Anak Kembar Tuan Dingin

Anak Kembar Tuan Dingin
Gempa Bumi


__ADS_3

Sebelum pergi, Kendrick tak lupa mengatakan kepada orangtuanya akan berkunjung ke kota Mississipi. Dan menyuruh Daddynya jika sudah sampai ke Los Angeles untuk menaruh roti yang di pesan Ashley di dalam kulkas. Kendrick pun menyerahkan perkerjaannya kepada Maximus untuk sementara waktu, selama dia pergi ke Mississipi.


Selepas mengemasi pakaian ke dalam koper, Ashley menelepon Madam Brunet terlebih dahulu, mengatakan bahwa mereka akan berkunjung ke Mississipi. Mendengar hal itu Madam Brunet sangat senang. Ashley sengaja tak memberitahu Madam Brunet tentang Rita yang akan menikah.


Sore harinya, mereka pun berangkat ke kota Mississipi menggunakan pesawat pribadi Kendrick. Selama di perjalanan baik Rita dan Reza selalu beradu mulut. Sementara, si kembar asik sendiri dengan dunianya.


Ashley sampai pusing mendengarkan perdebatan keduanya yang tak jelas itu.


"Oh my God, mereka seperti anjing dan tikus saja. Apa yang terjadi kalau mereka menikah nanti ya." Ashley melirik Kendrick di samping tengah melingkarkan tangan di perutnya sedari tadi.


"Hmm, biarkan saja, Honey, setelah menikah palingan jatuh cinta juga."


"Benarkah? Memangnya bisa seperti itu?" Ashley menyenderkan kepalanya di bahu Kendrick.


"Bisa, Honey." Kendrick mengulas senyum tipis sambil mengusap perut Ashley sekarang.


"Geli, Honey. Aku seperti orang hamil saja perutku diusap-usap seperti ini," ucap Ashley diiringi kekehan kecil.


"Aku berharap ada makhluk munggil di sini," Kendrick menatap lekat-lekat Ashley sambil memperhatikan wajah sang istri yang terlihat semakin cantik.


Ashley tersipu malu saat ditatap begitu dalam. Rona merah terukir jelas di kedua pipinya saat ini. Secepat kilat memalingkan muka ke samping. "Jadi bayi besarku ini masih mau memiliki anak?"


Kendrick menyentuh dagu Ashley seketika, lalu mendekatkan wajahnya. "Tentu saja, aku mau memiliki anak yang banyak darimu Honey. Apa kau bersedia?" tanyanya sambil mengecup singkat bibir Ashley.


Cup!


Ashley mengulum senyum tipis. "Bersedia," jawabnya cepat.


"Baiklah, kalau begitu aku mau 12 anak." Kendrick tersenyum jahil.


Ekspresi wajah Ashley seketika berubah drastis. "What? Banyak sekali! Tidak mau, kau pikir aku ini kucing apa?" ucapnya kemudian mencibir.


Kendrick tertawa pelan. "Im just kidding, Honey. Semua tergantung dirimu, kalau kau tak mau memiliki anak lagi, aku tidak memaksamu, ini kan tubuhmu, kau yang melahirkan, bukan aku," katanya sambil menangkup pipi Ashley lalu menatapnya sangat dalam.


Lagi dan lagi Ashley melengkungkan senyuman. Bersyukur memiliki suami seperti Kendrick. "Terima kasih, Honey. I love you."


"I love you too, Honey." Kendrick melabuhkan kecupan lembut dan pelan di bibir Ashley.


"Cie, cie, cie Mommy dan Daddy mesra-mesraan, hihi." Kevin cekikikan melihat kedua orangtuanya bercumbu mesra di depannya. Sedari tadi dia dan Kenny duduk di hadapan Rita dan Reza. Dan tanpa sengaja mendengar perbincangan orangtuanya.


Kendrick dan Ashley menjauhkan wajah kemudian mengalihkan pandangan ke arah si kembar.


"Apa kalian tidak tidur, Kevin, Kenny?" tanya Ashley kemudian.


"Kami tidak bisa tidur karena Aunty Rita dan Uncle Reza dari tadi ribut!" ucap Kenny dengan ketus sambil menatap Rita dan Reza tengah dorong-dorongan di tempat duduk.


Merasa namanya di panggil, keduanya menoleh.


"Apa? Akika nggak ribut! Ini nih, teman you Ashley, suka nyari perkara!" Reza mendorong kuat pundak Rita.

__ADS_1


"Wah! Dasar ulat bulu! Padahal dia yang mulai dari tadi!" Rita langsung mengigit bahu Reza seketika.


"Argh! Perempuan gila!" Alhasil keributan pun kembali terjadi.


Ashley, Kenny dan Kevin hanya dapat menghela napas kasar.


"Kenny, Kevin, tidurlah di sana, di situ ada kamar khusus untuk kalian tidur." Kendrick menunjuk ke pintu kecil di dekat kabin pesawat.


"Benarkah Daddy?" tanya Kenny dan Kevin serempak.


Kendrick mengangguk cepat.


Lantas Kenny dan Kevin melepas sabuk pengaman dan melangkah cepat menuju ruangan.


Selepas kepergian si kembar, Kendrick menoleh ke arah Ashley yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Kendrick dan si kembar.


"Tidurlah Honey, aku akan membangunkanmu nanti." Kendrick mengelus pelan kepala Ashley.


Ashley mengangguk cepat.


*


*


*


Malam harinya, Ashley dan keluarga kecilnya serta temannya sudah sampai di kota Mississipi. Kedatangan Ashley bersama Kendrick membuat sebagian penduduk di kota' bertanya-tanya, apakah Kendrick, ayah biologis Kenny dan Kevin. Sebab wajah ketiganya sangatlah mirip.


"Ayo, cucu-cucu Grandma, masuklah, kalian pasti capek, Grandma sudah memasak makanan enak," ucap Madam Brunet sambil membuka pintu.


Kenny dan Kevin mengangguk cepat kemudian masuk ke rumah diikuti Kendrick dan Ashley di belakang.


"Kenapa mukamu semakin jelek Rita?" ucap Madam Brunet tersenyum jahil ketika Rita hendak masuk ke rumah.


"Ish! Dasar nenek peyot! Tidak bercermin, sendiri lebih jelek!" Rita memutar mata malas.


"Anda benar Madam Brunet, wanita gila ini memanglah jelek tapi dia tidak sadar diri." Reza yang berjalan paling belakang pun menimpali.


"Hahaha!" Madam Brunet tertawa sejenak, melihat tingkah Reza saat pria itu menggerakan badan dengan gemulai. "Eh ngomong-ngomong kau siapa? Apa kau saudara Kendrick? Tapi tidak mungkin wajahmu seperti orang Asia?" cecarnya, heran.


"Ak–"


"Dia ulat bulu, Madam!" potong Rita cepat.


"Kau pikir aku buta, Rita! Jelas-jelas dia manusia!" protes Madam Brunet sambil melototkan mata.


Reza mesem-mesem karena Rita sepertinya tak berani dengan wanita dihadapannya kini.


Sementara Rita melengoskan muka kemudian melangkah cepat masuk ke dalam.

__ADS_1


*


*


*


Setelah membersihkan diri dan makan malam. Dan bercengkrama sesaat di ruang keluarga.


Ashley memutuskan mengajak Kenny dan Kevin untuk tidur kala melihat keduanya menguap lebar. Begitupula dengan, Madam Brunet, Rita dan Reza. Sementara Kendrick masih sibuk mengotak-atik laptotnya sejenak di ruang keluarga sambil mengedarkan pandangan di sekitar ruangan.


"Tidurlah, anak-anak Mommy." Ashley mengelus pelan kepala Kenny dan Kevin yang sedang berbaring di sampingnya.


Kenny dan Kevin mengangguk pelan kemudin menguap lebar dan menutup kelopak mata perlahan-lahan.


Lima menit berlalu, Ashley mengulas senyum, melihat kedua anak-anaknya sudah memasuki ruang mimpi.


Ashley mengubah posisi badannya, menyamping ke kanan, kemudian mengecup pipi keduanya secara bergantian. "Good night, sweetheart," desisnya pelan.


Derap langkah kaki dari ambang pintu kamar, berhasil mengalihkan pandangan Ashley. Melihat Kendrick tengah melangkah' mendekati ranjang.


"Apa mereka sudah tidur?" Kendrick mematikan lampu kamar kemudian membuka pakaian kaos berwarna putih dan melempar ke segala arah. Setelah itu naik ke tempat tidur pelan-pelan.


Kini di kamar hanya diterangi cahaya rembulan yang masuk ke dalam ruangan melalui kaca jendela.


"Sudah Honey, kenapa kau membuka bajumu?" Ashley sedikit was-was sebab tatapan Kendrick seakan ingin menerkamnya.


Kendrick tak langsung menjawab. Dia malah merebahkan diri di belakang punggung Ashley.


"Kenapa? Bukankah sebelumnya kau memintaku tidak pakai baju saat tidur?" Kendrick berbisik pelan di telinga Ashley sambil menyentuh dress tidur Ashley di bawah sana.


"Honey, kau mau apa?" Dengan cepat Ashley menahan tangan Kendrick.


Seulas senyum tipis terukir di wajah Kendrick saat melihat wajah panik Ashley. "Aku mau membuatkan adik untuk si kembar." Dia langsung memasukan tangannya ke sela-sela paha Ashley, meraba-raba apa yang bisa ia sentuh.


"Ah..–hmmf!" Ashley tersentak saat Kendrick membungkamnya seketika. Secara bersamaan pula kain berbentuk segitiga sudah diturunkan Kendrick.


"Ken, jangan di sini ada si kembar, tunggu di LA saja," ucap Ashley panik setelah Kendrick menjauhkan wajah.


"Maka dari itu jangan berteriak, jangan sampai ketahuan," kata Kendrick sambil mengambil bantal guling di atas kepala kemudian membentangkan bantal di antara Ashley dan si kembar.


"Tapi–" Ashley hendak beranjak dari kasur.


"Shft." Belum sempat Ashley bergerak, Kendrick menarik tangan Ashley hingga wanita itu kembali ke posisi semula. Secepat kilat ia mencumbu mesra sang istri dan menyingkap pakaian dressnya sampai ke batas pinggang.


Detik selanjutnya, tempat tidur pun bergoyang-goyang.


Sementara itu dua bocah di tempat tidur masih mendengkur pelan. Saat ini posisi kaki Kevin menindih Kenny seperti bantal guling. Dahi Kevin berkerut samar saat merasa ranjang sedikit terguncang.


Dengan mata terpejam, Kevin bergumam," Kak, sepertinya ada gempa bumi."

__ADS_1


Kenny pun merasa hal yang sama tapi karena kelelahan dia tak peduli. "Hm mungkin, sudahlah, lebih baik kita tidur saja, hoamm," ucapnya pelan tanpa membuka mata.


__ADS_2