
Hari ini alex pergi ke kampus dengan sangat cepat ia ingin berbicara dengan diandra, kebetulan Veronica sedang mengikuti alex karena penasaran dengan tingkah alex akhir -akhir ini.
Alex masuk ke area kampus di ikuti oleh Veronica di belakang nya, Diandra sudah sampai di kampus ia akan masuk ke gedung fakultas namun tangan nya di tahan oleh alex.
"Tunggu dulu."Ucap Alex.
"Astga bikin kaget aja kamu."Ucap Diandra.
"Aku mau ngomong sama kamu."Ucap Alex.
"Mau ngomong apa tinggal ngomong aja apa susah nya."Ucap Diandra.
"Kita ke tempat lain saja."Ucap Alex.
"Engga bisa lex,aku juga sedang buru -buru ini."Ucap Diandra.
"Yaudah deh ngomong di sini aja."Ucap Alex.
"Iya mau ngomong apa?"Tanya Diandra.
"Kamu jangan terlalu dekat dengan Faisal ,kaya nya dia suka deh sama kamu."Ucap Alex.
"Dia itu hanya teman saja engga lebih ,jadi kamu engga usah berlebihan kaya gitu ah."Ucap Diandra.
"Kamu ini pacar aku jadi kamu harus menjaga nya biar tidak cemburu."Ucap Alex.
"Wah ternyata seorang tuan alex punya rasa cemburu juga hahah."Ucap Diandra.
"Ya punya lah kan kamu pacar aku."Ucap Alex.
"Tenang aja aku kan setia orang nya."Ucap Diandra.
"Awas aja kalau kamu sampai selingkuh."Ucap Alex.
"Engga ko,aku bakalan setia sama kamu."Ucap Diandra.
Alex pun memeluk diandra karena beberapa hari ini ia tidak memeluk sang kekasih nya itu, mereka pun berjalan dari lorong tersebut ke arah kelas nya.
Sementara Veronica cukup terkejut dengan pembicaraan alex dan diandra tadi, Veronica pun mengepalkan tangannya ia tidak terima di tikung oleh sang pembantu.
"Awas aja nanti."Ucap Veronica Dengan tatapan mata nya yang tajam.
Veronica pun pergi dari tempat tersebut ia akan menegur diandra dan akan menyuruh nya untuk memutuskan alex,Kelas pun sudah di mulai semua mahasiswa pada khusus memperhatikan dosen mereka yang sedang memberikan materi terhadap mahasiswa nya itu.
Setelah selesai kelas mereka pun keluar dari kelas tersebut mereka pada pulang karena hari ini hanya satu mata kuliah saja,namun berbeda dengan diandra ia harus ke falkutas kedokteran nya terlebih dahulu.
"Diandra habis ini kamu mau ke mana?"Tanya Ajeng.
"Seperti biasa lah aku mah."Jawab Diandra.
"Yah tadi nya mau ngajak nongkrong."Ucap Ajeng.
__ADS_1
"Sama yang lain aja jeng."Ucap Diandra.
"Lagian kamu ini memang engga pusing apa ngambil dua falkutas sekaligus?"Tanya Ajeng.
"Engga sih menurut aku malah menyenang kan."Jawab Diandra.
"Aga laen emang otak mu itu."Ucap Ajeng.
Diandra hanya menggeleng kan kepalanya saja saat ajeng berbicara seperti itu,dari arah berlawanan Veronica sudah menatap diandra dengan tatapan segit nya membuat ajeng Teheran -heran.
"Gue peringatkan sekali lagi kalau elu berani-beraninya mendekati alex,habis riwayat kamu!"Acam Veronica.
"Saya tidak takut lagi pula Alex yang memilih saya dan itu bukan kemauan saya juga."Ucap Diandra.
"Halah paling elu mau morotin alex doang kan,karena dia orang kaya sedang elu hanya rakyat jelata."Ucap Veronica.
"Terserah mau ngomong apa juga, intinya kita berdua saling cinta."Ucap Diandra.
Veronica ingin menampar pipi diandra karena ia berani berbicara seperti itu, sedang diandra langsung menangkap tangan Veronica dan ia pun berkata.
"Gue engga takut sama elu."Ucap Diandra.
Diandra melepaskan tangan Veronica dan meninggalkan Veronica dan kedua temannya itu, sementara Ajeng mengikuti diandra di belakang nya ia cukup terkejut dengan respon diandra tadi.
Ajeng mengikuti diandra ke mana ia ingin menanyakan ia mempunyai keberanian itu dari mana,Karena setiap Veronica menggertak nya ia hanya berjalan saja tidak berbicara.
"Wah keren sih tadi elu,ko bisa jadi kaya gini?"Tanya Ajeng.
"Mungkin banyak bergaul dengan alex jadi gini."Jawab Diandra.
Diandra hanya tertawa saja ia pun berjalan lagi dan meninggal kan ajeng karena ia harus ke falkutas kedokteran nya, sedang kan ajeng ia akan pulang saja.
...****************...
Tiga bulan terlah berlalu Veronica malah melihat kemesraan alex dan diandra saja membuat ia semakin cemburu,ia harus melakukan sesuatu ia sudah mengertaknya namun diandra tidak takut dengan ancaman nya itu.
Veronica cukup prustasi dengan keadaan nya saat ini karena dari dulu ia tidak mendapatkan alex juga,kedua sahabat nya itu baru saja datang ke rumah nya dan masuk ke kamar nya.
"Ya ampun ini kamar apa kapal pecah ini."Ucap Gisel.
"Berisik kalian berdua mau apa ke sini?"Tanya Veronica.
"Kita ke sini mau ajak elu hangout."Jawab Calara.
"Gue lagi malas."Ucap Veronica.
"Elu masih mikirin Alex?"Tanya Gisel .
"Menurut elu."Ucap Veronica.
"Memang nya dia engga nyerah?"Tanya Calara.
__ADS_1
"Si kampungan malah makin lengket dengan alex,apa dengan kedua sahabat nya alex ia juga sangat dekat sekarang."Ucap Veronica.
"Wah engga bisa di biarin nih."Ucap Calara.
"Elu Deket engga sama mamah nya Alex?"Tanya Gisel.
"Cukup dekat sih,bisa di bilang mamah nya Alex tuh sangat dekat dengan gue di banding yang lain."Jawab Veronica.
"Kenapa elu engga deketin mamah nya aja,terus bilang deh elu mau sama alex."Ucap Gisel.
"Masa gue harus gitu sih,gengsi lah gue."Ucap Veronica.
"Ya nyokap elu lah yang bilang mereka kan suka main bareng tuh dengan teman-teman sosialita nya."Ucap Gisel.
"Ide yang bagus."Ucap Veronica.
"Yaudah sana mandi kita siapkan rencana untuk menyerang anak kampungan itu."Ucap Gisel.
"Okeh lah."Ucap Veronica.
Veronica beranjak dari tempat tidur nya dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya,Tak lama kemudian ia memakai makeup sedikit,lalu mereka bertiga keluar dari kamar Veronica.
Kebetulan saat mereka keluar dari kamar Veronica,mami nya Veronica akan keluar juga dan Veronica pun bertanya ke sang mami.
"Mami mau ke mana rapih amat?"Tanya Veronica.
"Mami mau ketemu sama teman - teman sosialita mami."Jawab Mami nya Veronica.
"Veronica boleh ikut mam?"Tanya Veronica.
"Boleh-boleh aja sih,tapi Gisel sama calara gimana?"Tanya Maminya Veronica.
"Kami berdua mau pulang ko Tan,tadi kita ke sini ada urusan aja sebentar ini juga mau pulang ko."Ucap Gisel .
"Oh gitu, yaudah kalau gitu."Ucap Maminya Veronica.
Sementara carala malah diam saja ia ingin Portes ke Gisel karena mereka tidak jadi hangout, namun Gisel langsung menarik tangan calara takut nya calara bicara yang tidak-tidak.
Mereka keluar dari rumah Megah tersebut, Veronica membawa mobil nya dan membawa sang mami nya juga, sementara gisel dan calara masuk ke dalam mobil gisel entah mereka akan ke mana dua orang itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading☺️
Jangan lupa vote like and komen 🙏