Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Rania


__ADS_3

Rania Atmaja, atau yang akrab di sapa rania itu adalah gadis cantik 21 tahun yang kini tengah melanjutkan pendidikan bisnisnya di jerman. Selain itu kemauan dari dirinya sendiri, Sang bunda sangat mendukung nya untuk melanjutkan studi ke jerman.


Ya, bu Roro adalah seorang pemilik losmen di Bali tempat nya ia tinggal bersama keluarganya.


Suami yang telah meninggal beberapa tahun silam membuat nya harus mengurus losmen keluarga nya itu sendiri, karena kedua putrinya masih ingin melanjutkan pendidikan


Terlahir dari keluarga berkecukupan tak membuat rania hanya mengandalkan orang tua nya. Terlebih hanya sang bunda yang kini bekerja keras untuk dirinya


***


Bu roro menatap para pengunjung hari ini yang tengah menginap di losmen keluarganya. Raut wajah bahagia itu terpancar dari bibir mungil wanita 50 an yang keseharian nya bersanggul itu.


Namun ada rasa sedih bagi roro, karena hari ini putri bungsu nya akan pergi ke jerman untuk melanjutkan pendidikan di sana


Rania yang tengan sibuk menata buku dan baju ke dalam koper dan tas ransel nya itu, setelah selesai dia pun keluar menemui ibunya yang tengah melayani tamu yang ingin menginap di losmen keluarganya

__ADS_1


Bu roro yang melihat anaknya tengah mengangkat tas ransel dan membawa koper itu mendekati dirinya


" nak, kamu yakin ingin berangkat kesana "


" bunda, bukan kah bunda juga senang jika rania melanjutkan pendidikan bisnis ini " jawabnya


" bunda sangat mendukung mu, namun mengapa tidak di sini saja, di indonesia, disana sangatlah jauh rania " ucap bu Roro memalingkan wajahnya menatap taman depan losmen keluarganya itu


" karena rania ingin belajar hal hal baru yang belum ada di sini bunda " cetusnya


Ya, rania itu adalah anak yang bandel bagi bu roro, apabila sudah menjadi keinginan nya tidak ada yang bisa melarangnya


" berarti kamu tega meninggal kan bunda di sini sendiri " ucapnya


Rania yang tak goyah dengan tuturan sang bunda terus membuat cara agar sang bunda mengizinkan dirinya pergi

__ADS_1


" bunda yang tenang, begitu rania wisuda rania akan langsung pulang ke indonesia , lagi pula mbak putri sebentar lagi wisuda dan pasti akan di sini sama bunda " tuturnya panjang lebar


" baiklah, jika itu mau kamu "


***


Bu roro bersama supirnya kita berangkat ke bandara mengantarkan putri bungsu nya pergi ke jerman .


Sang kakak putri yang hari itu tidak bisa ikut mengantarkan rania karena dirinya yang tengah sibuk menggarap skripsi nya untuk wisuda di jakarta. Mereka pun memakluminya


Kini di dalam mobil bu roro terus menatap jalan dari jendela mobil, di biarkan nya kaca itu terbuka lebar agar udaranya masuk begitu saja


Rania yang tengah duduk di sebelah ibunya itu pun tau apa yang kini tengah ada dalam pikiran sang ibu


" bunda, rania berangkat dulu, rania janji akan mempercepat pendidikan rania disini agar bisa bertemu bunda "

__ADS_1


" baiklah, kamu hati hati jangan lupa kabari bunda setelah sampai " ucapnya sambil melepas pelukan anaknya


Bu roro yang masih menatap pesawat yang di tumpangi oleh rania itu kini masih dengan perasaan tidak percaya putri bungsu yang baginya sangat manja itu akan hidup sendiri di sana


__ADS_2