Anak Sultan Naksir Pembantu

Anak Sultan Naksir Pembantu
Episode 63


__ADS_3

Diandra sudah berada di kampus ia pun baru turun dari ojek online nya,Ajeng pun sama ia baru juga sampai di kampus nya,ia turun dari mobil nya sendiri ia melihat sahabatnya sedang berjalan menuju ke sebuah gedung fakultas.


"Diandra."Panggil Ajeng.


Diandra langsung menoleh ke sumber suara tersebut ia pun tersenyum melihat ajeng yang sedang berlari mengejar nya, Diandra menunggu teman nya itu yang akan menghampiri nya.


"Huh cape sekali."Ucap Ajeng karena berlari tadi.


"Suruh siapa lari,jadi cape kan."Ucap Diandra.


"Ya gue pengen nanya sesuatu ke elu,makanya gue langsung lari ke elu."Ucap Ajeng.


"Mau nanya apaan,pasti masalah tugas yah?."Tanya Diandra.


"Bukan."Jawab Ajeng.


"lah terus apa dong.",Ucap Diandra.


"Kemarin elu di apain sama si alex,elu engga kenapa -kenapa kan."Ucap Ajeng sambil memutar tubuh diandra.


"Engga ko gue engga di apa-apain,lihat aja engga ada yang kurang kan di tubuh gue.",Ucap Diandra.


"Syukurlah kalau tidak di apa-apain mah,terus dia ngapain bawa elu?", Tanya Ajeng.


"Anu.... itu."Ucap Diandra ia jadi bingung mau ngejelasin nya.


"Apaan."Ucap Ajeng.


Tiba-tiba Justin datang ia menghampiri Ajeng dan diandra yang sedang mengobrol, Justin langsung menyapa kedua nya.


"Hay Diandra."Sapa Justin.


"Hay Justin."Sapa balik Diandra.


"khhhmmm, yang di sapa hanya diandra aja nih."Ucap Ajeng.


"Eh ternyata ada ajeng juga."Ucap Justin sambil tersenyum.


"Ya ampun segini gedenya gue,engga keliatan sama elu hah."Ucap Ajeng.


"Sorry jeng."Ucap Justin.


Ajeng hanya mendengus dengan kesal saja ,tapi ia berbicara seperti itu hanya bercanda aja.


"Iya engga apa-apa, emang mata elu itu hanya tertuju untuk Diandra saja."Ucap Ajeng.


"Ajeng apaan sih."Ucap Diandra.


"Lah emang benerkan, Justin elu suka kan sama diandra ngaku aja deh."Ucap Ajeng karena ia selalu memperhatikan Justin kalau sedang menatap Diandra.


"Apa sih jengkeling,kita kan hanya temannya saja."Ucap Justin.


"Alah ngeles aja elu."Ucap Ajeng.

__ADS_1


"Eh kalian berdua sudah makan belum?"Tanya Justin.


"kebetulan nih gue belum karena tadi gue buru-buru."Jawab Ajeng.


"Kita makan dulu lah, sebelum masuk kelas."Ucap Justin.


"Ayo."Ucap Ajeng.


"Tapi gue masih kenyang,kalian aja berdua."Ucap Diandra.


"Ya kalau elu udah kenyang kan bisa elu nemenin kita makan,ya engga Justin."Ucap Ajeng.


"Iya bener tuh apa kata jengkeling."Ucap Justin.


"Heh main ganti nama orang aja."Ucap Ajeng.


"Jus kidding jeng."Ucap Justin.


"Yaudah deh kalau begitu."Ucap Diandra.


"Let's go."Ucap Ajeng.


Mereka bertiga pun berjalan menuju ke kantin kampus mereka, biasanya diandra dan Ajeng akan ke kantin yang harga nya tidak terlalu mahal namun karena ada Justin jadi mereka ke kantin di mana hanya untuk khusus orang yang kaya saja.


Sebenarnya Ajeng pun orang kaya cuman ia tidak mau saja jajan di sana karena menurut dia sama saja makanan nya, mereka bertiga pun masuk ke sebuah kantin di sana .


"Mau makan apa?"Tanya Justin.


"Gue sih apa aja yang penting bisa di makan."Jawab Ajeng.


Diandra dan ajeng pun duduk sedang kan Justin langsung memesan makanan, Seketika ajeng lupa dengan pertanyaan untuk diandra tadi , Diandra pun ikut lega karena ajeng tidak membahas nya lagi.


"Di sini enak juga yah tempat nya."Ucap Ajeng.


"Ya kan beda kalau untuk orang yang punya mah."Ucap Diandra.


"Iya sih, tapi belum tentu sih makanya."Ucap Ajeng.


"Eh ngomong-ngomong elu kenapa sih engga mau makan di sini, padahal kan uang saku elu lumayan tuh kalau buat makan di sini mah."Ucap Diandra.


"Ya kan elu tau gue orang nya kaya gimana ,lagi pula kalau gue nongkrong nya di sini pasti dapat temennya munafik semua."Ucap Ajeng.


Diandra hanya manggut-manggut saja ia pun tau alasan Ajeng seperti itu, Diandra pun hanya diam saja tak lama kemudian Justin pun datang ia membawa air minum untuk kedua temannya itu.


"Ini minum nya ."Ucap Justin.


"Loh kenapa kamu yang bawa?"Tanya Diandra.


"Engga apa-apa sekalian aja tadi."Jawab Justin.


Diandra hanya mengangguk kan kepalanya saja,Ajeng dari tadi tidak bisa diam ia terus saja mengoceh tak henti-henti nya, Justin yang melihat ajeng hanya geleng-geleng kepala saja dia itu seperti lucas selalu saja ngoceh.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang pelayanan mengantar kan makanan mereka, Justin sengaja memesan banyak menu biar diandra juga ikut makan.

__ADS_1


"Ko ini banyak banget makanya."Ucap Diandra.


"Engga apa-apa biar kita bisa makan sepuasnya."Ucap Justin.


"Tapi kan aku engga makan."Ucap Diandra.


"Makan aja kali diandra,lagi pula mumpung gratis."Ucap Ajeng.


"Bener tuh apa yang di katakan oleh Ajeng."Ucap Justin.


"Ayolah makan diandra,sayang tau makanan nya."Ucap Ajeng.


"Yasudah."Ucap Diandra.


Mereka bertiga pun makan dengan tenang,ajeng makan begitu lahap karena emang belum makan tapi engga segitunya sih kaya orang kelaparan banget,Ajeng memang dari kalangan seperti Justin juga tapi ia hidup selalu sederhana saja.


...****************...


Sementara Alex masih ada di rumah nya ia baru saja beres dan ia juga sudah rapih dengan pakaian nya,ia pun turun dari kamar nya ia melihat ke arah jam di tangan nya.


"Bibi."Panggil Alex.


"Iya tuan ada apa?"Tanya Bi Tuti.


"Oh ya saya engga melihat dian hari ini ke mana dia."Ucap Alex.


"Oh Dian tadi ada tuan muda,cuman sekarang kaya nya dia sudah berangkat."Ucap Bi Tuti.


"Apa! jam segini udah berangkat baru juga jam berapa."Ucap Alex ia malah emosi.


"Memang tuan muda ada perlu dengan Dian?"Tanya Bi Tuti.


"Tidak bi, kalau gitu aku berangkat dulu ya bi"Ucap Alex.


"Iya tuan muda hati-hati di jalan."Ucap Bi Tuti.


Alex hanya mengangguk kan kepalanya saja ia pu keluar dari kamar nya,mobil pun sudah di panaskan oleh supir pribadi di rumah nya , supir pribadi tersebut memberikan kunci mobil tersebut.


"Tuan muda ini kunci nya."Ucap Supir tersebut.


Alex langsung meraih kunci tersebut ia pun langsung masuk ke dalam mobil nya,Alex menacap kan gas nya ia pun meninggal kan rumah nya.Di sepanjang jalan ia masih kesal dengan diandra, bisa-bisa nya ia berangkat lebih awal dari nya.


Tak lama kemudian ia pun sudah sampai di kampus nya seperti biasa ia selalu saja di kerumuhi oleh mahasiswi yang cantik -cantik, mereka selalu saja mengejar alex ke mana pun karena ia adalah idola kampus.


.


.


.


.


Happy Reading 😊

__ADS_1


Jangan lupa vote like and komen 🙏


__ADS_2