Anak Sultan Naksir Pembantu

Anak Sultan Naksir Pembantu
Episode 08


__ADS_3

Diandra dan sang mamah masih bertukat di dapur mereka masih menyiapkan sarapan,pak Hardi sudah bangun ia sudah mandi juga ia mencari sang istri namun tidak menemuinya, akhirnya pak hardi pun ke dapur karena ia juga merasa tenggorokan nya kering dan ingin minum.


"Eh mamah ternyata ada di dapur,pantes papah cariin engga ada ."Ucap Pak Hardi ia melihat sang istri sedang memasak.


"Selamat pagi pah."Ucap Diandra .


"Pagi sayang,tumben kamu pagi-pagi gini sudah bangun?"Tanya Pak Hardi .


"Ya ampun engga mamah engga papah kenapa bilang seperti itu,kan Diandra emang suka bangun pagi."Jawab Diandra.


"Bukan nya begitu sayang papah hanya heran saja,memang nya kamu mau ke mana?"Tanya Pak Hardi.


"Anak kelas pagi pah, sebelum berangkat diandra bantuin mamah dulu."Ucap Diandra.


"Padahal pah,mamah sudah melarang diandra untuk membantu mamah cuman ia masih kekeh ingin membantu mamah."Ucap Bu indri.


"Ya engga apa-apa kali mah,lagi pula diandra lagi engga ada kerjaan jadi bantuin mamah aja kali."Ucap Diandra.


"Eummm bau masakan nya enak sekali."Ucap Pak Hardi ia mencium bau aroma masakan.


"Tentu dong masak mamah gitu loh."Ucap Diandra.


"Ayo mah sajikan,udah engga sabar nih ingin makan."Ucap Pak Hardi.


"Yasudah kalian berdua tunggu saja di meja makan,mamah akan menyiapkan."Ucap Bu indri.


"Aku bantuin mamah aja untuk membawakan ini ke meja makan."Ucap Diandra.


"Mending kamu siap-siap saja diandra,nanti kamu telah ke kampus nya."Ucap Bu Indri ia mengingat anak nya itu.


"Ya udah deh kalau gitu."Ucap Diandra.


Diandra dan sang papah meninggal dapur dan di sana tinggal Bu indri yang sedang menyiapkan makanan nya,Bu indri sudah mensajikan makanan di meja makan pak hardi dari tadi sudah duduk di meja makan.


Bu indri sudah menaruh piring yang berisi makanan di meja makannya,Bu indri belum melihat anak nya di meja makan.


"Pah mana diandra ko belum keluar dari kamar nya?"Tanya Bu Indri ke suami nya.


"Belum mah, mungkin masih siap-siap."Jawab Pak hardi.

__ADS_1


"Apa aku panggil kan saja yah."Ucap Bu indri.


"Yaudah panggil saja ."Ucap Pak Hardi.


Bu indri berdiri ia pun berjalan ke arah kamar anak nya itu setelah di depan kamar anak nya bu indri mengetuk pintu kamar nya.


Tok!Tok! Tok! Suara ketukan pintu.


"Diandra ayo kita sarapan."Ucap Bu Indri.


"Iyah mah sebentar."Ucap Diandra di dalam kamar nya.


"Papah sudah menunggu tuh."Ucap Bu Indri.


"Iya mah ini juga mau keluar."Ucap Diandra.


Diandra membuka pintu nya lalu keluar dari kamar ia sudah rapih dengan pakaian nya,Bu Indri dari tadi sudah berjalan ke arah meja makan.


"Maaf yah pah jadi nunggu lama."Ucap Diandra.


"Engga apa-apa nak,ayo kita sarapan."Ucap Pak Hardi.


Seperti biasa bu indri mengambil kan nasi goreng ke piring untuk suami nya, setelah itu diandra juga mengambil nasi goreng tersebut sendiri karena ia tidak mau merepotkan mamah nya.


"Pah,mah aku berangkat dulu yah."Ucap Diandra ke papah dan mamah nya.


"Iya sayang hati-hati di jalan."Ucap Bu Indri.


"Diandra kamu mau bawa mobil?"Tanya Pak Hardi.


"Engga pah kaya nya,kenapa emang nya?"Tanya Diandra.


"Sebelum nya papah mau ngomong ini sama kamu."Ucap Pak Hardi dengan ragu.


"Ada apa pah?"Tanya Diandra padahal ia sudah tau bahwa mobil nya akan di jual untuk membayar sebagaian hutang papah nya.


"Papah minta maaf yah ke kamu, papah harus menjual mobil itu."Ucap Pak Hardi.


"Iyah pah engga apa-apa,diandra ngerti ko papah jual aja lumayan kan buat bayar hutang juga."Ucap Diandra.

__ADS_1


"Beneran nak engga apa-apa?"Tanya Pak Hardi.


"Beneran pah,lagi pula diandra bisa ko naik kendaraan umum atau yang lain nya jadi engga usah khawatir."Ucap Diandra.


"Makasih yah sayang sudah mau mengerti keadaan keluarga kita saat ini."Ucap Bu Indri ia salut dengan anak nya.


"Mamah dan papah tidak usah berterima kasih,memang ini sudah ke wajiban aku sebagai anak lagi pula diandra juga tidak marah ke kalian berdua."Ucap Diandra.


"Seharusnya diandra lah yang berterima kasih kepada papah dan mamah sudah merawat aku dengan penuh kasih sayang,diandra tidak pernah merasa khawatir akan ke kayaan mah pah."Ucap Diandra.


"Kamu memang anak baik sayang,papah dan mamah bangga sama kamu."Ucap Pak Hardi.


"Yang terpenting kamu harus bersemangat untuk mengejar cita -cita kamu yah."Ucap Bu indri.


"Pasti dong mah, Diandra akan terus semangat."Ucap Diandra.


Kedua orang tua Diandra tersenyum ternyata mereka berdua tidak gagal dalam mendidik anak walaupun waktu itu mereka berkecukupan,Diandra sudah lah cantik pinter pula dia juga mendapatkan beasiswa di universitas ternama di kota tersebut padahal dia dari kalangan lumayan cukup namun ia bisa meraih beasiswa tersebut.


Diandra pun pamit ke mamah dan papah nya untuk pergi ke kampus, setelah ia selesai dengan kuliah nya ia akan mencari perkerjaan dia juga tidak mau menyusahkan orang tuanya terus.


"Pah,mah aku pamit yah."Ucap Diandra ke papah dan mamah nya.


"Iya sayang hati-hati yah di jalan."Ucap mamah indri sambil mencium pipi anak nya itu.


"Iyah mah."Ucap Diandra.


"Hati -hati yah anak papah yang cantik ini."Ucap Pak Hardi lalu mencium kening dan pipi anak nya itu.


"Iyah pah,kalau begitu aku pergi dulu."Ucap Diandra lalu berjalan ke luar rumah nya.


"Iyah nak."Ucap papah dan mamah berbarengan.


Diandra berjalan ke luar rumah nya ia pun mencari kendaraan umum di sana, namun ia harus berjalan terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan kendaraan umum.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading☺️


Jangan lupa vote like and komen sebanyak -banyak 🙏


__ADS_2