
Alex sudah rapi ia turun ke bawah untuk menemui sang mamih,ia memasang wajah yang tidak bersahabat membuat sang daddy heran sendiri dengan anak nya itu.
"Kenapa kamu lex pagi-pagi tuh muka udah di tekuk kaya gitu?"Tanya Pak Smith ke anak nya.
"Iya sayang kamu kenapa sih masih pagi udah kaya gitu aja."Ucap Bu Yunita.
"Pokoknya alex kesel pagi ini,itu siapa sih yang bangunin alex."Ucap Alex.
"Oh itu pembantu baru kita Lex."Ucap Bu Yunita.
"Memang nya kenapa dengan pembantu itu."Ucap Pak Smith.
"Pokoknya mamih harus pecat dia sekarang,masa bangunin alex pake air sih engga sopan banget."Ucap Alex.
"Kamu nya aja lex, yang susah di bangunin jadi kaya gitu."Ucap Pak Smith.
"Ya ampun daddy,aku tuh kalau di bangunin sama bi tuti engga seperti itu."Ucap Alex.
"Udah sayang engga usah marah gitu, mungkin pembantu itu engga tau jadi engga usah di perpanjang."Ucap Bu Yunita.
"Tapi mih dia udah kelewatan masa ,mengguyur aku sih lagi enak-enak nya tidur."Ucap Alex.
"Udah lah lex engga usah gitu juga,ayo sarapan."Ucap Pak Smith.
"Tapi Daddy, pokoknya pembantu itu jangan kerja disini engga becus kerja nya."Ucap Alex.
"Lex mamih engga mungkin pecat dia,baru saja kerja masa sudah di pecat sih,lagi pula susah cari pembantu sekarang."Ucap Bu Yunita ia mengeluh.
"Iya lex udah lah cuman masalah sepele aja di besar-besarin,nanti mamih kamu yang bilang biar pembantu itu kalau bangunin kamu harus lemah lembut biar engga bar-bar."Ucap Pak Smith.
"Terserah kalian deh,aku engga mood sarapan."Ucap Alex.
Alex malah kembali lagi ke kamar nya ia pun tidak mau sarapan,kedua orang tua alex hanya menggeleng kepalanya saja mereka sudah biasa dengan sikap alex seperti itu .
Di sisi lain alex sangat kesal dengan pembantu baru itu,ia baru kali ini di tentang oleh keluarga nya padahal setiap keinginan nya selalu saja di turuti oleh kedua orang tua nya namun berbeda dengan hari ini.
"Nyebelin banget sih mamih masa gitu aja engga mau pecat pembantu itu."Ucap Alex ia masih kesal dengan sang daddy dan mamih nya.
Alex meraih jaket nya mending ia pergi saja dari rumah ia tidak mau melihat pembantu itu lagi untuk hari ini,Sang Daddy sudah berangkat dari tadi ia harus ke kantor hari ini.
Alex turun dari kamar nya ia pun sudah rapih sekali,mamih pun bertanya kepada anak nya ia akan ke mana karena jadwal kuliah nya bukan jam segini.
"Mau ke mana kamu sayang?"Tanya Mamih.
"Mau ke rumah Justin mih."Jawab Alex.
"Sarapan dulu sebelum pergi."Ucap Mamih.
"Nanti aja mih,males sarapan di rumah."Ucap Alex.
Alex langsung pergi begitu saja ia menghiraukan mamih nya itu,bu Yunita sudah biasa dengan kelakuan anak nya kalau sudah seperti itu.
Diandra sedang di belakang ia merasa aga was-was dengan perkerjaan nya apakah dia akan di pecat atau tidak, Diandra berusaha untuk tidak memikirkan hal itu karena ia juga tidak sengaja melakukan itu habis nya tuan muda nya susah sekali untuk di bangun kan.
"Hey dian kenapa kamu bengong saja dari tadi?"Tanya Surti ke dian.
"Engga kenapa-kenapa mba surti."Jawab diandra.
"Engga kenapa-kenapa gimana kamu dari tadi melamun terus."Ucap Surti.
"Sebenarnya saya sedang memikirkan perkerjaan saya ini mba,soal nya saya melakukan kesalahan tadi."Ucap Diandra.
__ADS_1
"Kesalahan apa?bukan nya kamu tadi hanya menyiapkan sarapan."Ucap Surti.
"Iya mba,tapi saya di suruh membangun kan tuan muda dan saya ..."Ucap Diandra tidak meneruskan perkataan nya.
"Dan apa Dian."Ucap Surti.
"Saya membangun kan tuan muda dengan menyipratkan air ke wajah nya."Ucap Diandra.
"Ya ampun dian kamu ini ko bisa seperti itu,nanti kalau kamu di pecat gimana tuan muda itu pasti marah besar."Ucap Surti.
"Ya habis nya susah sekali mba di bangunin nya,yaudah aku pake cara itu aja."Ucap Diandra.
"Kamu memang berani sekali dian,aku aja engga berani melakukan hal itu."Ucap Surti.
"Memangnya kenapa mba?"Tanya Diandra.
"Nih ya aku kasih tau,tuan muda itu tidak ada kata kesalahan sedikit pun pasti ia pecat,apa lagi masalah seperti ini kamu pasti di tendang."Ucap Surti.
"Terus aku harus gimana ini mba."Ucap Diandra.
"Mana ku tau, teman ku saja yang waktu bulan kemarin bikin kesalahan langsung di pecat."Ucap Surti.
"Habislah,mana baru saja masuk kerja masa sudah di pecat sih."Ucap Diandra.
Bi Tuti dari tadi sudah mendengar apa yang di ceritakan oleh diandra ke surti,bi tuti pun menaruh belanjaan nya di dapur.
"Kalian berdua bereskan belanjaan ini."Ucap Bi Tuti.
"Baik bu."Ucap Surti dan diandra berbarengan.
"Dian ."Panggil Bi Tuti.
"Kamu berbuat masalah apa dengan tuan muda?"Tanya bi Tuti.
"Itu bu saya di suruh oleh nyonya dan tuan untuk membangun kan tuan muda,namun saat saya membangun kan nya ia tidak kunjung bangun juga dan saya menyipratkan air ke wajah nya."Ucap Diandra dengan polos.
"Kenapa kamu melakukan hal itu terhadap majikan mu?"Tanya Bi Tuti baru kali ini ia melihat seorang pembantu seperti dian.
"Habis nya saya kesal bu,di bangunin secara baik-baik tidak kunjung bangun juga,mana di meja makan sudah di tungguin malah kaya gitu aneh."Ucap Diandra ia terus saja ngoceh.
"Kamu harus banyak sabar,tuan muda memang seperti itu."Ucap Bi Tuti.
" Bu apakah saya akan di pecat hari ini karena masalah tadi,tapi menurut saya itu masalah tidak terlalu besar kecuali kerjaan saya engga benar baru saja akan menerima kalau di pecat."Ucap Diandra karena ia tidak mau kehilangan perkerjaan nya hanya dengan masalah sepele.
"Nanti saya tanyakan dulu ke nyonya,kamu bereskan dulu saja ini."Ucap Bi Tuti.
"Baik bu kalau begitu."Ucap Diandra.
"Kalau begitu saya mau ke kamar dulu,mau ganti baju."Ucap Bi Tuti.
"Iya Bu."Ucap Diandra dan surti berbarengan.
Bi tuti meninggal kan kedua orang itu di dapur sebenarnya bi tuti aga heran dengan sikap dan tingkah Dian ia seperti orang gedongan juga,Namun bi tuti menghapus pikiran itu ia pun akan bertanya terlebih dahulu kepada nyonya nya apakah dian di pecat atau tidak.
...
Di Rumah Justin kedua sahabat nya itu sudah berada di rumah nya, Justin pun heran dengan kedua sahabat nya itu kenapa pagi-pagi sudah berada di rumah nya.
"Kalian berdua ngapain pagi-pagi sudah di sini saja?"Tanya Justin karena ia melihat kedua sahabat nya sudah duduk santai di rumah nya.
"Gue sih emang niat ke sini."Ucap Lucas.
__ADS_1
"Dan elu lex kenapa ada di rumah gue."Ucap Justin karena heran tidak biasanya pagi seperti ini alex ada di rumah nya.
"Gue lagi kesel sama orang rumah pokoknya."Ucap Alex.
"Kesel kenapa."Ucap Justin.
"Masa gue di bangunin di guyur sama air,kan itu pembantu ngelunjak sekali."Ucap Alex.
"Hahahha seorang alex di guyur saat tertidur pulas,baru kali ini gue dengar biasanya elu kalau di bangunin itu selalu di elus-elus sama bi tuti."Ucap Lucas dengan tertawa puas.
"Berisik Lo engga usah ketawa."Ucap Alex.
"Terus masalah nya apa lex,cuman itu doang."Ucap Justin.
"Apa elu bilang cuman."Ucap Alex.
"Ya kan itu masalah sepele lex,lagi pula ko bisa bi tuti melakukan hal itu apa jangan-jangan dia kesal punya majikan seperti elu."Ucap Justin.
"Bisa jadi tuh."Ucap Lucas.
"Bi tuti tuh baik ya dia tidak pernah sama sekali kesal dengan gue malah dia sayang banget sama gue."Ucap Alex.
"Terus yang melakukan itu siapa,setau gue yang suka bangunin elu tuh bi tuti."Ucap Lucas.
"Iya mana ada yang mau bangunin orang kebo kaya dia."Ucap Justin.
"Pembantu baru,sudah mah baru ngelunjak lagi."Ucap Alex.
"Hah pembantu baru."Ucap Lucas.
"Ya ampun itu udah ganti lagi aja pembantu."Ucap Justin.
"Tau deh gue baru liat soal nya,gue udah bilang sih ke mamih untuk pecat dia walaupun baru beberapa hari kerja."Ucap Alex.
"Gila lo lex main pecat aja."Ucap Justin.
"Dari pada melakukan hal kesalahan lagi mending pecat kan."Ucap Alex.
"Sudah lah ngapain bahas pembokat,mending sarapan aja."Ucap Lucas.
"Kebetulan gue juga belum sarapan nih,ayo lucas."Ucap Alex.
"Kalian kesini hanya numpang sarapan doang."Ucap Justin.
"Iya lah,karena kita berdua lagi mogok sarapan di rumah."Ucap Lucas.
"CK! dasar."Ucap Justin.
Justin di rumah nya hanya sendirian saja namun di temani juga oleh beberapa pembantu di rumah nya,kedua orang tua Justin sedang berada di luar negeri makanya ia tinggal sendiri, Alex dan lucas jadi leluas untuk ke rumah nya kapan pun.
.
.
.
.
Happy Reading ☺️
Jangan lupa vote like and komen 🙏
__ADS_1