Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Aku Kekasih Daddymu!


__ADS_3

Di sisi lain, mansion Kendrick.


"Bagaimana Kak?" tanya Kevin setelah melihat Kenny menutup gagang telepon.


Beberapa menit yang lalu, Kenny menghubungi Lily yang saat ini berada di markas, tengah memberi pelajaran kepada Uncle Martin dan Amora.


Kenny mengatakan ada wanita yang bersama Daddynya tempo lalu di mall ada di mansion sekarang.


Saat ini Kenny dan Kevin hanya ditemani para maid di rumah. Sedangkan Darla, yang semalam menemani keduanya sudah pulang tadi subuh. Sementara Maximus juga pergi, sedang melaksanakan perintah dari Lily.


Lantas kedatangan Viola barusan, mengusik waktu bermain Kenny dan Kevin di hari weekend ini.


"Tenanglah, sebentar lagi Daddy dan Mommy datang," jawab Kenny singkat. Kemudian mengalihkan pandangan ke arah Viola sedang duduk dengan angkuh di sofa.


Kenny memberi kode kepada Kevin untuk mendekati Viola.


Kevin paham, lalu keduanya melangkah cepat menghampiri Viola.


"Apa maumu? Daddy tidak ada di rumah!"


Kenny melayangkan tatapan dingin.


Viola menyungging senyum sinis. "Aku mau menunggu kekasihku, upss, maksudku Daddy kalian," ucapnya dengan nada mengejek.


Tanpa sadar Kenny dan Kevin mengepalkan kedua tangannya.


"Hanya kekasih, bukan istri! Lagipula mata Daddy pasti katarak karena memiliki kekasih seperti dirimu! Pergi kau dari sini!" seru Kevin seketika.


Viola mulai tersulut emosi.


"Kalian tidak mempunyai hak mengusirku dari rumah ini! Apa kalian tidak tahu kalau aku sebentar lagi akan menjadi istrinya! Daddy dan Mommy kalian sebentar lagi akan bercerai," ucapnya dengan nafas memburu.


Kevin menatap tajam ke dalam bola mata Viola. Perasaan takut akan kehilangan Daddynya menyeruak ke relung hatinya. Apalagi teringat waktu di perusahaan, ia tak sengaja menguping pembicaraan antara Mommy dan Daddy. Daddynya mengatakan setelah mereka beranjak dewasa, orangtuanya akan bercerai.

__ADS_1


Kala itu, Kevinlah yang ingin masuk ke ruangan, namun langkah kakinya terhenti di depan pintu saat mendengar samar-samar suara Kendrick membuat kesepakatan bersama Ashley.


"Hmm, kau yakin?" tanya Kenny, menampilkan mimik muka datar.


Kenny mengelus punggung Kevin, berusaha menenangkan adiknya itu yang seperti akan meledak. Hal itu dapat ia lihat dari sorot mata Kevin memancarkan kemarahan terpendam.


Kevin menarik napas dalam. Menetralisir perasaannya sekarang.


Viola beranjak dari sofa kemudian melipat kedua tangan di dada, tersenyum angkuh sejenak.


"Tentu saja, aku yakin! Kemarin Daddy kalian mengatakan padaku, menikahi Mommy kalian hanya sebagai bentuk tanggungjawabnya, oh my God! Bodoh sekali aku, kalian masih kecil, mungkin tidak mengerti apa yang aku bicarakan sekarang, intinya sebentar lagi rumah ini akan menjadi milikku! Dan kalian akan di tendang keluar! Haha! Sudahlah, aku malas berdebat dengan bocah ingusan seperti kalian! Lebih baik aku berenang saja!" Viola tersenyum sinis kemudian melangkah cepat menuju kolam renang.


Dada Kenny dan Kevin bergemuruh kuat mendengar perkataan Viola. Menatap punggung Viola dengan sangat tajam.


"Kak, apa yang harus kita lakukan sekarang? Wanita itu sangat menyebalkan! Dia akan mengotori rumah ini! Kenapa Daddy lama sekali Kak?" tanya Kevin seketika.


Kenny menoleh. "Mungkin sebentar lagi Daddy dan Mommy datang, ayo kita ke dapur, aku punya ide."


Selang beberapa menit, Kenny dan Kevin keluar dari dapur sambil membawa beberapa botol saus pedas, bubuk cabe dan ember besar berisi air. Keduanya bergegas, mendekati kaca pembatas antar ruangan dan kolam renang. Melihat Viola tengah berenang, menggunakan bikini. Wanita itu mendapatkan bikini dari seorang maid. Karena tadi Kenny dan Kevin mendengar Viola memanggil-manggil maid mengambilkan baju renang untuknya.


"Dasar wanita ular! Bagaimana Daddy bisa jatuh cinta sama wanita seperti dia? Apa Daddy buta?" ucap Kevin tanpa mengalihkan pandangan mata dari Viola tengah asik sendiri di luar sana.


"Entahlah, ayo cepat kita taburkan saos pedas dan bubuk cabe ini ke dalam ember," perintah Kenny sembari meletakkan ember ke lantai kemudian menuangkan cabe dan saos. Kevin pun membantu Kenny.


Tak sampai lima menit botol saos dan wadah penyimpanan cabe bubuk terlihat kosong.


Kenny tersenyum tipis kala Viola sekarang tengah berenang dengan posisi badan terlentang di tepi kolam. Sedari tadi wanita itu tak menyadari gerak-geriknya diperhatikan oleh si kembar.


"Sekarang kita siram ke atas kepala wanita itu," ucap Kenny sambil mengangkat ember di bantu oleh Kevin.


"Oke, Kak!"


Kenny dan Kevin berjalan cepat keluar dari ruangan, kemudian menyirami wajah Viola.

__ADS_1


Byur!


Secara bersamaan pula air di dalam kolam berubah warna.


"Argh! Panas!" teriak Viola sambil membuka mata. Dan langsung mendengar gelak tawa Kenny dan Kevin di sekitar.


"Hahaha! Syukurin!" Kevin menjulurkan lidah kepada Viola.


Sementara Kenny menyeringai tipis saat melihat tubuh Viola mulai merah.


Viola mengusap cipratan saos di wajah kemudian naik ke permukaan, hendak memberi Kenny dan Kevin pelajaran.


"Bocah si@lan! Kemari kalian ha?!"seru Viola, melangkah cepat mendekati si kembar.


"Haha! Tidak mau!" seru Kevin kemudian berlarian bersama Kenny di sekitar kolam renang.


"Argh! Awas kalian! Dasar anak-anak nakal!" Viola mempercepat langkah kakinya, mengejar si kembar.


Lima menit kemudian, ketiganya masih mengejar satu sama lain, mengelilingi kolam renang.


Viola terlihat kewalahan sebab rasa panas menyeruak ke kulitnya semakin terasa apalagi sinar matahari hari ini sangatlah terik. Namun, rasa jengkelnya lebih besar membuat dirinya tak menghentikan gerakan kaki.


Kenny dan Kevin sedikit panik karena Viola sekarang tepat berada di belakang mereka.


"Gotcha! Haha!" Viola tertawa penuh kemenangan saat berhasil mencekal lengan Kevin barusan.


"Kak!" seru Kevin, mulai panik.


Kenny yang berada di depan menghentikan langkah kaki.


"Dasar bocah si@lan! Kalian harus di hukum!" seru Viola kemudian mengangkat tangan kanan ke udara.


Kevin reflek memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2