Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Liburan


__ADS_3

Di lantai dua, Ashley mendorong pelan dada Kendrick saat mendengar samar-samar suara orang berteriak barusan.


"Ada apa, Honey?" tanya Kendrick dengan nafas terengah-engah.


Kini pasangan suami istri itu sedang olahraga malam. Tampak keringat membanjiri di sekujur tubuh keduanya. Tetesan air dari kening Kendrick menetes di pipi Ashley seketika.


Kendrick menyeka cepat keringat di pipi Ashley, menatap heran istrinya yang tengah berpikir keras.


"Honey, kenapa," ucap Kendrick sambil mulai menggerakan kembali punggungnya.


"Tunggu dulu, Honey, apa kau tidak mendengar suara teriakan dari bawah kamar kita?" Ashley memegang tangan Kendrick.


Gerakan terhenti, alis mata Kendrick pun saling bertautan. "Dari kamar tamu?


Pasalnya kamar utama Kendrick dan Ashley, tepat di atas kamar Reza, ditambah lagi ruang tamu memang tak di pasang kedap suara.


Ashley mengangguk. "Iya, apa kau mendengarnya? Aku mendengar suara teriakan Reza barusan."


Kendrick menggerakan mata ke segala arah, memasang kupingnya untuk mendengar apakah benar ada teriakan Reza atau tidak.


Semenit pun berlalu, Kendrick mendesah kasar.


"Honey, mungkin itu hanya perasaanmu saja, lagian kalau Reza teriak mungkin karena ketakutan menonton film hantu atau tidak sengaja melihat penampakan dirinya di cermin," jelas Kendrick panjang lebar dengan muka datar.


Mendengar hal itu, Ashley memutar mata malas, masih sempat-sempatnya Kendirck membuat lelucon.


"Ish! Untuk apa Reza takut dengan hantu dan wajahnya?! Dia kan laki-laki." Ashley memanyunkan bibir sambil memukul kecil dada bidang Kendrick.


Kendrick terkekeh sesaat. "Honey, kau tidak tahu saja sifat Reza yang aslinya, sudahlah, ayo sekarang kita lanjutkan kembali, kau dengar itu di luar mulai hujan, jadi ini adalah waktu yang sangat pas untuk menghangatkan tubuh kita," ucapnya kemudian mulai melanjutkan kembali aktivitas panas yang sempat tertunda tadi.


Ashley hanya bisa pasrah, niatnya untuk membersihkan muntahan di bajunya tadi, malah memberikan celah untuk Kendrick, menggauli tubuhnya. Sedari tadi sudah tak terhitung berapa kali Kendrick menghujamnya.


Gemercik air hujan di luar sana menemani dua insan manusia saling memadu kasih. Er@ngan, des@han, dan hentakan memenuhi seluruh kamar yang luas dan besar itu.


Begitupula dengan keadaan bilik di bawah, Rita bergerak liar di atas tubuh Reza. Setelah pelepasan pertamanya barusan, pria gemulai tersebut ternyata pingsan,


*


*


*


Esok harinya, tidur Rita terusik ketika mendengar suara tangisan berdengung di telinganya. Dengan perlahan dia membuka mata. Melihat Reza sedang menangis sambil menyilangkan tangan di dada.


Rita menguap lebar sejenak. "Hhooaammm, kenapa kau menangis?" tanyanya dengan menarik selimut yang sekarang di pakai Reza.


Reza menangis tersedu-sedu lalu melototkan mata ke arah Rita. "Ini semua salah you! Sekarang akika nggak perjaka lagi! Mami! Hiks, hiks, hiks..."

__ADS_1


Rita menghela napas. "Kirain apaan, sorry Za."


"Nggak! Akika nggak mau maafin you, akika sudah kotor, hiks, hiks, hiks..." lirih Reza dengan berderai air mata.


Perasaan bersalah mulai merasuk ke relung hati Rita. "Ayolah, aku minta maaf, Za. Lagian kau juga menikmati kan semalam," ucapnya, kemudian hendak menyentuh lengan Reza. Namun, segera di tepis Reza.


"Jangan sentuh aku! Aku jijik!" ucap Reza dengan penuh penekanan.


Rita tersentak saat mendengar suara khodam Reza barusan.


"Oh my God! Ya sudah, apa mau kau sekarang? Aku benar-benar minta maaf, apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku!" Habis sudah kesabaran Rita. Sebab untuk pertama kalinya meminta maaf kepada seorang pria.


"Kau harus menikahiku!" teriak Reza seketika sambil menghapus cepat jejak tangisnya.


"Apa?" Mulut Rita mengangga sedikit, mendengar perkataan Reza barusan. Apa dia tidak salah mendengar? Di mana-mana wanita yang minta dinikahi tapi sekarang ada seorang pria meminta dinikahi. "Kau bilang apa tadi? Coba ulang?" tanyanya kembali ingin memastikan.


"Kau harus menikahiku! Keperjakaanku sudah di rengut oleh dirimu!" seru Reza.


Rita menggeleng cepat. "Tidak, aku tidak mau! Yang lain saja, aku masih ingin bebas Reza! Lagipula kita tidak saling cinta! Kau gila atau apa?!"


"Terserah! Aku tidak peduli! Aku akan mengatakan pada Ashley dan Kendrick, kalau kau memperkosaku semalam." Reza beranjak dari tempat tidur kemudian mengambil handuknya yang di lantai.


Mata Rita mendelik, menganggap perkataan Reza yang terkesan lucu, menurutnya.


*


*


*


"Kemana Rita dan Reza?" Ashley melemparkan pandangan ke arah Kendrick.


"Entahlah, sebaiknya kita sarapan saja dulu, kasihan si kembar," ucap Kendrick kemudian menyuruh Kenny dan Kevin untuk mulai menyantap makanan yang tersaji di atas meja.


Begitupula dengan Ashley mulai menyambar gelas dan menyesap air putih perlahan-lahan.


"Ashley! Kendrick!" Di ujung sana, Reza melangkah cepat mendekati meja panjang di tengah ruangan. Diikuti Rita di belakangnya.


Kendrick dan Ashley serempak menoleh, menautkan alis matanya bersamaan. Melihat ekspresi wajah Reza menahan kesal. Terlebih lagi mendengar suara Reza yang berat dan macho sekarang.


"Ada apa Reza?" tanya Ashley.


"Ashley, temanmu ini sudah memperkosaku semalam!" Reza menunjuk Rita, tengah mendengus sekarang.


"Ha?" Ashley melonggo sejenak, berusaha mencerna perkataan Reza. Dia melirik Kendrick sekilas yang saat ini juga heran.


"Iya! Rita memperkosaku semalam! Aku sudah tidak perjaka Ashley! Maka dari itu, Rita harus menikahiku!" seru Reza.

__ADS_1


Kendrick dan Ashley tak mampu berkata apa-apa lagi sekarang. Apa harus percaya atau tidak.


"Tidak! Aku tidak mau menikah dengannya, Ashley! Lagipula aku tidak sengaja, Ashley. Karena semalam setelah minum orange juice tubuhku panas, sepertinya minuman itu di beri obat perangsang," sergah Rita cepat.


Ashley mengedipkan cepat matanya. "Minuman? Memangnya aku ada menyajikan orange juice, seingatku tidak ada."


Kenny dan Kevin saling melirik satu sama lain sejenak.


"Kak, bagaimana ini?" Kevin berbisik pelan di telinga Kenny.


"Shftt, diamlah, lebih baik kita izin pergi," sahut Kenny. Anggukan pelan di balas Kevin.


Kendrick memicingkan mata sedikit, melihat gelagat mencurigakan dari Kenny dan Kevin.


"Mom, Daddy, kami mau sarapan di ruangan lain ya, hehe," ucap Kevin seketika.


Kevin mengambil sandwich di piring dan segelas susu di atas meja. Begitupula dengan Kenny.


Ashley dan Kendrick mengangguk.


Selepas kepergian si kembar, Ashley beranjak. Lalu mendekati Rita.


"Rita, kalau memang benar begitu, kalian harus menikah," ucap Ashley sambil menepuk pelan pundak Rita sebab dia tahu betul kalau temannya itu ingin hidup bebas tanpa adanya pernikahan.


"Iya, benar itu! Enak saja you, sudah perkosa akika, nggak tanggungjawab lagi." Reza menimpali sambil melipat tangan di dada. Kali ini suara Reza kembali ke suara manjanya.


"Aku tidak mau, Ashley! Kau tahu sendiri, aku tidak mau memiliki ikatan dengan seseorang. Lagipula aku tidak mau menikah dengan pria seperti dia! Kau lihat saja gayanya seperti ulat bulu!" Rita menolak dengan tegas.


"Whats?! Sebenarnya akika juga nggak mau nikah sama you, tapi karena you merengut keperjakaan akika, akika terpaksa! Dan you bilang akika apa tadi? Kayak ulat bulu! Hello! Walaupun gaya akika seperti ini tapi burung pipit akika bisa membuat you mendes@h kan semalam!!" protes Reza.


"Stop! Kalian tetap harus menikah!" seru Ashley kemudian, dia ikutan emosi karena Reza dan Rita sangat keras kepala


Rita mengepalkan kedua tangan.


"Oke, aku akan menikahimu! Tapi dengan satu syarat kita harus pergi ke Mississipi, menemui Madam Brunet dulu, meminta restu darinya!" Rita menyeringai tipis, berharap Madam Brunet dapat membantunya.


"Oke! Siapa takut! Hari ini kita ke Mississipi!" Reza menatap tajam Rita.


Ashley menghela napas, melihat Reza dan Rita saling menatap tajam satu sama lain sekarang. Kemudian mengalihkan pandangan ke arah Kendrick dan mendekatinya.


"Honey, bagaimana kalau kita ke Mississipi juga, si kembar minggu depan libur sekolah, sekalian kita mengajak si kembar juga ke sana, perasaanku tidak enak, kalau membiarkan Rita dan Reza pergi ke sana."


Kendrick mengulas senyum. Lalu mengecup sekilas bibir ranum sang istri. "Boleh, sekalian aku ingin melihat tempat tinggal istri dan anak-anakku dulu."


Ashley mengalungkan tangan di leher Kendrick seketika. "Terima kasih, Honey," ucapnya lalu melabuhkan kecupan singkat di bibir sensual Kendrick.


__ADS_1


Bonus foto Kendrick


__ADS_2