Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Mengabulkan Permintaan Si Kembar


__ADS_3

Kendrick langsung melompat dari helikopter dengan tali khusus terikat di belakang punggungnya kemudian mengambil Kenny dan Kevin seketika. Sementara Leon sebagai pilot segera menjauhi reruntuhan menara.


"Eagle one, Kenny dan Kevin sekarang sudah aman! Copy that!" Leon menekan alat yang terpasang di telinganya sambil melihat Kendrick tengah memeluk erat kedua cucunya.


"Dad, apa mereka pingsan? Kenapa mereka tidak membuka mata?" Kendrick kebingungan melihat kedua anaknya malah memejamkan mata seperti orang ketakutan.


"Mungkin, lebih baik kita bawa mereka ke tempat yang aman."


Leon memerintahkan Maximus untuk membawa Martin dan Amora yang sudah tertangkap tadi ke markas mereka. Sementara ketiga pria tadi ke rumah sakit sebab ia melihat mereka membantu Kenny dan Kevin tadi dari luar menara. Lalu mengatakan pada Lily berada di helikopter lain untuk kembali ke Los Angeles.


Kendrick tak menyahut. Malah mengecup pucuk kepala si kembar secara bergantian kemudian memeluk anaknya erat-erat.


"Hampir saja, aku harap Daddy memberikan hukuman yang pantas untuk bedebah-bedebah itu!" seru Kendrick seketika.


"Tanpa kau suruh, Daddy akan melenyapkan mereka! Sekarang kita bawa cucu-cucuku ke rumah sakit, kita harus memeriksa keadaan mereka."


"Oke, Dad." Kendrick semakin mengeratkan pelukan.


Dalam kegelapan malam, tiga buah helikopter pun menjauh dari pulau tanpa nama itu.


*


*


*


Sesampainya di Los Angeles.


Ashley grasak-grusuk melihat Kenny dan Kevin belum juga terbangun. Padahal Reza mengatakan kalau mereka baik-baik saja.


Kendrick memeluk Ashley dari belakang lalu menaruh dagunya di pundak istrinya.


"Reza, kau yakin anak-anakku baik saja? Coba kau periksa lagi?" Ashley meminta untuk keenam kalinya.


Reza melemparkan pandangan ke arah Leon dan Lily sejenak.


"Hm, aduh menantu Aunty panikan yei! Akika ampe pusing deh jelasinnya," ucap Reza dengan gemulai.


Lily menarik napas panjang. "Itu hal yang wajar, karena kau belum menikah dan memiliki anak jadinya nggak bisa ngerasain apa yang dirasain Ashley. Iya kan Honey?" Melirik Leon di sampingnya.


Leon tersenyum lalu mengecup bibir ranum Lily sekilas. "Iya, Honey."


Reza mendelikkan mata. "Ish, mata akika sakit! Nasib para jomblo! Sudah pergi sana kalian!" Mengusir Leon dan Lily dengan menggerakan tangan. "Hei, kalian juga pergi dulu, nih akika periksa lagi!" sahutnya kepada Kendrick dan Ashley yang tengah berdiri di samping bed si kembar sedari tadi.


"Dasar penganggu kesenangan." Kendrick menatap tajam Reza lalu mengandeng tangan Ashley untuk keluar.


Selang beberapa menit, Leon, Lily, Maximus menunggu di luar ruangan. Ashley celingak-celinguk dari jendela kaca, ingin melihat apa Reza sudah selesai memeriksa si kembar.


"Ashley, bersabarlah, mereka baik-baik saja." Kendrick tak melepaskan genggaman tangannya sedari tadi.


"Tapi Ken–"


"Ashley, maaf aku baru bisa datang, jalanan sangatlah macet jam segini." Rita baru saja tiba di rumah sakit setelah mendapat kabar kalau si kembar telah ditemukan.


Ashley menoleh. "Tidak apa-apa, Rita."

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Rita saat melihat mimik muka Ashley terlihat muram.


"Entahlah, Rita. Reza mengatakan mereka baik-baik saja tapi dari tadi Kenny dan Kevin tidak bangun juga."


Sebelum Rita membalas perkataannya. Reza membuka pintu ruangan lalu berkata,"Anak-anak you sudah bangun tuh, mereka mau ngomong sama Daddy dan Mommynya."


Ashley dan Kendrick segera masuk ke ruangan diikuti Leon, Lily, Maximus dan Rita.


Ashley mendekat lalu melabuhkan kecupan di wajah Kenny dan Kevin bertubi-tubi.


"Kalian membuat Mommy khawatir, apa ada yang sakit? Apa mereka menyakiti kalian?" Ashley menelisik tubuh si kembar secara bergantian.


Kenny dan Kevin memasang muka sedih.


"Mom, kakek tua itu menampar Kak Ken, lihat itu bibirnya sampai berdarah," ucap Kevin kemudian.


Ashley menahan amarah ternyata luka di bibir Kenny disebabkan oleh Unclenya.


"Mom, di mana Uncle Martin sekarang?" tanya Ashley seketika.


"Palingan sudah tinggal nama," celetuk Reza tiba-tiba. Semua pasang mata tertuju padanya. "What? Ada yang salah?" tanyanya kebingungan.


"Maksudnya?"


"Sudahlah, Ashley, serahkan semua pada Mommy dan Daddy, yang penting Kenny dan Kevin selamat," jawab Kendrick cepat.


"Tapi Dad, kami tidak baik-baik saja," Kenny dan Kevin memanyunkan bibir.


Kumpulan manusia di dalam ruangan langsung cemas.


Kenny dan Kevin saling melemparkan pandangan penuh arti sejenak. Lalu kedua mata mereka mulai berkaca-kaca.


"Hiks, hiks, hiks, hiks, hiks, Mom, Dad, sebelum kami mati, kami mau sesuatu," ucap Kenny sambil memberikan kode kepada Kendrick.


"Jangan berbicara yang aneh-aneh, Kenny." Ashley menghembuskan napas.


"Sebelum kami pergi, buatkan kami adik sekarang!" Kevin bersuara dengan menitihkan air mata. Lalu mengedipkan matanya ke arah Kendrick.


Kendrick mulai mengerti kode morse dari anak-anaknya.


"Ha? Adik? Maksudnya?" Dahi Ashley berkerut kuat .


Kendrick melempar senyum penuh arti kepada Kenny dan Kevin. "Sekarang ya? Oke akan Daddy kabulkan! Ayo, Ashley kita ke hotel di dekat sini!" serunya semangat sambil mengambil tangan Ashley dan berjalan cepat menuju pintu.


"Ken, kita mau kemana? Aku tidak mengerti? Hei bagaimana dengan si kembar?" Ashley menatap mertua, Maximus, Reza dan Rita secara bergantian.


Leon dan Lily tersenyum sumringah seakan mengerti apa kemauan cucu-cucunya.


"Sudah kau ikut saja, sayang." Lily melambaikan tangan kepada Ashley yang sekarang sedang berjalan tersendat-sendat.


"Ya, benar kata Aunty ikut saja." Rita yang sudah mengerti, tersenyum jahil.


Melihat ekspresi mereka, Ashley merasa ada yang tidak beres.


Kenapa perasaanku tidak enak ya?

__ADS_1


"Ayo." Kendrick menarik kuat tangan Ashley lalu keluar dari ruangan.


"Hai Kak Ken, bagaimana keadaan si kembar?"


Langkah kaki keduanya terhenti saat melihat kedatangan Darla.


"Darla, si kembar–"


"Sudah ayo cepat, mereka di dalam ruangan!" Kendrick melangkah cepat sembari menggenggam kuat tangan Ashley.


Meninggalkan Darla tengah kebingungan. Dia pun bergegas ke ruangan yang dikatakan Lily tadi.


"Hai, semua apa aku melewatkan sesuatu? Kenapa Kendrick dan Ashley pergi?" tanya Darla saat sudah sampai di ruangan.


*


*


*


"Ken, kita mau kemana?"


Mobil sedan hitam milik Kendrick melesat laju membelah jalanan perkotaan.


Kendrick menoleh. "Mengabulkan permintaan Kenny dan Kevin."


Ashley memegang jantungnya seketika saat melihat tatapan Kendrick seperti ingin memakannya. Perasaannya semakin was-was sekarang.


Sesampainya di hotel, Kendrick langsung keluar dari mobil dan mengendong Ashley seperti karung beras.


"Ken, turunkan aku! Oh my God! Ini sangat memalukan!"


Ashley menahan malu karena banyak pasang mata menatapnya dengan tatapan aneh. Seakan tuli, Kendrick tak peduli. Ia malah mempercepat langkah kaki menuju lift.


*


*


Brak!


Kendrick menutup pintu dengan kakinya lalu menurunkan Ashley seketika. Dan berbalik mengunci pintu.


"Ken, si si kem–bar pasti men–cariku, sebaiknya kita kembali ke rum–ah sakit."


Ashley hendak berjalan ke ambang pintu tapi di tahan Kendrick.


"Mau kemana? Di sana ada nenek dan kakeknya, lagipula mereka menginginkan adik?" Kendrick menatap seksama bola mata Ashley yang nampak panik.


"Tapi Ken–"


Ashley tersentak saat Kendrick menarik pinggangnya. Kemudian berbisik pelan di telinganya.


"Shhfttt, kenapa kau sangat berisik," ucapnya sambil membuka kancing kemeja Ashley satu-persatu.


Dan bersambung....... Hehe

__ADS_1


__ADS_2