Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Aku Sudah Tahu Semuanya


__ADS_3

"Sayang!"


Viola berlarian mendekati Kendrick lalu merangkul lengannya seketika sambil menyenderkan kepala di pundak Kendrick.


Kendrick mengibas cepat tangan Viola lalu berjalan cepat menghampiri Ashley dan si kembar. Meninggalkan Viola menggeram rendah, melihat sikap Kendrick barusan.


Sebelum Kendrick membuka suara. Putra bungsunya itu tengah berusaha menarik tangan Ashley untuk pergi.


"Mommy, ayo kita pulang! Kevin sudah selesai capek bermainnya! Kevin malas bertemu Daddy lagi! Daddy jahat selingkuhin Mommy! Daddy nggak sayang lagi sama Kevin!"


"Kevin, Daddy..." Mencelos hati Kendrick mendengarnya. Ia mengalihkan pandangan ke arah Kenny yang kini melenggoskan muka. "Kenny..." panggilnya hendak menyentuh kepala Kenny namun, secepat kilat Kenny berlarian mendekati Kevin.


Kendrick dapat melihat jejak kemarahan tergambar jelas di wajah Kenny dan Kevin. Lantas mengalihkan pandangan pada Ashley.


"Ken, kalau kau mau berjalan dengan Viola, katakan padaku, agar aku tidak membawa mereka keluar. Dan bisakah kau kabari aku jika memang kau ada urusan di luar. Kenny dan Kevin mencarimu sejak tadi pagi, mereka kecewa karena kau tidak menepati janjimu, aku pulang dulu, tenanglah aku akan berusaha memberi mereka penjelasan nanti."


Belum juga Kendrick berkata, Ashley sudah berlalu pergi dan berjalan cepat menggandeng Kenny dan Kevin, menjauh dari hadapannya.


Kendrick terdiam membisu. Setiap kalimat yang dilontarkan Ashley barusan. Menghujam ke jantungnya bertubi-tubi apalagi suara Ashley yang terdengar bergetar membuat perasaannya campur aduk. Dia kebingungan bukankah tadi pagi sewaktu di apartment Viola, sudah mengirimi Ashley pesan mengatakan bahwa ia menemui Viola.

__ADS_1


"Ken, ayo kita beli pakaian lagi!" Viola menahan diri untuk tidak mencampuri urusan Kendrick tadi. Dia tak mau karena sikapnya Kendrick menjauh darinya.


"Viola! Kita pulang! Jangan berbelanja lagi! Aku harus pulang ke rumah." Kendrick melangkah pergi meninggalkan Viola menghentak-hentakkan kaki di lantai.


Basment Mall


Kendrick dan Viola berada di parkiran Mall. Sedari tadi Viola membujuk Kendrick untuk tak pulang. Dia masih ingin berbelanja.


"Ken, ayolah kenapa kau mau pulang ke rumah? Apa kau tidak sayang lagi denganku? Apa karena anak-anakmu itu? Come on, Ken, lagipula biarkan mereka tahu tentang hubungan kita."


Viola mengikuti langkah kaki Kendrick yang lebar itu. Dia sedikit kewalahan sampai-sampai topi dipakai pun terjatuh.


Di ujung sana, Kendrick berdiri di dekat mobil, memanggil-manggil namanya sedari tadi. Viola berdecak kesal lalu berjalan cepat mendekati Kendrick.


"Cepat masuk!" titah Kendrick lalu masuk ke dalam mobil. Dengan terpaksa Viola menuruti kekasihnya.


"Wah, wah kau lihat itu istrimu ternyata janjian ke mall bersama pria lain!"


Di luar mall, secara kebetulan Viola melihat Ashley dan anak Kendrick masuk ke mobil, yang di dalamnya ada seorang pria tampan seperti kekasihnya.

__ADS_1


Kendrick menoleh keluar jendela, melihat Ashley dan si kembar bersama George, rekan bisnisnya kemarin. Tanpa sadar Kendrick memukul setir kemudi. Dadanya terbakar membara saat ini.


Secepat kilat Kendrick menancap gas hendak mengikuti kendaraan yang ditumpangi Ashley dan anak-anaknya itu.


"Ahk! Ken, pelan-pelan! Jangan laju-laju!" seru Viola seketika saat melihat Kendrick melajukan mobil dibatas ambang kecepatan.


Kendrick tak peduli. Dia semakin mempercepat laju kendaraannya.


"Ahkk, Ken, kepalaku sakit!"


Kendrick tersentak saat Viola tiba-tiba menutup mata, sepertinya tengah pingsan. Dia kalang kabut, saat melihat mobil George sudah menjauh di depan sana.


Kendrick pun memutuskan membawa Viola terlebih dahulu kembali ke apartment.


"Viola, makan dan minum obatlah nanti, aku harus pulang ke rumah." Kendrick menutupi tubuh Viola dengan selimut dengan muka datarnya.


"Tapi Ken, kepalaku masih sakit, temanilah aku di sini." Viola hendak menggapai tangan Kendrick namun, segera di tepis kekasihnya itu.


"Kenapa kau tidak meminta Daddymu saja yang menemanimu. Aku sudah tahu semuanya."

__ADS_1


Perkataan Kendrick berhasil membuat Viola berkeringat dingin. Di tambahlagi tatapan Kendrick amat mematikan sekarang.


__ADS_2