
Hari pun sudah semakin siang Diandra siap-siap untuk pergi ke kampus ia berjalan ke depan untuk mendapatkan angkutan umum, Begitu pun dengan ketiga lelaki tampan itu mereka juga pergi ke kampus dengan masing mobil nya.
Tak lama kemudian ketiga cowok tampan sekampus itu sudah datang dan seperti biasa mereka selalu saja di kelilingi oleh wanita -wanita di sana,Mereka pun masuk ke dalam kelas mereka di sana juga sudah ada Diandra dan ajeng yang sedang mengobrol.
"Diandra."Panggil Ajeng.
"Apa jeng."Jawab Diandra.
"Gue heran sama cwek -cewek yang di sana kenapa mereka selalu antusias saat trio itu masuk ke kelas."Ucap Ajeng karena menurut dia biasa aja.
"Ya mana ku tau jeng,coba aja tanya ke yang lain kenapa mereka seperti itu."Ucap Diandra.
"Engga ada kerjaan gue nanyain kaya gitu."Ucap Ajeng.
"Nah itu kamu tau kenapa masih nanya tentang mereka,apa jangan -jangan kamu juga kepo yah."Ucap Diandra.
"Bukan gitu diandra,tapi gue heran aja gitu apa istimewanya mereka."Ucap Ajeng.
"Mungkin mereka tajir,terus tampan juga."Ucap Diandra.
"Halah tajir plus tampan kalau attitude jelek mah buat apa ."Ucap Ajeng.
"Sudahlah ,itu maha urusan mereka mending kita fokus aja sama kuliah kita."Ucap Diandra.
Ajeng hanya mengangguk kan kepalanya saja,namun berbeda dengan lucas ia masih melihat ke arah diandra dan ajeng kedua perempuan itu tidak seantusias perempuan yang lain nya dan membuat dia heran sendiri.
Lucas yang dari tadi bengong pun di senggol oleh justin karena ia bengong mulu dari tadi, begitu pun dengan alex ia juga heran terhadap nya.
"Eluh ngeliatin apaan sih."Ucap Justin.
"Ah engga,cuman gue heran aja sama tuh dua cewek."Ucap Lucas sambil menujuk dua cewek itu dengan dagu nya.
"Kenapa emang nya dengan pelayan gue?"Tanya Alex.
"Ini beda tempat lex jangan ngomong kaya gitu."Ucap Justin.
"Yayaya maksud gue kenapa dengan si dian."Ucap Alex.
"Dari pas awal kita masuk,semua orang pasti heboh dengan kita tapi mereka berdua cuek bebek aja."Ucap Lucas.
"Oh iya gue baru inget,apa gue tegur aja yah."Ucap Alex.
"Ngapain kalian negur mereka?"Tanya Justin.
"Ya mereka engga menghargai keberadaan kita loh."Ucap Alex.
"Iya betul."Ucap Lucas.
"Kalian ini Kalau kalian berdua negur mereka yang ada kalian berdua juga yang malu."Ucap Justin.
__ADS_1
"Malu kenapa,lagi pula kita kan selalu jadi selebriti kampus."Ucap Lucas.
"Ya kan engga semua orang kaya cewek di luar sana yang mengindolakan kita."Ucap Justin.
"Tapi hampir semuanya mengidolakan kita Justin."Ucap Lucas.
"Pokoknya gue mau bikin perhitungan."Ucap Alex.
"Terserah kalian saja lah."Ucap Justin.
Alex beranjak dari duduknya begitu pun dengan lucas ia juga ikut-ikutan dengan alex, Justin mau engga mau harus mengikuti nya agar tidak terjadi sesuatu.
Saat alex akan menghampiri diandra dan ajeng tiba-tiba datang veronica dengan kedua sahabat nya, Mereka bertiga baru masuk dan saat masuk ia langsung menghampiri alex.
"Hay huny buny ku."Ucap Veronica dan langsung memeluk alex.
Alex hanya diam saja saat Veronica memerluknya ia juga aga keberatan di peluk oleh Veronica,Alex melepas kan pelukan nya.
"Apa-apaan sih, kebiasaan banget."Ucap Alex karena tidak suka.
"Ishh my hany ku kenapa sih engga mau di peluk sama aku,kan aku kangen."Ucap Veronica.
"Engga usah lebay."Ucap Alex.
Veronica pun hanya mencebik dengan kesal karena alex susah di dekati,namun kedua sahabat alex hanya tersenyum saja apa lagi melihat kedua orang itu.veronica masih saja menempel seperti cicak di dekat alex,Alex yang tadi nya akan menghampiri diandra pun tidak jadi.
Tak lama kemudian sang dosen datang ke kelas,Alex melepas tangan Veronica karena masih saja memegang tangan nya.
"Engga mau aku tuh pengen deket sama kamu."Ucap Veronica.
"Yaudah lah terserah."Ucap Alex.
Alex males berdebat dengan Veronica percuma saja ia berdebat juga karena ia keras kepala,Sang dosen sudah berada di depan bu nina melihat Veronica masih saja di sana dan tangan nya tidak lepas dari tangan alex.
"Veronica."Panggil bu nina.
"Iya bu."Jawab Veronica.
"Kamu duduk nya di mana hah, Kenapa duduk di situ?"Tanya Bu Nina.
"Saya emang duduk di sini bu."Jawab Veronica.
"Pindah ke depan."Ucap Bu Nina.
"Tapi bu kan saya emang duduk di sini."Ucap Veronica.
"Ayo pindah kedepan."Ucap Bu Nina.
"Iya Bu."Ucap Veronica.
__ADS_1
Mau engga mau veronica pun pindah kedepan alex bernafas lega karena Veronica pindah duduk nya,Bu Nina memulai pelajaran tak lupa ia juga memberikan materi terhadap mahasiswa nya.
Setelah memberikan materi kali ini bu nina akan membagi kan kelompok supaya semua mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh,Bu nina mulai berbicara.
"Baik lah hari ini ibu akan memberikan tugas dan akan di bagikan kelompok."Ucap Bu Nina.
"Kenapa harus berkelompok bu?"Tanya salah satu mahasiswa.
"Biar kalian semuanya belajar dan paham."Ucap Bu Nina.
"Okeh ibu akan membagikan kelompok nya."Ucap Bu Nina.
Semua mahasiswa hanya mendengar kan saja apa yang dosen nya bicara kan ia juga sudah membagikan sebagai kelompok nya,Ajeng ingin sekali bisa sekelompok dengan diandra,namun kenyataannya tidak ia malah dengan orang lain.
"Baik untuk kelompok empat ada Diandra,alex, Justin dan lucas,kalian berempat satu kelompok okeh."Ucap Bu Nina.
Diandra tidak protes sama sekali ia hanya mengikuti sang dosen saja,Namun Veronica tidak terima alex malah sekelompok dengan yang lain ia menginkan alex sekelompok dengan nya.
"Bu kenapa saya tidak satu kelompok dengan alex?"Tanya Veronica.
"Kalian sudah mendapatkan bagian nya,saya menilih Diandra untuk ke kelompok alex karena dia bias mengajarkan materi kepada tiga orang itu."Ucap Bu Nina.
"Saya juga bisa bu."Ucap Veronica.
"Alah nilai kamu saja kecil,sosoan mau ngajarin orang."Ucap Bu Nina.
"Tapi bu saya ingin masuk ke kelompok alex."Ucap Veronica.
"Engga bisa di ganggu gugat lagi,ini sudah kesepakatan bersama."Ucap Bu Nina.
"Kalau tidak ada pertanyaan lagi,mata kuliah hari ini sampai di sini saja, kita akan bertemu lagi minggu depan terimakasih."Ucap Bu Nina.
Bu Nina keluar dari kelas mereka semua orang hanya bisa pasrah saja apa lagi ada beberapa orang yang sekelompok dengan orang yang kurang berperstasi,Ajeng melirik ke arah diandra yang sedang memasukan buku nya ke dalam tas.
"Sebenarnya gue berharap sekelompok sama elu,tapi apalah daya gue malah sekelompok dengan Veronica dan dua cowok lagi."Ucap Ajeng.
"Kamu bersyukur seharusnya ada cewek nya,nah aku hanya aku doang cewek nya."Ucap Diandra.
"Iya juga sih,tapi tau sendiri si Veronica itu gimana orang nya."Ucap Ajeng.
"Yang sabar aja jeng,aku juga menerima nasib."Ucap Diandra.
Ajeng hanya mengangguk kan kepalanya saja ia mengia kan perkataan dari sahabat nya itu karena mereka sama-sama mempunyai beban, Justin sangat antusias apa lagi dia bisa mengobrol banyak dengan diandra apa lagi soal perkuliahan.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading ☺️
Jangan lupa vote like and komen 🙏