang kita ke kamar dulu."
Selepas kepergian Maximus, Kendrick menggendong Ashley seketika seperti pengantin baru.
"Honey, turunkan aku, ini terlalu berlebihan," ucap Ashley sambil menyenderkan kepala di pundak Kendrick.
"Shft, diamlah, Honey, nanti lukamu semakin besar."
Kendrick mengindahkan perkataan Ashley. Dengan hati-hati, dia membawa Ashley menuju kamar miliknya.
*
*
*
Kendrick memutuskan sambungan, setelah meminta Reza datang ke sini untuk mengobati luka sang istri.
"Honey, di mana Mommy?" tanya Ashley seketika sambil meraba-raba lehernya yang sudah di perban Kendrick barusan.
Kendrick menoleh kemudian duduk di tepi ranjang. "Mommy masih di perjalanan, sebentar lagi sampai, apa badanmu masih sakit?" tanyanya sambil baring perlahan di samping kemudian mengelus-elus pelan perut Ashley.
Ashley mengulas senyum tipis. Ketika di perjalanan hendak ke mansion. Badannya terasa remuk dan hampir saja kesulitan berjalan.
"Badanku sakit juga karena ulahmu, Ken. Memangnya bisa disembuhkan?" tanyanya, penasaran.
Kendrick tersenyum penuh arti. "Tentu saja, bisa."
Ashley mengerutkan dahi, melihat ekspresi Kendrick yang sulit untuk diartikan. "Bagaimana caranya?"
__ADS_1
Kendrick tak serta-merta langsung menjawab. Dia malah mengalihkan pandangan ke dada Ashley, lalu menyentuh kemeja istrinya itu, hendak membuka kancing kemeja.
"Ken, jangan aku masih capek," ucap Ashley dengan memanyunkan bibir, sambil menahan tangan Kendrick. Sebab sudah tahu kemana arah pikiran suaminya sekarang.
Kendrick mengulum senyum, melihat raut muka Ashley yang nampak menggemaskan menurutnya.
"Baiklah, untuk hari ini kau beristirahatlah dulu," kata Kendrick lalu melabuhkan kecupan di kening Ashley.
Ashley menggembangkan senyuman.
Bunyi ketukan pintu dari luar, mengalihkan atensi Kendrick dan Ashley seketika.
Kendrick pun bergegas turun dari tempat tidur dan membuka pintu.
"Ashley, kau tidak apa-apa sayang?" tanya Lily, nampak cemas.
Setelah pintu terbuka, Lily menyelenong masuk ke dalam kamar, ingin mengetahui keadaan Ashley. Dia baru saja mendapatkan informasi dari Maximus, kalau Viola melukai menantunya itu.
"Aku baik-baik saja, Mom." Ashley tersenyum, melihat mertuanya sangat perhatian kepadanya.
Lily duduk di tepi ranjang, menelisik tubuh Ashley dari kepala sampai kaki. "Kau yakin, sayang? Lihatlah ada luka dilehermu."
"Yakin, Mom. Ini hanya luka kecil, lagipula sebentar lagi Reza datang kemari," jawab Ashley dengan lembut.
Lily menarik napas dalam."Maafkan Mommy karena akhir-akhir ini selalu sibuk mengurus dua anak Mommy yang bandel itu, jadinya kau dan si kembar terluka."
Ashley melemparkan pandangan ke arah Kendrick sesaat. Sedari tadi, pria itu hanya memperhatikan saja interaksi di antara istri dan Mommynya.
Ashley beralih menatap Lily masih terlihat sedih. Dia mendapatkan informasi dari Kendrick ketika di perjalanan ke mansion, mengatakan kalau Nickolas dan Samuel, kedua adik kembarnya membuat ulah lagi. Jadi, akhir-akhir ini' Leon dan Lily selalu mondar-mandir antara Indonesia, Los Angeles dan Rusia.
"Tidak apa-apa, Mom. Sudah Mommy jangan bersedih lagi, lihatlah aku masih bisa bernapas kan sekarang." Ashley menyentuh punggung tangan kanan Lily.
Sentuhan yang diberikan Ashley saat ini, membuat Lily merasa sedikit lega dan tanpa sadar merekahkan sebuah senyuman. "Baiklah."
"Mom, kata Kendrick, Uncle Martin dan Aunty Amora ada di markas? Bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Ashley tiba-tiba.
Lily tertegun sejenak kemudian melirik Kendrick sekilas.
__ADS_1
Kendrick enggan menimpali keduanya.
"Ashley, mengapa kau masih menanyakan keadaan mereka? Mereka sudah jelas-jelas menyakiti anak-anakmu?" Bukannya menjawab pertanyaan Ashley, Lily malah balik bertanya.