Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Akhir Cerita


__ADS_3

Waktu bergulir dengan sangat cepat. Sudah sembilan bulan Kendrick lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Dia ingin selalu menemani Ashley setiap saat. Hendak membayar lunas kesalahannya sewaktu dulu kala Ashley, seorang diri menghidupi anak-anaknya di kota Mississipi.


Kini perasaan bersalah menyelimuti hati Kendrick saat melihat Ashley terkadang kesusahan untuk beraktivitas. Sebagai suami yang siap siaga, jika Ashley hendak mandi, makan ataupun buang air kecil, dia akan membantunya.


Seperti hari ini, Ashley tengah membersihkan diri, namun sangat lama di dalam kamar mandi. Kendrick pun sangat cemas, mau tak mau menerobos masuk ke kamar mandi, melihat sang istri sudah memakai handuk dan duduk di atas kursi, tengah berusaha mencukur bulu kakinya.


"Honey, kenapa tidak memberitahuku kalau mau mencukur, sini biar aku bantu," ucap Kendrick sambil mengambil alih pisau cukuran dari tangan Ashley lalu berjongkok.


"Maaf, aku tidak mau selalu merepotkanmu." Ashley melihat Kendrick tengah mencukur kakinya dengan hati-hati.


Kendrick menghela napas pelan. "Honey, aku sangat senang kalau kau merepotkanku, aku ingin membayar semuanya, saat kau dulu hanya sendirian merawat dan membesarkan si kembar," tuturnya, tulus.


Ashley membalas tersenyum simpul. Tak mengira bahwa Kendrick berpikiran seperti itu. Dia sangat bahagia karena memiliki suami dan mertua yang sangat baik padanya. Walau kisahnya bersama Kendrick diawali dengan cara yang salah. Namun, nyatanya berakhir bahagia pula sekarang.


Kendrick memberinya cinta melalui perhatian-perhatian kecil. Membuat hati Ashley selalu berbunga-bunga setiap saat.


"Honey! Apa ini?!" teriak Kendrick panik, saat melihat cairan mengalir pelan dari sela-sela paha Ashley tiba-tiba.


Ashley menoleh, melebarkan sedikit matanya. "Honey sepertinya aku akan melahirkan," ucapnya sambil mengelus pelan pipi Kendrick.


"Apa?" Kendrick terkejut dan panik. "Bukannya HPL-nya minggu depan!" teriaknya kemudian langsung mengangkat tubuh Ashley ala bridal style. Kendrick panik bukan main, kala melihat air ketuban berceceran di kamar mandi sekarang.


"Ya bisa saja prediksinya salah, Honey. Sudah Honey, tenanglah, sekarang kita ke rumah sakit." Ashley mengalungkan tangan di leher Kendrick sambil mengecup pipi suaminya yang nampak panik.


"Aku tidak bisa tenang!" seru Kendrick sambil mendobrak paksa pintu kamar mandi dan bergegas keluar dari kamar, hendak membawa Ashley ke rumah sakit.


Ashley malah terkikik kuat, melihat wajah suaminya yang sangat panik.

__ADS_1


*


*


*


"Anakku cantik sekali." Kendrick melihat putri munggilnya tengah di dekap Ashley di atas brangkar.


Beberapa menit yang lalu, Ashley sudah melahirkan perempuan secara normal. Dan sekarang sudah di kamar VIP. Dia tak menyangka hasil USG tempo lalu yang menunjukkan ia memiliki anak laki-laki ternyata salah. Namun, dia tak peduli yang terpenting anaknya sekarang dalam keadaan sehat-sehat.


"Cantik sepertiku kan?" ucap Ashley.


Kendrick mengangguk cepat. "Tentu saja."


Ketukan pintu dari luar mengalihkan atensi Kendrick dan Ashley seketika.


Kenny dan Kevin berserta orangtua Kendrick masuk ke ruangan.


"Yei mana adikku!" Kevin berlarian mendekati Ashley.


"Apa adikku cowok, Dad?" Kenny melemparkan pandangan ke arah Kendrick.


"Cewek," sahut Kendrick sambil tersenyum.


Leon dan Lily merekahkan senyuman, mendengar perkataan Kendrick.


"Wow, ternyata tebakan Mommy benar kan. Bawa ke sini, Mommy mau melihatnya," sahut Lily kemudian menghampiri Ashley dan mengambil perlahan-lahan bayi munggil tersebut.

__ADS_1


"Selamat, Ken. Kau sudah memiliki anak perempuan, kedepannya kau harus bisa menjaganya dari pria nakal di luar sana." Leon menepuk pelan pundak Kendrick.


"Ya, Dad. Sepertinya aku menempatkan banyak pengawal untuk anak perempuanku nanti."


Kendrick baru menyadari kalau sekarang tanggungjawabnya sebagai seorang Ayah semakin bertambah. Rasa cemas terhadap anak perempuannya, merasuk ke hatinya sesaat. Dan berharap tak ada laki-laki hidung belang yang macam-macam terhadap putrinya nanti.


"Tenang, Daddy, Grandpa, aku akan mengajari adikku beladiri," ucap Kevin sambil berjinjit ingin melihat wajah sang adik.


Lily tersenyum melihat tingkah Kevin kemudian merendahkan sedikit tubuhnya.


Kevin dan Kevin mendekat, menatap dalam kepada bayi munggil yang tubuhnya masih memerah.


"Wah, lucu sekali, kenapa dia menutup mata Grandma?" tanya Kevin, penasaran.


"Tentu saja dia sedang tertidur, bodoh!" Sebelum Lily menjawab, Kenny berseru terlebih dahulu. Sedikit jengkel dengan pertanyaan adiknya itu.


"Ohh begitu." Kevin nampak mangut-mangut sejenak. "Ya sudah, kalau begitu bangunkan dia!"


Plak!


"Ooeeeeekkkkk!!!"


"Kevin!!!" teriak Kendrick dan Ashley serempak, saat melihat Kevin menabok wajah adiknya tiba-tiba.


...The End...


...Cerita Anak Kembar Tuan Dingin author cukupkan sampai di sini ya. Maaf kalau di dalam novel ini masih banyak kekurangan. Terima kasih untuk para pembaca, yang sudah memberikan dukungan berupa like ataupun komentar. Sehat-sehat selalu untuk kita semua 🤗...

__ADS_1


__ADS_2