
Rumah Sakit
RUANG UGD
"Apa kau sudah menelepon Kendrick?" tanya Ashley.
Ashley baru saja tiba di rumah sakit. Tomi sudah menghubungi pihak kepolisian untuk datang ke rumahnya, mengatasi kecelakaan yang terjadi pada Viola.
Sebelum ke rumah sakit, Ashley pun memberi penjelasan kepada polisi, mengenai apa yang sebenarnya terjadi di rumahnya tadi. Polisi pun mengatakan akan mengidentifikasi lebih lanjut dan membawa Ashley ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.
"Sudah, Nona. Saya juga sudah menghubungi Nyonya Lily juga, saya benar-benar minta maaf, karena tidak bisa menjaga Nona." Tomi menunduk lesu. Merasa akan di pecat sebentar lagi karena tak becus melaksanakan pekerjaan.
"Kau tidak salah, Tom. Aku yang salah, lagipula ini semua tidak akan terjadi kalau aku tidak ke sana. Aku pun tidak mengerti, mengapa aku ingin sekali ke sana," ucap Ashley sambil membekap mulutnya seketika saat seorang perawat mendorong troli berisi obat-obatan antiseptik melintas di dekatnya. Bau menyengat dari obat itu menusuk hidungnya.
"Nona, anda kenapa?" Tanpa sadar Tomi memegang pundak Ashley.
"Turunkan tanganmu! Berani sekali kau menyentuh istriku!" sahut Kendrick sambil mengibas cepat tangan Tomi.
Belum sempat Ashley bersuara. Kendrick menyelenong masuk ke ruangan dengan mimik muka was-was dan sedikit marah. Dari belakang Maximus mengekori Kendrick.
"Maaf, Mr. Saya tidak bermaksud." Tomi tampak gelagapan. Dengan cepat memundurkan langkah kakinya sambil membungkuk sedikit di hadapan Kendrick dan Maximus.
"Honey, maafkan aku." Kendrick langsung membawa Ashley ke dalam pelukan. Kemudian mengecup keningnya berkali-kali.
"Untuk apa minta maaf, Honey?" Dalam pelukan, Ashley terlihat kebingungan mengapa Kendrick malah mengucapkan kata maaf.
Melepas rengkuhan, Kendrick menangkup pipi Ashley, kemudian menatap dalam-dalam bola mata yang selalu ia rindukan setiap detik. "Maaf, karena akhir-akhir ini aku tidak bisa bersamamu. Lihatlah dirimu sekarang terluka,"ucapnya sambil melirik lengan Ashley yang terbungkus perban dan luka kecil di tubuhnya.
"Honey, tidak apa-apa, ini hanya luka kecil, lagipula kau berkerja untuk anak-anak kita kan dan untuk membantu saudara-saudaramu juga."
Ashley teringat kesibukan Kendrick bukan hanya semata soal uang. Tapi soal tanggungjawab juga. Tempo lalu karena permasalahan adik kembar Kendrick, merembet ke perusahaan. Jadi, sebagai anak pertama Kendricklah yang dipercayai oleh kedua orangtuanya mengelola perusahaan.
Kecupan singkat terasa lembut di bibir Ashley, ia mengulas senyum tipis kala Kendrick *****@* bibirnya seketika.
__ADS_1
"Ken, malu, ini di tempat umum," ucap Ashley teringat kalau masih di rumah sakit.
"Biarkan saja." Kendrick mengulum senyum tipis. Kemudian mengalihkan pandangan ke arah Tomi yang berjarak dua meter darinya.
"Bagaimana keadaan wanita itu? Ceritakan padaku, apa yang terjadi?" tanya Kendrick dengan muka datar.
"Viola sudah meninggal Mr. K dan sekarang sedang diidentifikasi pihak kepolisian. Saya sudah memberi keterangan perihal kematian Viola, Mr. Kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan Viola sendiri," jelas Tomi singkat.
"Hmm. Meninggal?" Kendrick sedikit terkejut, menarik napas dalam sejenak. "Semoga saja arwahnya tenang," gumamnya pelan. Dia sangat menyayangkan perbuatan Viola, berharap wanita yang dulu sempat singgah di hatinya' arwahnya dapat tenang.
"Max, kau urus semuanya, selesaikan secepatnya dalam minggu ini." Kendrick menoleh kepada Maximus seketika.
Maximus menggangguk.
"Hoek." Ashley menutup mulutnya tiba-tiba lalu berlarian cepat menuju toilet di ruang IGD.
Kendrick terlonjak kaget. Secepat kilat mengikuti langkah kaki Ashley.
Sesampainya di toilet. Ashley memuntahkan cairan berwarna bening ke dalam wastafel. "Hoek, hoek, hoek!"
"Honey, sebaiknya kau rawat inap saja ya, sepertinya kau sakit.
Ashley menggeleng cepat lalu memutar keran air dan membersihkan bekas muntahan di bibir.
"Tidak mau, Honey, aku tidak sakit, hanya trauma saja karena tadi aku tidak sengaja melihat darah yang sangat banyak. Aku mau pulang ke rumah sekarang."
"Tapi Honey...."
Kendrick tak meneruskan ucapan kala Ashley tiba-tiba berbalik dan langsung memeluknya dengan erat.
Ashley mendongak, menatap dengan tatapan memelas. "Aku mau pulang, Honey. Bau obat di rumah sakit membuatku mual."
Kendrick menghela napas. "Baiklah, ayo kita pulang sekarang," katanya sembari merengkuh tubuh Ashley.
__ADS_1
*
*
*
Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, Ashley baru bisa tertidur pulas. Setelah tadi grasak-grusuk di samping tubuh Kendrick. Dia melingkarkan tangannya di perut sang suami dan meletakkan kepalanya di dada bidang Kendrick.
Jika Ashley sudah tertidur dengan damai dan pulas. Berbeda dengan Kendrick, masih terjaga. Dia tengah memandangi seksama wajah sang istri sambil mengelus-elus punggungnya.
Kendrick sedikit heran dengan sikap Ashley malam ini, menyuruhnya tidur tanpa memakai baju dan hanya bertelanjang dada saja. Tidak sampai di situ, Ashley memintanya tak usah mandi karena menyukai wangi tubuh Kendrick yang bercampur keringat itu.
Puas memandangi wajah Ashley, Kendrick mencium pelan bibir ranum istrinya.
Drrt, drrt, drrt!
Getaran ponsel di atas nakas, mengalihkan atensi Kendrick. Dia melirik sekilas lalu mengambil ponsel dengan sangat hati-hati, takut jikalau Ashley terbangun karena pergerakannya.
"Hallo, Mom." Kendrick menyapa Lily terlebih dahulu.
"Hallo, bagaimana keadaan Ashley? Apa dia baik-baik saja? Maafkan Mommy tidak bisa pulang ke LA sekarang. Mommy sudah mendengar semuanya dari Tomi barusan." Suara Lily terdengar sendu.
Melirik Ashley sekilas, Kendrick berkata,"Dia baik-baik saja Mom, sudahlah, Mom. Sekarang semua sudah aman, tak ada lagi yang menganggu Ashley dan si kembar. Tidak apa-apa, Mom, lagipula Nickolas dan Samuel membutuhkan Mommy sekarang, apa urusan Mommy di Moskow belum selesai juga?"
Helaan napas berat terdengar dari sana. "Belum, semoga saja cepat selesai, kau tahu sendiri kan, mereka berdua itu sangatlah keras kepala!"
"Hmm." Kendrick hanya berdeham rendah, berharap permasalahan yang terjadi di antara kedua adiknya dapat segera mereda.
"Ken, Daddymu kemungkinan lusa akan pulang ke LA. Mommy menitip pada Daddymu roti piroshki, kemarin Ashley mau makan itu," ucap Lily kemudian.
Kendrick menautkan alis mata. "Mom, bukankah roti itu di dalamnya ada daging cincang, setahuku Ashley tidak menyukai daging yang di cincang."
__ADS_1
Roti piroshki adalah mirip roti goreng yang di dalamnya ada daging cincang. Makanan khas Rusia, Ibukota Moskow.