
***
Setelah beberapa hari di jerman menyelesaikan tugas akhirnya, rania akhirnya merampungkan sarjana bisnis
Bersama suaminya kini rania begitu bahagia saat giliran namanya di panggil ke atas panggung membuat semua yang menyaksikan tepuk tangan
Bayu yang sedari tadi telah melakukan video call dengan bu roro dan bu mayang sang mama untuk ikut menyaksikan acara wisuda rania
Bu roro tersenyum pilu. Bangga terhadap rania putri bungsunya itu. Ia menitihkan air mata. Namun segera ia hapus kembali dan menyaksikan rania diwisuda
Usai acara itu mereka berencana pulang ke apartemen rania , muka letih namun bahagia yang dirasakan nya
Ia tak pernah membayangkan di hari nya wisuda telah berbeda status, dirinya yang telah resmi dinikahi Bayu Adi Atmaja itu yang kini telah menjadi suaminya
" kakak,, alhamdulillah aku telah wisuda hari ini. Terimakasih atas apa yang telah kakak korban kan untuk ku. " batin rania melirik sekilas wajah suaminya
" baru sadar ya kalau suami kamu itu ganteng? hemm?" goda bayu melihat rania
" heheee.. ganteng nya bangett mas, sampai sampai kakak dulu pun sampai jatuh hati sama kamu "
" udah jangan di bahas lagi, kita doa kan semoga putri tenang di alamnya, dan kita jalani hidup baru kita " ucap bayu sambil menggenggam tangan istrinya
***
__ADS_1
Bu roro kini tampak lega setelah menyaksikan rania di wisuda ya walaupun hanya melalui video call
Namun tiba tiba dadanya sesak, nafas nya yang kini terengah engah tak teratur membuatnya kini jatuh di lantai tanpa ada yang mengetahuinya
Sampai pukul 4 sore salah satu karyawan nya bingung tidak melihat sosok bu roro, rumah tampak terlihat sepi, karna biasanya bu selalu menghabiskan waktunya di losmen
Akhirnya dia memutuskan untuk melihat bu roro kerumah. Di ketuk nya pintu elegan dengan ukiran yang begitu menarik namun tak ada yang menyahut membuat karyawan wanita itu kian panik
Namun ternyata pintu nya tak terkunci sehingga membuat dirinya segera masuk kedalam.
Belum sampai memanggil, tampak disana sosok wanita paruh baya yang telah jatuh tergeletak di lantai
Membuatnya semakin panik
" bu.. bu bangun bu,, ibu kenapa?" sambil terus menggoyang goyang tubuh bu roro
Sesampainya di sana, bu roro pun langsung di tangani oleh para dokter
" ya Allah selamatkan bu roro " ucap karyawan wanita itu sambil terus menangis
" sudah, kita doa kan saja semoga ibu cepat sadar " ucap karyawan pria
Dokter pun tiba tiba keluar dari ruangan ICU itu dengan wajah susah di artikan
__ADS_1
" apakah anda saudara pasien?"
" iya dok, kami pekerja di tempat pasien bagaimana kondisinya?"
" maaf, pasien telah menghembuskan nafas terakhirnya beberapa menit yang lalu, beliau terkena serangan jantung dan sudah terlambat dibawa kesini " jelasnya membuat 2 orang karyawan itu menangis tak percaya
Di goyangkan kembali tubuh bu roro yang telah di tutupi kain putih
" bu.. bangun bu, ibu kenapa pergi secepat ini " tangis karyawab wanita itu kian pecah
Akhirnya dirinya membawa jenazah bu roro kembali ke rumah dengan duka yang begitu mendalam
" pak somat, kita harus segera memberi tau mbak rania"
" iya... baiklah saya telfon dulu "
Ponsel rania pun berdering telihat nama " pak somat losmen " membuat rania semakin penasaran karena baginya sangat jarang pak somat menelfonnya
" assalamualaikum pak ada apa?"
" waalaikum salam mbak rania, anu mbak..." ucap nya sedikit bingung
" ada apa pak, bicara yang jelas !"
__ADS_1
" bu roro meninggal dunia "
Sontak membuat rania jatuh terduduk, ponselnya yang juga ikut terjatuh membuat bayu semakin khawatir melihat rania