
Hari-hari sudah di lewati oleh diandra seperti biasa begitu pun alex dan mereka semakin dekat saja , hari ini mereka ada kerja kelompok lagi dan mereka pun akan kerja kelompok di rumah Justin kali ini.
"Kita mau kerja kelompok di mana?"Tanya Diandra.
"Di rumah gue aja."Ucap Justin.
"Nah betul di rumah Justin aja di sana kan sepi."Ucap Lucas.
"Kalau kamu gimana diandra mau tidak?"Tanya Alex.
"Kalau aku sih ngikut aja."Ucap Diandra.
"Yaudah kalau gitu, sekarang aja kita ke sana."Ucap Justin.
Ketiga orang itu pun mengangguk kan kepalanya menandakan mengiya kan, Diandra masuk ke dalam mobil Justin namun alex malah menarik tangan nya.
"Elu di mobil gue aja."Ucap Alex .
"Saya di sini saja tuan."Ucap Diandra.
"Di sini sudah ada lucas."Ucap Alex.
"Lucas kamu sama tuan muda saja yah,aku ingin satu mobil dengan justin."Ucap Diandra.
"Tapi gue."Ucap Lucas.
"Sudah kalian engga usah ribut,kita satu mobil saja semua nya."Ucap Justin.
Ya Justin selalu menengahi perdebatan antara teman nya itu, jelas-jelas diandra tidak mau satu mobil dengan alex namun ia selalu saja memaksa nya.Mau engga mau mereka masuk ke dalam mobil milik justin, Sebenarnya alex males satu mobil begini.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Justin,Saat pertama kali datang diandra melihat di sekeliling rumah itu dan rumah itu tak jauh beda dengan rumah majikan nya yang mewah.
"Ayo masuk."Ucap Justin.
Diandra langsung tersadar dan masuk ke dalam di ikuti oleh alex dan lucas, Seperti biasa lucas langsung masuk saja seperti rumah nya sendiri.
"Engga usah sungkan diandra,di sini tidak ada siapa -siapa ko."Ucap Justin.
"Emang kedua orang tua kamu ke mana?"Tanya Diandra.
"Mereka tinggal di luar negeri."Ucap Justin.
"Sudah ngobrol nya,ayo kita langsung belajar."Ucap Alex dia sangat tidak rela kalau Justin terlalu lama berbicara dengan diandra.
Diandra dan Justin pun berjalan ke arah ruang tengah di mana di sana sudah ada alex dan lucas,Mereka berempat pun langsung mengeluarkan buku dan langsung belajar, Justin selalu saja curi-curi pandang ke diandra ia selalu mengaggumi diandra selain cantik dia juga pintar.
Alex yang melihat itu aga kepanasan entah kenapa hati nya sangat panas,namun ia juga suka tega terhadap diandra ia suka mena-mena memperlakukan diandra.
"Diandra,gue engga ngerti bagian ini."Ucap Alex tiba-tiba.
"Yang mana?"Tanya Diandra.
"Makan nya deketan sini biar elu tau."Ucap Alex.
__ADS_1
Diandra pun berdecak sebal dia yang butuh diandra yang harus menghampiri nya, Justin yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala saja,Tak lama kemudian mereka sudah selesai dengan tugas nya diandra langsung melihat jam yang ada di tangan nya.
"Sudah jam segini waktu nya harus pulang."Guam Diandra.
Diandra langsung membereskan buku-bukunya dan memasukkan nya ke dalam tasnya, Diandra langsung pamit saja ia tidak bisa lama-lama di sini karena harus pulang dan berkerja.
"Oh ya kalau begitu saya permisi pulang duluan yah ."Ucap Diandra.
"Yaudah aku anterin pulang yah."Ucap Justin.
"Engga usah,saya bisa sendiri ko."Ucap Diandra.
"Jangan nolak ayo aku anterin aja."Ucap Justin.
"Biarin biar dia pulang sendiri aja."Ucap Alex.
"Lex dari sini ke rumah elu lumayan jauh,gimana kalau diandra di marahin sama bi Tuti."Ucap Justin.
"Ya itu sih urusan dia,siapa suruh bohongin orang di sana."Ucap Alex.
Ya omongan alex selalu saja menyakiti diandra namun ia sudah kebal dengan kata-kata pedas dari tuan muda nya itu, Diandra menghelaskan nafasnya dengan kasar .
"Iya Justin benar kata tuan muda,kamu tidak usah mengantarkan saya,aku bisa pulang sendiri ko."Ucap Diandra.
"Tapi Diandra."Ucap Justin.
"Kalau begitu saya pamit, permisi."Ucap Diandra.
Diandra meninggalkan rumah Justin sebenarnya Justin ingin sekali mengantar kan diandra sambil mengobrol di jalan pasti seru, Diandra sudah mendapatkan ojek online nya dan meninggal kan kediaman megah itu.
"Kenapa elu diam aja?"Tanya Lucas.
"Engga apa-apa."Ucap Justin.
"Elu suka yah sama si Diandra?"Tanya Alex ke Justin.
"Kenapa emang nya , masalah."Ucap Justin.
"Gue sebagai temen cuman mengingat kan kalau elu jangan sampai deh suka sama tuh orang."Ucap Alex.
"Kenapa emang nya, suka-suka gue lah mau suka ke siapa aja."Ucap Justin.
"Pokoknya gue bilang jangan ya jangan."Ucap alex dengan nada tinggi.
"Stop kalian kenapa jadi berantem gini sih."Ucap Lucas.
"Siapa juga yang berantem,tuh si alex yang pake nada tinggi."Ucap Justin.
"Gue ada ide."Ucap Lucas.
"Ide apaan."Ucap Alex.
"Gimana kalau kalian sama-sama mengejar diandra,siapa yang di terima duluan itu tandanya ia yang menang."Ucap Lucas.
__ADS_1
"Maksud elu kita bakalan taruhan gitu?"Tanya Justin.
"Yap benar apa elu katakan."Ucap Lucas.
"Gue engga mau orang di jadikan bahan taruhan."Ucap Justin.
"Haha bilang aja elu takut kalah sama gue kan,pasti gue bakal menang."Ucap Alex.
"Bukan masalah menang atau engga nya,gue engga mau nyakitin perasaan diandra."Ucap Justin.
"Alah alasan saja."Ucap Alex.
Justin pun tidak terima dengan ejekan alex sebenarnya ia tidak mau taruhan seperti itu bagian dia takut ada bomerang nantinya,Alex masih saja ingin taruhan dengan Justin.
"Kalau dari salah satu kita ada yang menang taruhan ini,gue bakalan beliin mobil keluaran terbaru."Ucap Alex .
"Gue engga tergiur."Ucap Justin.
"Ayo lah Justin,lagi pula ini hanya permainan saja."Ucap Lucas.
"Tetap engga mau,gue engga mau merendahkan orang lain."Ucap Justin.
"Cemen loh,cupu."Ucap Alex.
Justin tidak terima di katain cemen ia juga tipikal orang yang mudah kepancing emosi nya,Alex tersenyum saat Justin mulai kelihatan marah ia sudah memancing nya biar Justin mau taruhan.
"Okeh gue akan terima taruhan tersebut,kalau salah satu kita ada yang kalah akan di beli kan mobil terbaru."Ucap Justin.
"Okeh deal."Ucap Alex lalu berjabat tangan.
Prok,Prok.
lucas bertepuk tangan dengan gembira karena taruhan ini pun di mulai, Justin menerima taruhan itu bukan semata ingin mendapatkan mobil tapi ia ingin sekali dekat dengan diandra dan mempunyai hubungan.
Sedangkan alex tidak ia hanya ingin bermain-main saja dengan diandra dan Justin dan ia pun akan mendapatkan mobil juga,Di dalam rumah itu suasana sangat canggung.
"Kapan taruhan ini di mulai?"Tanya Alex.
"Gimana mulai minggu depan."Jawab Lucas.
"Kenapa elu yang ngantur?"Tanya Justin.
"Ya mau siapa lagi, pokoknya ini bagian gue okeh."Ucap Lucas.
"Okeh sekarang lucas yang menjadi wasit nya."Ucap Alex.
Justin hanya menghelaskan nafasnya saja ia harus berusaha dengan sekuat tenaga ia tidak mau diandra jatuh ke tangan alex, Justin ingin sekali melindungi diandra apa lagi kalau sudah menyangkut dengan veronica pasti Diandra akan selalu jadi buronan nya.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading ☺️
Jangan lupa vote like and komen 🙏