
Seperti biasa alex dan kedua temannya itu sudah berada di kampus mereka ia turun dari mobil nya dan seperti biasa juga selalu ada gerombolan cewek-cewek yang ingin mendekat ke arah mereka bertiga, Diandra dan ajeng menerobos gerombolan itu karena mereka akan masuk ke kelas namun alex memanggil nama Diandra.
"Diandra."Panggil Alex dengan suara nyaring.
Sang punya nama tersebut langsung nengok kebelakang ia hanya mengkerut kan dahi nya saja, begitu pun dengan ajeng baru kali ini ia mendengar alex memanggil nama orang lain,Alex berjalan dan menghampiri diandra.
"Bawa tas gue."Ucap Alex ia memberikan tas nya lalu kepada diandra.
Diandra hanya bengong saja apa yang di maksud oleh majikan nya itu ia tidak habid pikir masa di rumah nya sudah jadi babu masa di kampus juga jadi babu juga sih, Begitu pun orang -orang yang di sana mereka juga merasa heran ada apa alex dan diandra ko bisa kenal.
Sedang kan Lucas dan Justin yang tidak tau apa-apa hanya bengong juga,namun semua orang yang di sana pada heboh dengan kedekatan diandra dan Alex.
"Semuanya bubar."Ucap Justin.
Karena Justin sudah berbicara seperti itu semua orang yang berada di sana pun langsung pada bubar, sementara diandra sudah pergi dari tadi.Ajeng yang ketinggalan pun langsung berlari dan masuk ke kelas, pokoknya ia akan minta penjelasan terhadap sahabat nya itu.
Diandra sudah meletakkan tas tuan muda nya itu di meja nya alex tersenyum puas nanti ia akan menyuruh nya lagi di kantin kampus, Diandra hanya bisa nurut saya dari pada ia harus di pecat.
"Hey bro itu siapa ko elu bisa menyuruh dia seperti itu?"Tanya Lucas.
"Iyah kita jadi ketinggalan berita ini."Timpal Justin.
"Dia pembantu di rumah gua,jadi wajar lah kalau dia di perlakukan seperti itu."Ucap Alex.
"Oh pembantu elu,tapi dia pintar loh dan selalu dapat beasiswa terus."Ucap Lucas pasti ia tau tentang kampus nya itu biar pun suka bolos.
"CK! engga peduli dia pintar atau gimana, yang jelas dia hanya seorang pembantu."Ucap Alex.
Justin hanya geleng-geleng kepalanya saja ia sudah tau tabiat sahabat nya itu ia suka merendahkan orang lain,Jam pelajaran pun tidak sang dosen masuk ke kelas.
Dosen sudah masuk ke kelas ia memulai materi nya untuk di sampai kan kepada anak didik nya,Tak lama kemudian Sang Dosen sudah memberikan materi nya dan jam istirahat pun sudah tibah.Semua orang berhamburan karena jam istirahat, Diandra dan ajeng ke keluar dari kelas ia akan ke kantin bersama Ajeng,namun saat dia akan keluar kerah baju kemeja diandra di tarik oleh Alex.
"Mau ke mana?"Tanya Alex ke diandra.
"Ke kantin lah ke mana lagi."Jawab Diandra.
"Ikut dengan ku."Ucap Alex.
"Engga mau,cukup tadi saja kamu mempermalukan ku."Ucap Diandra.
"Mau ku pecat kau dari rumah ku."Bisik Alex.
__ADS_1
Diandra langsung nunduk ia selalu di ancam seperti itu oleh alex karena diandra sudah nyaman kerja di sana dan tidak mau melamar pekerjaan lain akhirnya ia pun nurut,Alex berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh kedua sahabat dan diandra di belakang.
Ajeng sempat protes tadi namun di tahan oleh diandra ia harus menyelesaikan urusannya dengan majikan nya itu, Mereka sudah berada di kantin alex duduk dan kedua temannya pun sama namun tidak dengan diandra ia berdiri di dekat alex.
"Pesan kan aku jus jeruk."Ucap Alex.
"Baik tuan."Ucap Diandra dengan hormat.
"Eh sekalian dong gue juga mau pesan jus alpukat."Ucap Lucas.
"Hey suruh siapa kau menyuruh pelayan ku?"Tanya Alex.
"Yaelah kan sama aja kali lex."Ucap Lucas.
"Tidak kalian berdua pesan saja sendiri."Ucap Alex.
"CK! dasar pelit."Ucap Lucas.
Lucas pub berdiri sedang kan diandra dari tadi sudah memesan apa yang tuan muda ingin kan,mau engga mau lucas pun memesan sendiri dan memesan makanan juga.
Diandra sudah membawa jus jeruk nya ia menaruh nya di meja,Alex langsung minum jus jeruk nya itu namun ia keluar kan lagi minum itu dari mulut nya.
"Kurang manis ini ganti lagi,oh ya satu lagi aku ingin bakso pesan kan itu sekarang."Ucap Alex.
Diandra membawa lagi jus jeruk tersebut ia meminta kembali jus jeruk yang baru, Diandra pergi ke tukang bakso juga setelah jus jeruk dan bakso nya sudah siap di sajikan diandra membawa nya ke meja alex.
"Ini tuan."Ucap Diandra.
Alex memakan bakso itu namun ia kurang suka dengan bakso nya itu dan bakso nya juga aga pedas dia kurang suka,Alex kembali lagi memelepeh kan bakso tersebut dari mulut nya.
"Ini tidak enak rasanya juga pedas sekali,kamu kurang becus mercaik nya."Ucap Alex.
"Aku ingin makan yang bisa di makan dan enak."Ucap Alex.
"Terus tuan mau makan apa?"Tanya Diandra dengan sabar.
"Pokoknya yang enak bawakan ke sini."Ucap Alex.
Diandra langsung pergi lagi ia memesan beberapa makanan dan ia jejerkan di sana,Alex ada saja tingkah nya dan membuat kesabaran diandra sudah hampir tipis, Diandra menarik nafas nya dengan kasar ia sudah cape bulak balik terus karena kemauan alex tidak berhenti.
"Mohon maaf ya tuan muda,ini makanan harus di habiskan oleh tuan muda karena mubajir kalau tidak di makan."Ucap Diandra.
__ADS_1
"Saya tidak mau makanan itu."Ucap Alex.
"Kalau tidak mau ngapain di pesan."Ucap Diandra.
"Ya terserah saya lah,lagian kamu engga berhak ngantur saya ."Ucap Alex.
"Dasar orang engga bersyukur dia malah buang-buang makanan,di luar sana banyak yang menginginkan makanan ini."Ucap Diandra dengan pelan.
"Ngomong apa kamu hah."Ucap Alex.
"Engga saya engga ngomong apa pun."Ucap Diandra.
"Kamu bohong tadi kamu mengejek saya kan."Ucap Alex.
"Tidak saya tidak mengejek tuan."Ucap Diandra.
Pertengkaran itu pun terus terjadi karena kedua nya engga mau ngalah dan kali ini juga alex mendapatkan lawan yang sepadan biasanya alex selalu menang namun kali ini tidak, Justin yang melihat nya jadi kesal sendiri apa lagi alex dari tadi menyuruh diandra yang di luar nalar terus dan di mejanya juga penuh dengan makan.
"Stop kalian berdua bisa engga berhenti berdebat."Ucap Justin.
"Dia yang duluan dan engga mau ngalah."Ucap Alex.
"Hey situ yang duluan yang bikin saya cape."Ucap Diandra.
"Oh jadi kamu ingin di pecat hah."Ucap Alex.
"Ini tuh kampus bukan di rumah tuan alex seharusnya saya sudah bebas dong,karena ini di luar jam kerja saya."Ucap Diandra.
"Tetap saja kamu ini cuman seorang pelayan di rumah saya,apa beda nya."Ucap Alex.
Mereka berdua malah melanjutkan debat nya Justin langsung menarik tangan alex ia tidak mau kalau alex sampai kehilangan kesabaran nya atau pun bisa main tangan apa lagi dengan seorang perempuan,Lucas hanya menonton saja ia tidak mau ikut-ikutan.
Justin sudah membawa alex ke kelas nya sedangkan diandra ia masih kesal dengan alex,belum lagi itu makanan belum di bayar diandra baru sadar kalau semua makanan ini belum di bayar.
.
.
.
Happy Reading 😊
__ADS_1
Jangan lupa vote like and komen 🙏