Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Seorang Petinju?


__ADS_3

Ashley semakin bertambah bahagia saat mendapat kabar, kalau Reza dan Rita akan melangsungkan pernikahan di Indonesia lusa. Tak lupa ia mengucapkan selamat kepada Rita dan Reza serta memberitahu Madam Brunet bahwa ia sedang mengandung juga. Dia tak enak hati saat tidak bisa datang ke pernikahan sahabatnya itu sebab Kendrick melarangnya berpergian untuk saat ini.


Mendengar hal itu, Madam Brunet dan Rita sangatlah senang dan memakluminya. Mereka mendoakan yang terbaik untuk Ashley dan keluarga kecilnya.


Tiga bulan telah berlalu, perut Ashley semakin membesar. Dia sedikit heran, di hamil keduanya, anaknya mengindam yang aneh-aneh. Dari meminta mertuanya memasakkan dia roti dan lain-lainnya. Hingga ingin melihat Kendrick dan Maximus saling memukul satu sama lain. Aneh bukan, seperti hari ini Kendrik dan Maximus yang baru saja pulang dari kantor, langsung di suruh Ashley untuk duel di ring tinju.


"Honey! Jangan terlalu kuat memukul Maximus!" seru Ashley dari bawah ring tinju. Dia tengah duduk di sofa bersama Lily di sampingnya yang ikut menonton juga.


Kendrick menoleh sambil menyeka keringat di dahi."As you wish, Honey!" ucapnya sambil memberi kode kepada Maximus untuk memukulnya.


Sebenarnya Kendrick dan Maximus tak benar-benar bertarung. Dia tak mau menyakiti pria yang umurnya lebih tua darinya. Namun, mau tak mau ia harus menuruti permintaan Ashley yang aneh bin ajaib itu.


"Max, coba kau pura-pura terjatuh, aku sudah lelah," ucap Kendrick pelan sambil curi-curi pandang ke arah Ashley.


Lily yang mengamati gerak-gerik Kendrick langsung mengajak Ashley berbicara.


Maximus mengangguk.


Dalam sepersekian detik, Kendrick memukul perut samping Maximus.


Bruk!


"Ahk!" Maximus tersungkur di lantai lalu pura-pura kesakitan.


Melihat hal itu Ashley bangkit berdiri."Yei! Besok bertarung lagi ya, Honey!" serunya sambil menlengkungkan senyum lebar.

__ADS_1


Kendrick tersenyum miris kemudian melemparkan pandangan ke arah Maximus dan Lily secara bergantian.


"Daddy! Mommy!" Kenny dan Kevin menyelenong masuk ke ruangan. Keduanya baru saja pulang sekolah.


Keempat manusia di ruangan menoleh ke sumber suara, tersenyum simpul, melihat kedatangan si kembar.


"Wow, Daddy menang lagi?" Kevin mendongakkan kepala ke atas, melihat Daddynya tengah membantu Maximus untuk bangkit berdiri.


"Iya, Kevin," ucap Kendrick sambil turun dari ring tinju bersama Maximus.


"Keren, apa Daddy dan Uncle Max tidak kelelahan hampir setiap hari bertinju?" tanya Kenny seketika.


Kendrick melirik Maximus sekilas. Tak mungkin dia berkata jujur di hadapan Ashley saat ini. Apalagi Mommynya tempo lalu memperingatinya untuk jangan berkata yang bisa saja membuat mood Ashley buruk.


"Iya, benar, Tuan Muda." Maximus mengembangkan senyuman ke arah si kembar dan juga Ashley. "Kalau begitu saya permisi dulu, Nyonya Lily dan semuanya." Pamitnya sebelum melangkah pergi dari ruangan, hendak mandi.


"Oke Uncle!" sahut Kenny dan Kevin serempak.


Sementara Kendrick, Ashley dan Lily membalas dengan menganggukkan kepala.


Selepas kepergian Maximus, Ashley dan Lily mendekati Kendrick.


"Ken, sepertinya cucu Momny nanti mau menjadi seorang petinju," kelakar Lily tiba-tiba.


Ashley terkikik pelan. "Entahlah, Mom. Bagaimana kalau dia perempuan, tidak mungkin dia menjadi seorang petinju," sergahnya sambil mengecup bibir Kendrick sekilas lalu mengusap keringat di dahinya menggunakan kain kecil.

__ADS_1


"Hmm, anggap saja Mommy dan anak-anakmu ini nyamuk ya!" Lily tersenyum jahil sambil melemparkan pandangan ke arah Kenny dan Kevin yang juga memperhatikan kemesraan pasangan suami istri itu.


Kendrick dan Ashley hanya mengulum senyum mendengar guyonan Lily.


"Grandma, kami sudah lama menjadi nyamuk Mommy dan Daddy tahu! Ya kan Kak Ken?" Kevin menimpali sambil menoleh ke samping.


"Iya, benar itu," sahut Kenny seketika


Setelah mendengar perbincangan di pesawat tempo lalu antara Kendrick dan Ashley. Sekarang si kembar sudah tahu jika kedua orangtuanya sudah saling mencintai.


Mereka pun terkekeh pelan sejenak.


"Oh ya, Ashley, tadi kau mengatakan bagaimana kalau anakmu perempuan dan tidak mungkin menjadi seorang petinju?" Lily menanggapi perkataan menantunya tadi.


"Iya, Mom. Aku tidak mau dia melakukan sesuatu yang ekstrem dan membahayakan. Semoga saja anak keduaku laki-laki." Ashley sangat takut jika memiliki anak perempuan, sebab selama beberapa bulan ini, permintaan sang anak sangat membahayakan orang lain.


"Hehe! Tapi Mommy yakin anakmu perempuan!" seru Lily semangat sambil menepuk pelan lengan Ashley yang sekarang wajahnya sedikit ketakutan dan cemas.


Melihat hal itu Lily memegang pundak Ashley, lalu berkata,"Ashley, kau jangan memikirkan hal itu, lagipula ngidammu kan belum tentu sama hobinya dengan anakmu nanti. Yang terpenting sekarang kau harus banyak makan dan jangan memikirkan yang aneh-aneh, oke?"


Seulas senyum tipis terukir di wajah Ashley saat Lily menasehatinya barusan. "Oke. Terima kasih, Mom."


"Ya sudah, ayo sekarang kita ke ruang makan mengajak si kembar makan." Lily beralih menatap Kendrick dan si kembar tengah bercengkrama satu sama lain sekarang.


Semuanya mengangguk patuh lalu melangkah pelan keluar dari ruangan.

__ADS_1


__ADS_2