
Diandra dan alex pun tersadar bahwa mereka saling tatap satu sama lain, diandra langsung menundukkan kepala nya, begitu pun alex ia melihat ke sembarang arah.
"Jatung gue kenapa berdetak begitu kencang begini."Ucap Alex dalam hati nya.
"Ya ampun kenapa harus kaya gini sih."Batin Diandra.
Setelah mereka beberapa lama terpaku dengan pikiran mereka masing-masing, akhirnya diandra memutuskan untuk masuk ke dalam karena malam pun semakin larut.
"Tuan muda kalau begitu saya masuk ke dalam duluan yah."Ucap Diandra.
"Hey kenapa memanggil ku seperti itu, panggil sayang aja."Ucap Alex ia tidak suka di panggil seperti itu.
"Ini kan di rumah."Ucap Diandra.
"Mau di rumah mau di mana ke pokoknya harus panggil seperti itu."Ucap Alex.
"Jangan gitu nanti kita ketauan."Ucap Diandra.
"Biarin biar pacaran nya enak."Ucap Alex.
"Terserah kamu aja Lex."Ucap Diandra.
Diandra pun memilih untuk masuk duluan,alex hanya memutar bola matanya yang malas masa pacaran hanya begini saja.
Daindra masuk ke dalam rumah ia pun celangkak -celinguk takut ketauan,Tak lama kemudian Diandra berjalan ke arah kamar nya namun langkah nya terhenti karena diri nya di panggil.
"Diandra."Panggil Lia.
"Eh Lia habis dari mana kamu?"Tanya Diandra.
"Habis dari dapur ngambil air minum."Jawab Lia.
"Oh gitu." Ucap Diandra.
"Kalau kamu habis dari mana?"Tanya Lia.
"Habis cari angin di luar, kalau begitu aku ke kamar duluan yah."Ucap Diandra.
"Heum iya."Ucap Lia.
Diandra pun langsung masuk ke kamar nya ia takut ketahuan sama yang lain,Tak lama kemudian Alex masuk ke dalam sambil menggerutu sendiri dan itu membuat Lia aneh.
"Eh tuan muda habis dari mana?"Tanya Lia .
"Bukan urusan mu."Ucap Alex dengan ketus.
Lia langsung ciut saat tuan muda nya seperti itu, namun ia merasa aneh kenapa diandra dan tuan muda nya itu hampir bisa berbarengan masuk nya , apakah mereka keluar berduaan.
__ADS_1
"Kenapa tuan muda dan Dian bisa berbarengan gitu,apa jangan -jangan mereka berdua ada apa-apa nya lagi."Ucap Lia.
"Ah tapi kaya nya engga mungkin sudahlah mending aku tidur saja."Ucap Lia.
Lia pun berjalan ke arah kamar nya ia tidak mau berpikir yang engga -engga terhadap majikan nya dan teman nya sendiri, Namun di sisi lain diandra malah tidak bisa tidur karena perhihal kejadian tadi.
...****************...
Sang mentari telah menyinari bumi seperti biasa keluarga Smith sedang sarapan pagi ini, seperti biasa diandra selalu sigap membantu Alex ia juga sudah membangun kan alex dan menyiapkan kebutuhan nya dari atas sampai bawah.
Alex turun dari atas ke bawah ia menggunakan zas berwarna abu muda di padukan dengan kemeja warna putih, sepatu pentopel warna yang senada juga,ia pun sangat gagah dan tampan hari ini.
"Selamat pagi mah, Daddy."Ucap Alex.
"Selamat pagi anak mamah yang tampan ini."Ucap Bu Yunita.
"Lex hari ini perusahaan kamu yang handle yah,daddy akan ke luar kota hari ini."Ucap Pak Maxim.
"Tapi daddy aku kan belum bisa apa-apa."Ucap Alex.
"Kalau kamu ada yang tidak tahu,kamu boleh nanya sama astiten pribadi papah dia semua nya bisa kan dia tangan kanannya Daddy."Ucap Pak Maxim.
"Yaudah deh,tapi Alex engga janjinya kalau alex langsung bisa."Ucap Alex.
"Iyah sayang kan kamu masih belajar jadi daddy juga pasti maklumi kamu ko."Ucap Bu Yunita.
Namun berbeda dengan pelayan di rumah itu mereka malah tidak fokus berkerja karena ulah alex yang terlalu tampan itu, Sampai bi tuti dan diandra pun heran melihat pekerja di sana.
"Kalian pada ngapain bukan nya kerja."Ucap Bi Tuti yang menegur mereka.
"Maaf bi, kalau begitu kami permisi."Ucap Gita dan kawan-kawan nya.
Namun bi tuti beralih ke diandra takut nya diandra juga melakukan yang sama seperti pembantu yang lain nya,namun saat bi tuti melihat nya di luar dugaan ternyata diandra biasa aja melihat tuan muda nya itu.
"Diandra kamu habis dari mana?"Tanya Bi Tuti.
"Habis dari membersihkan kamar di sana bi."Jawab Diandra.
"Di kira saya kamu seperti kedua pelayanan tadi yang melihat ke tampanan tuan muda sampai lupa berkerja."Ucap Bi Tuti.
"Engga bi,saya mah mau melihat juga takut."Ucap Diandra.
"Bagus begitu."Ucap Bi Tuti.
"Kalau begitu saya permisi bi mau kebelakang soalnya masih ada pekerjaan."Ucap Diandra.
Bi Tuti hanya mengangguk kan kepalanya saja lalu diandra pun meninggalkan bi tuti dan berjalan ke arah belakang, ternyata di belakang pun ramai karena para pembantu sedang membicarakan tuan muda nya.
__ADS_1
Di rumah alex kebanyakan yang kerja di sana masih singel dan belum pada menikah,jadi mereka selalu berkesempatan untuk cuci mata.
"Eh tau engga tadi tuan muda begitu tampan tau,apa lagi dengan styel seperti itu."Ucap Gita.
"Iya betul seperti sugar Daddy."Timpal teman nya yang satu nya lagi.
Mereka pun sangat memuji ketampanan majikannya itu, Diandra pun menghampiri mereka yang sedang mengobrol itu.
"Kalian pada ngobrolin apa sih?"Tanya Diandra.
"Eh Dian kamu tadi lihat engga tuan muda penampilan nya?"Tanya Gita.
"Iya lihat memangnya kenapa? Apakah ada yang kurang?"Tanya Diandra karena ia takut kalau sytel nya itu kurang cocok.
"Engga ada sedikit pun yang kurang dian,malah tuan muda malah makin tampan sekali seperti sugar Daddy."Ucap Gita.
"Syukurlah."Ucap Diandra keceplosan.
"Apa nya yang syukur?"Tanya Teman satu nya lagi .
"Ah bukan apa-apa ko."Jawab Diandra langsung.
"Oh kirain kenapa."Ucap Yang lain nya.
Diandra hanya menggaruk kan kepalanya saja yang tidak gatal itu, semuanya pun berkerja kembali takut ketauan sama bi tuti.
Sementara pak Maxim sedang pamitan dengan keluarga kecil nya itu,Bu Yunita mengantar kan anak dan suaminya ke depan.
"Mah ,daddy berangkat dulu yah."Ucap Pak Maxim.
"Iyah sayang kamu hati-hati yah di jalan,kalau sudah sampai kabarin."Ucap Bu Yunita.
"Iyah sayang siap."Ucap Pak Maxim.
Pak maxim mencium kening dan pipi istri nya itu lalu masuk ke dalam mobil nya,alex pun sama ia pamit kepada mamah nya terlebih dahulu dan ia pun masuk ke dalam mobil nya.
Setelah anak dan suaminya pergi ke kantor masing-masing Bu yunita pun masuk ke dalam, Seperti biasa dia akan membaca majalah atau yang lain nya.
.
.
.
.
Happy Reading ☺️
__ADS_1
jangan lupa vote like and komen 🙏