
Sejak kemarin, saat liburan di Mississipi, para tetangga berbondong-bondong datang ke rumah Madam Brunet, hendak meminta maaf atas semua perbuatan yang mereka lakukan selama ini pada Ashley dan anak-anaknya.
Ashley dan si kembar pun memaafkan kesalahan mereka. Berharap penduduk setempat dapat lebih dewasa dalam menilai seseorang dan tidak mudah termakan kabar burung yang beredar tanpa bukti yang jelas.
Kini Ashley dan Kendrick sudah kembali ke Los Angeles. Begitupula dengan Reza, Rita, Madam Brunet setibanya di LA. Mereka langsung pergi ke Indonesia.
Hari ini, tak seperti biasanya Ashley malas sekali rasanya beranjak dari tempat tidur. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul enam lewat. Dia masih berbaring di samping Kendrick.
"Honey," panggil Kendrick kala merasa tingkah Ashley sedikit aneh akhir-akhir ini. Ditambah lagi semalam Ashley menyantap roti yang di beli Mommynya tempo lalu dengan sangat lahap. Padahal dia tahu betul kalau Ashley tidak menyukai daging cincang.
"Hmm," sahut Ashley tanpa membuka mata. Dia malah mengeratkan pelukan sambil mengerakan kepalanya dengan pelan di dada bidang Kendrick.
"Apa kau sakit, Honey?" tanya Kendrick sambil menempelkan tangan di kening Ashley. Gurat kecemasan tergambar jelas diwajahnya sekarang.
Ashley membuka mata pelan-pelan. "Tidak, Honey. Aku hanya malas saja, apa aku tidak boleh bermalas-malasan, Honey?" tanyanya dengan mimik muka cemberut.
Sudut bibir Kendrick terangkat sedikit. "Tentu saja boleh, Honey. Tidurlah lagi, hari ini aku akan ikut bermalasan-malasan bersamamu." Setelah berucap dia melabuhkan kecupan di kening Ashley.
"Hm, terima kasih, Honey." Ashley langsung menutup kembali kedua matanya.
Aneh sekali, tidak seperti biasanya.
Kendrick menatap seksama wajah Ashley yang kini tengah mendengkur halus di sampingnya.
*
*
__ADS_1
*
Pukul sembilan, mau tak mau Kendrick membangunkan Ashley dan mengajak mandi lalu makan pagi bersama.
Hari ini, Kenny dan Kevin belum masuk sekolah juga. Keduanya keheranan, melihat Mommy dan Daddynya bangun kesiangan. Saat ini mereka main di ruang yang terhubung antar ruang makan.
"Mom, Dad, tumben sekali bangun kesiangan!" seru Kevin sambil berlarian menghampiri mereka. Dari belakang, Kenny melangkah cepat, mengekori Kevin.
"Mommymu sedang kelelahan, Kevin. Apa kalian sudah sarapan?" Kendrick menuntun si kembar menuju meja makan.
"Sudah, Daddy," ucap Kenny sambil duduk di kursi. Memperhatikan Mommynya tengah menarik bangku di hadapannya. "Kenapa Mommy lesu sekali? Seperti orang hamil saja." celetuknya lagi.
Mendengar penuturan Kenny, Ashley dan Kendrick pun tertegun. Keduanya langsung melemparkan pandangan masing-masing sejenak.
"Mom, Dad, kenapa diam? Ayo kita sarapan, Kevin mau sarapan lagi! Hehe." Kevin bersuara memecahkan keheningan di ruangan. Dia langsung duduk dan menyambar ayam goreng di atas meja.
Ashley tersenyum lebar lalu mengelus-elus perutnya. Saat menyadari kalau sudah lama tak menstruasi. Ashley merasa bodoh sekali karena melupakan datang bulannya sendiri. Dan berharap apa yang dikatakan Kenny' benar adanya.
Selesai sarapan bersama, Kendrick mengajak Ashley dan si kembar pergi ke rumah sakit, ingin memeriksakan keadaan istrinya.
"Daddy, kenapa kita ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Kevin selesai menutup pintu mobil dan melihat di hadapannya terdapat rumah sakit besar.
Kendrick menoleh. "Tidak ada sayang, kita mau memeriksa perut Mommy. Apa ada adik bayi atau tidak."
"Ha? Adik bayi?" Kevin menatap Kenny seketika. Menebarkan senyuman lebar.
"Apakah Mommy hamil Dad?" tanya Kenny menimpali sambil mengekori orangtuanya di belakang.
__ADS_1
Kendrick memutar kepala ke belakang sejenak. "Doakan saja ya, makanya kita periksa perut Mommy sudah ada adik bayi atau belum," ucapnya kemudian beralih menatap Ashley di sampingnya.
Ashley membalas dengan tersenyum manis.
*
*
Sesampainya di ruang dokter kandungan, Ashley dan Kendrick masuk ke ruangan, sementara si kembar menunggu di luar.
Ashley langsung menyampaikan keluhannya kepada dokter. Lalu dokter menyuruh dirinya untuk berbaring di atas brangkar, hendak mendeteksi janin menggunakan pemeriksaan USG.
"Selamat ya Nona, Mr, janinnya dalam keadaan sehat, sudah 14 hari dia di dalam perut,' ucap sang dokter sambil menggerakkan alat di perut Ashley.
Mata Ashley dan Kendrick berkedip cepat, seakan tak percaya ucapan dokter.
"Jadi, istriku hamil Dok?" tanya Kendrick, antusias. Dengan cepat ia mendekati Ashley lalu mengenggam tangannya.
"Iya, benar. Saya akan meresepkan vitamin untuk Nona Ashley nanti." Dokter menjauhkan alat USG dari perut dan mengelap gel di ujung alat menggunakan tisu.
Ashley semakin melebarkan senyuman. Tak mengira dirinya dapat hamil lagi dalam waktu yang cepat, menurutnya.
"Terima kasih, Honey. I love you so much! Muach, muach, muach!"
Kendrick membenamkan kecupan di wajah Ashley bertubi-tubi. Lalu memeluk sang istri dengan begitu erat. Kebahagian menyelimuti relung hatinya kini karena keinginannya untuk memiliki anak lagi akhirnya terwujud juga.
Ashley terkekeh pelan, melihat tingkah Kendrick. Wanita itu tersipu malu, saat dokter ikut tersenyum, memperhatikan interaksi keduanya sedari tadi.
__ADS_1