
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali, Ashley bangun dari tidurnya hendak membantu Madam Brunet memasak di dapur. Walau rasa lelah menderanya akibat pertempuran semalam, tapi sebisa mungkin ia memaksakan diri untuk beranjak dari tempat tidur. Dengan hati-hati, dia turun dari ranjang sembari melihat Kendrick dan si kembar masih tertidur pulas.
Sebelum pergi ke dapur, dia pergi ke toilet terlebih dahulu hendak mencuci muka dan mengosok gigi. Setelah selesai, Ashley bergegas ke ruang dapur menemui Madam Brunet.
"Bagaimana tidurmu semalam?" Madam Brunet melirik Ashley sekilas tengah berjalan cepat mendekati meja, hendak mengambil celemek.
Ashley berdeham. Tak mungkin dia mengatakan jujur kalau semalam ia tak bisa tidur nyenyak sebab selesai bercinta, tangan Kendrick bergerilya kemana-mana.
"Nyenyak, Madam. Mari, aku akan membantumu," ucapnya, lalu melangkah cepat menghampiri Madam Brunet.
"Ashley, bagaimana menurutmu Reza?" Semalam Madam Brunet sudah mengetahui siapa Reza dan mendengar cerita dari Ashley' atas perbuatan yang dilakukan Rita terhadap Reza.
Dia sangat marah pada Rita karena telah melakukan perbuatan tak senonoh. Dan sangat menyayangkan sikap Rita yang tidak patut di contoh. Bagaimana tidak' di mana-mana wanita yang meminta dinikahi tapi ini malah kebalikannya. Ditambah lagi ketika hanya berduaan, Rita meminta dirinya untuk tidak menyetujui pernikahannya. Tentu saja, Madam Brunet berang karena Reza' pria yang tulus menurut penilaiannya sendiri, walaupun bertubuh lentur seperti karet. .
"Baik, Madam. Ya, memang gayanya seperti itu tapi kata Kendrick, dia pria normal, Madam," Ashley berkata tanpa menatap lawan bicara. Dia tengah memotong bawang bombay dan kawan-kawannya di talenan satunya.
Madam Brunet mengulas senyum tipis. "Ya, aku percaya itu, aku hanya mengkhawatirkan Rita. Apa dia bisa menjadi istri yang baik nantinya." Helaan kasar terdengar dari hidungnya.
"Tenanglah, Madam. Setelah menikah Rita pasti bisa berubah." Ashley sangat bersyukur, walau Madam Brunet selalu berkata kasar tapi dia sangat perhatian kepadanya dan Rita.
"Hm, semoga saja." Madam Brunet melempar senyuman.
Setelah selesai memotong-motong bahan Madam Brunet dan Ashley mulai memasak.
*
__ADS_1
*
*
Tepat pukul tujuh pagi, Ashley dan seisi orang rumah sudah berkumpul di atas meja makan. Tampak si kembar duduk dengan tenang di samping Madam Brunet. Kenny dan Kevin makan dengan sangat lahap.
"Masakan Grandma enak sekali!" Kevin berseru dengan mulut penuh makanan, sambil mengangkat sendok ke udara. Sementara, Kenny hanya diam saja, menikmati sarapannya.
Kumpulan manusia yang berada di ruangan terkekeh pelan, melihat tingkah si kembar yang bertolak belakang.
"Kalau enak, cepat habiskan, setelah itu mandi dan bermainlah." Madam Brunet mencubit gemes pipi gembul Kevin.
"Oke Grandma!" Kevin menelan makanannya. "Tadi malam ada gempa bumi ya, Grandma. Tempat tidur kami semalam goyang-goyang, Grandma." Sambungnya lagi.
Ashley tersedak makanan saat mendengar perkataan Kevin barusan. Dengan cepat Kendrick mengambil gelas dan menyodorkan kepada Ashley.
Madam Brunet langsung mengerti apa yang terjadi semalam. Apalagi sekarang Ashley dan Kendrick terlihat salah tingkah.
Kevin mangut-mangut.
"Iya Kevin, semalam ada gempa bumi, jangan dipikirkan ya. Yang penting Kenny dan Kevin selamat." Kendrick menimpali sambil curi-curi pandang ke arah Ashley.
"Memangnya ada gempa bumi ya semalam? Bukannya tidak ada?" celetuk Rita tiba-tiba.
Reza mendengus karena Rita sepertinya tak mengerti apa yang terjadi. Secepat kilat ia menginjak kaki Rita di bawah meja.
"Awh! Kenapa kau menginjak kakiku bodoh?!" pekik Rita, melototkan mata.
__ADS_1
"You kali yang bodoh!" protes Reza. Dengan menjulurkan lidah ke arah Rita.
"Kau berani denganku!" Rita bangkit berdiri dengan tangan terkepal kuat.
Beranjak dari tempat duduk, Madam Brunet berkata,"Eits! Berhenti! mengapa kalian seperti kucing dan tikus! Sudahlah, berhenti bersikap kekanak-kanakan!" Madam Brunet melerai perdebatan antara Reza dan Rita sebelum panjang seperti rel kereta api.
"Tapi Madam, dia yang mulai duluan!" Rita menunjuk Reza tepat di hadapan mukanya.
Reza malah membuang muka, memasang muka jengkel.
"Sudahlah Rita! Sopanlah sedikit dengan calon suamimu!" ucap Madam Brunet sambil menatap Rita dan Reza secara bergantian.
"What? Apa kata Madam? No! Aku tidak mau menikah dengannya!"
"Rita! Kau jangan membantah, lusa kita akan ke Indonesia bertemu keluarga Reza. Sekaligus aku mau ke Bali!" seru Madam Brunet sambil mengedipkan mata ke arah Reza.
Sebelum sarapan tadi, dia berbicara empat mata dengan Reza. Walau bergaya seperti perempuan, tapi Reza ingin bertanggungjawab, karena tak mau sampai Rita hamil sebelum menikah.
Rita syok. "Tapi–"
"Tidak ada tapi-tapi, Rita. Dan kau juga harus masuk agama Reza!" Final Madam Brunet lalu duduk kembali.
Rita tercengang, tak dapat berkata apa-apa lagi sekarang. Dia mematung di tempat dengan mulut mengangga sedikit. Sambil memperhatikan Ashley, Kendrick, si kembar, Reza dan Madam Brunet kembali menyantap sarapan. Mereka seakan tak peduli dengan dirinya saat ini.
"Mampus kau," Reza berucap tanpa mengeluarkan suara ke arah Rita. Senyum smirk terlukis dibibirnya seketika.
Napas Rita memburu. "Argh!!!" teriaknya tiba-tiba membuat kumpulan manusia di ruang makan menutup telinganya.
__ADS_1
"Rita! Diam kau! Kau cuci piring-piring kotor ini nanti!" Madam Brunet memekik di sela-sela teriakan Rita berkumandang.
Rita langsung terdiam. Kemudian melebarkan mata ke arah Reza yang tengah menyunggingkan senyum sinis.