Anak Sultan Naksir Pembantu

Anak Sultan Naksir Pembantu
Episode 55


__ADS_3

Restoran punya keluarga Diandra pun makin hari makin meningkat dan makin ramai juga,ya ini karena hasil perjuangan mereka juga belum lagi diandra terus saja menuaikan ide-ide nya untuk restoran keluarga nya itu yang hampir bangkrut.


Ayah dan ibu diandra sangat senang akhirnya mereka juga mempunyai beberapa karyawan juga untuk membantu restoran nya itu,Bu indri sangat bersyukur sekali atas rezeki yang mereka dapatkan.


"Alhamdulillah ya , akhirnya restoran kita meningkat juga yah."Ucap Bu indri ke suami nya.


"Iyah bu, Akhirnya kerja keras kita tidak sia-sia juga."Ucap Pak Hardi.


"Iyah yah,oh ya ngomong -ngomong Diandra sudah tau belum kalau restoran kita sudah lumayan ramai?"Tanya Bu Indri kepada sang suami.


"Sudah bu,kan dia yang mengelola nya jadi dia tau perkembangan restoran ini."Jawab Pak Hardi.


"Heum iya sih,oh ya yah apa sebaiknya diandra berhenti saja kerja nya ibu jadi kasian melihat nya."Ucap Bu Indri.


"Kita bicarakan nanti bersama anak nya langsung,Ayah juga ingin nya seperti itu lagi pula keuangan kita lumayan membaik kali ini."Ucap Pak Hardi.


"Iyah yah,Ibu setuju apa yang di kata ayah itu benar."Ucap Bu Indri.


Bu indri dan pak hardi tidak berhenti nya bersyukur apa lagi mereka sangat bersyukur sekali mempunyai anak seperti Diandra biar pun anak satu-satunya ia cukup mandiri,Bu Indri dan pak hardi pun mengecek kembali restoran mereka dan sesekali mereka juga ikut turun tangan untuk membantu karyawan mereka.


...


Di dalam kelas alex masih kesal dengan justin ia masih masang expresi yang tidak bersahabat dengan nya, Justin yang merasa ada yang mengganjal pun bertanya kepada Lucas.


"Ada apa dengan alex?"Tanya Justin ke Lucas.


"Mana gue tau."Jawab Lucas.


"Bukan dari tadi dia sama elu."Ucap Justin.


"Ya emang,tapi kan gue engga tau isi kepala nya apa."Ucap Lucas.


Justin pun berdecak sebal percuma ngomong bersama lucas,Tak lama kemudian kelas pun di mulai sang dosen langsung memberikan materi saja,di dalam kelas juga tidak ada mahasiswa atau mahasiswi yang bikin ulah jadi kelas pun damai.


Setelah jam pelajaran pertama sudah selesai tinggal nunggu jam pelajaran kedua,Ajeng mengajak diandra untuk pergi ke kantin sebentar.


"Diandra kita ke kantin yuk sebentar."Ucap Ajeng.


"Mau ngapain?"Tanya Diandra.


"Ini anak pake nanya mau ngapain,ya mau cari makan lah."Jawab Ajeng.


"Tapi kan kita masih ada pelajaran."Ucap Diandra.


"Masih lama ini,masih satu jaman lagi."Ucap Ajeng.


"Yaudah ayo, sekalian aku juga mau ketoilet."Ucap Diandra.


Ajeng pun tersenyum karena sahabat nya mau di ajak keluar dari pada engga mau sama sekali, Diandra dan ajeng keluar dari kelas mereka, Justin yang melihat itu langsung berdiri dan akan mengikuti mereka.

__ADS_1


Alex membulat kan matanya karena Justin selalu sigap mendekati diandra,karena tidak mau kalah saing alex pun menghadang Justin.


"Elu mau ke mana?"Tanya Alex.


"Mau ke toilet."Jawab Justin.


"Alah elu alasan aja,Pasti elu mau nyamperin diandra kan."Ucap Alex.


"Maksud elu apa sih, orang gue mau ke toilet."Ucap Justin.


"Alah engga usah bohong deh,pasti elu mau modus kan ke diandra.


"Terserah elu deh mau ngomong apa,Awas."Ucap Justin.


Baru saja alex akan berbicara Justin malah meninggal kan nya, Justin sangat kesal dengan Alex tau dia sudah engga bisa nahan untuk buang air kecil malah di tahan oleh nya.


"Temen elu kenapa jadi kaya gitu."Ucap Alex kepada lucas.


"Kalian berdua itu kenapa sih?"Tanya Lucas.


"Tanya saja sama si Justin."Ucap Alex.


"Sunggu kalian berdua itu aneh."Ucap Lucas.


"Ayo cabut."Ucap Alex.


Alex keluar dari kelas nya begitu pun dengan lucas ia pasti mengikuti alex ke mana pun, Diandra meminta izin terlebih dahulu ke ajeng untuk ke toilet sebentar.


"Okeh gue tunggu di sini yah."Ucap Ajeng.


Diandra mengangguk kan kepalanya, Diandra pun berjalan ke arah kamar mandi tak sengaja diandra bertemu dengan veronica dan mereka saling bertubrukan.


"Awww."Pekik Veronica.


"Maaf engga sengaja."Ucap Diandra.


"Makanan kalau jalan tuh pake mata."Ucap Veronica.


"Saya sudah minta maaf,lagi pula tidak sampai jatuh kan."Ucap Diandra.


"Oh ternyata kamu yang menabrak saya , kalau jalan tuh pakai mata."Ucap Veronica.


"Saya sudah minta maaf sama anda,bisa kan minggir."Ucap Diandra.


"Hey saya belum memaaf kan kamu,enak saja main lewat saja."Ucap Veronica.


"Intinya saya sudah meminta maaf, urusan di maafkan atau tidak itu urusan kamu bukan urusan saya."Ucap Diandra.


"Kamu tidak tau saya hah."Ucap Veronica.

__ADS_1


"Saya tau kamu manusia kan."Ucap Diandra.


"Hello makanya jadi orang itu harus update, Jangan kudet,gue itu penyumbang kampus ini tau engga."Ucap Veronica ia membanggakan diri nya.


"Itu tidak penting bagi,saya permisi."Ucap Diandra.


Veronica ingin berbicara lagi namun diandra meninggal kan nya ke dalam toilet, Veronica sangat marah karena diandra tidak ada takut nya ke diri nya sedangkan yang lain pada takut dengan nya karena kekuasaan orang tua nya.


Veronica pun berniat untuk mengunci diandra karena kali ini ia membuat nya kesal,Selain itu dia juga kesal ke diandra akhir-akhir ini alex dan geng nya selalu saja dengan nya.


"Jangan harap kamu bisa bersaing dengan saya."Ucap Veronica.


Veronica masuk ke dalam kamar mandi tersebut ia pun mengendap-endap seperti maling saja,Ia pin mengunci kamar mandi tersebut.


"Rasain elu ini belum seberapa."Ucap Veronica.


Veronica pun meninggal kan kamar mandi tersebut, Diandra sudah selesai buang air kecil nya ia pun membuka pintu kamar mandi namun tidak bisa di buka.


"Ko engga bisa di buka sih."Ucap Diandra.


Diandra heran kenapa tidak bisa di buka pintunya padahal tadi ia tidak mengunci pintu tersebut, Diandra pun menggedor -gedor pintu tersebut,ia juga menarik gagang pintu namun tidak bisa terbuka juga.


"Tolong, tolong, tolong, bukain pintu nya dong saya ke kunci di sini."Teriak Diandra.


Namun tidak ada satu orang pun yang berada di dalam tersebut, Diandra masih menggedor-gedor pintu tersebut dengan sekuat tenaga nya.


Di sisi lain ajeng masih menunggu diandra sudah satu jam ia menunggu diandra namun dari tadi tidak muncul juga batang hidungnya,Ajeng melihat Veronica dengan senyum ceria nya.


"Kenapa tuh orang senyum-senyum sendiri,apa sudah gila."Guam Ajeng.


"Ah ngapain gue mikir si Veronica,Eh ini mana si Diandra keburu masuk kalau begini cara nya."Ucap Ajeng.


Ajeng jadi mundar-mandir sendiri karena ia tidak mau nunggu di situ saja Akhir nya ia pun memutuskan untuk menyusul diandra saja.


Diandra masih menggedor-gedor pintu kamar mandi,tak lupa juga ia teriak meminta tolong,namun tak lama kemudian lampu mati dan itu membuat diandra semakin teriak histeris karena diandra takut gelap.


"Ya ampun kenapa harus mati lampu sih, tolong yang ada di luar siapa pun tolong saya."Teriak Diandra di dalam sana.


Justin baru saja keluar dari toilet pria ia lega sekali sudah mengeluarkan hajat nya, Justin melewati kamar mandi wanita ia mendengar suara orang yang sedang minta tolong, Justin pun buru-buru masuk ke dalam untuk mengecek nya apakah benar apa yang di dengar nya itu ada orang yang minta tolong.


.


.


.


.


**Happy Reading 😊

__ADS_1


Jangan lupa vote like and komen 🙏**


__ADS_2