Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Ashley Harus Mati


__ADS_3

Plak!!!


Belum juga tamparan mendarat di pipi Kevin, Viola tercengang malahan dia yang mendapatkan sebuah tamparan.


Viola menoleh, melebarkan mata saat Ashley berada tepat di hadapannya dengan melayangkan tatapan tajam.


"Berani sekali kau menyentuh anakku ha?!" teriak Ashley sambil mengambil paksa Kevin dari tangan Viola.


"Apa? Kau tidak terima? Anak-anakmu itu membuat ulah denganku! Jadi wajar saja, aku menghukumnya!" pekik Viola tak kalah nyaring.


Ashley menatap tajam sembari memberi kode melalui gerakan tangan kepada si kembar untuk menjauh,


Kenny dan Kevin paham kemudian berjalan cepat masuk ke ruangan, memperhatikan Ashley dan Viola dari kaca pembatas.


"Kenapa kau datang ke sini? Pergi kau dari rumah ini!" seru Ashley kemudian.


"Cih! Rumahmu! Ini rumah kekasihku!" Viola tersenyum sinis, mengabaikan rasa panas disekujur tubuhnya dari tadi.


"Rumahmu?" Kendrick baru saja tiba.


Viola dan Ashley sontak menoleh ke sumber suara.


Ekspresi Viola berubah seketika. Senyum lebar terlukis di wajahnya. Dia melangkah cepat, menghampiri Kendrick. Kemudian hendak menyentuh lengan kekasihnya atau lebih tepatnya mantan kekasih.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah datang, aku sangat merindukan, mari kita perbaiki hubungan ini, maafkan kesalahanku, Ken. Aku janji akan berubah menjadi lebih–"


"Cukup Viola, kita sudah tak ada hubungan lagi! Aku bisa memaafkanmu, tapi untuk kembali bersama itu tidak mungkin!" sela Kendrick sambil menepis tangan Viola dengan sangat kasar.


Kendrick memberi kode melalui gerakan mata pada Kenny dan Kevin untuk pergi ke kamar. Si kembar mengerti kemudian melenggang pergi.


Napas Viola memburu ketika Kendrick tak bisa diperdaya lagi seperti sebelum-belumnya.


"Tapi Ken, apa kau lupa dengan janji kau dulu, kau pernah mengatakan padaku kalau akan menikahiku, kenapa kau lupa dengan janji-janjimu, Ken. Aku mencintaimu, Ken. Aku mohon kembalilah bersamaku," ucapnya dengan nada sedikit manja.


Ashley menatap tajam Viola. Menahan gemuruh di dalam dadanya sekarang.


"Viola, mengertilah kau sudah membuatku kecewa, aku sudah berkeluarga, hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi. Aku tidak mencintaimu, Viola. Sekarang aku mencintai Ashley, istriku sendiri,"Kendrick berkata dengan penuh penekanan.


Ashley tersenyum penuh kemenangan, mendengar perkataan Kendrick. Dia sangat senang karena suaminya bisa bersikap tegas kepada mantan kekasihnya itu.


Ashley sedikit terkejut, melihat pemandangan di depan matanya. Dia bergegas mendekati Kendrick. Lalu menatap dalam suaminya.


"Ahkk! Ken!"


Kedua tangan Viola terkepal kuat ketika melihat Kendrick dan Ashley saling bertatapan satu sama lain, mengabaikan kehadirannya di ruangan.


"Ini semua gara-gara kau!"

__ADS_1


Viola berjalan cepat kemudian menarik rambut Ashley dari belakang, sembari memecahkan kaca jendela di dekatnya lalu mengambil pecahan kaca dan menghunuskan benda tajam itu ke leher Ashley.


"Viola! Lepaskan aku!!" seru Ashley.


Ashley tak berkutik saat benda runcing itu sedikit lagi mengenai kulitnya. Dia mendongakkan dagunya ke atas.


"Viola! Lepaskan istriku!!!" teriak Kendrick.


Melihat pergerakan Viola yang sangat gesit, Kendrick melebarkan matanya. Perasaan was-was mulai menyeruak ke palung hatinya tiba-tiba.


"Tidak! Aku mencintaimu, Ken. Kau hanya milikku! Gara-gara wanita ini kau melupakan janji-janjimu, Ken. Ashley harus mati!" seru Viola lalu mengerat cengkraman jarinya di rambut Ashley.


"Ahk! Lepaskan aku j@lang!" teriak Ashley, menahan rasa perih di kepala.


"Viola! Kau membuatku habis kesabaran! Kalau kau berani menyakiti, Ashley, aku tidak akan segan-segan menyakitimu juga!"


Kendrick berusaha mendekati mereka.


Viola memundurkan langkah kakinya juga tanpa melepaskan Ashley.


"Ahkk! Shff..."


Ashley meringis kala beling kaca menggores sedikit leher jenjangnya. Tampak darah segar mulai mengalir perlahan dari benda runcing tersebut.

__ADS_1


"Haha!"


Viola tertawa keras melihat Ashley saat ini tak berdaya.


__ADS_2