Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Mengetahui yang sebenarnya


__ADS_3

***


Jarak rumah sakit yang tak begitu jauh dari rumahnya itu hanya membutuhkan waktu 15 menit


Tampak disana paramedis dengan cekatan membawa tubuh putri masuk ke dalam ruang UGD


Bu roro hanya bisa menangis panik, seakan tubuhnya lemas mengingat kondisi putri yang semakin mengkhawatirkan


Rania pun menghampiri ibunya, mencoba untuk menenangkannya


" bunda yang tenang, rania tau bunda khawatir, begitu juga dengan rania, kita berdoa semoga kakak baik baik saja " memeluk sang bunda


Namun belum ada 10 menit dokter menangani putri, ruangan itu pun terbuka dan para perawat mengeluarkan putri dari ruangan itu dan dengan cepat memindahkannya keruangan ICU


" Dok,, kenapa anak saya di pindahkan?" tanya bu roro


" iya dokter ada apa dengan kakak saya?" tanya rania panik


Melihat bu roro dan rania membuat bayu juga panik dan sedih, karena bagaimana pun putri adalah istri sah nya walaupun tak sama sekali ia cintai


" pasien saat ini kritis, kanker stadium 3b ini sudah menjalar ke hati nya dan kami akab segera melakukan tindakan oprasi " jawab dokter

__ADS_1


Rania pun seperti tersambar petir mendengar penjelasan dokter itu


" apa? dokter jangan bercanda deh,, bunda dokter ngaco aja kan " tanya putri kepada ibunya yang begitu tak percaya


" benar ran, kakak mu memang mempunyai penyakit kanker stadium 3b " jawab bu roro


Rania pun menangis sambil tertawa, mendengar ucapan ibunya yang menurutnya hanya membohongi dirinya


" tuh kan bunda bohong lagi iya kan mas " sambil melihat bayu namun bayu hanya mengangguk menandakan benar ucapan ibunya


" apa? mengapa bunda nggak bilang sama rania? dia juga kakak ku apa aku tak boleh tau akan hal itu?" ia menangis histeris


Melihat itu bu roro memeluk rania erat , rasa bahagia saat melihat putri yang telah berangsur pulih namun sekarang kesedihan itu kembali lagi melanda dirinya


namun seketika bu roro jatuh pingsan dalam pelukan nya membuat rania semakin panik dan kacau


" bunda.. bunda bangun!" teriak putri sambil terus menggoyang tubuh ibunya


Bayu pun memanggil perawat untuk memeriksa bu roro


" gimana sus?" tanya rania

__ADS_1


" ibu mbak nggak papa, hanya syok saja nanti juga sadar biarkan beliau istirahat dulu " jawab perawat wanita itu


" terimakasih sus "


" ran, ayo ikut aku sebentar " ajak bayu


Mereka pun keluar dari ruangan bu roro supaya tidak menggangu


" jadi ini alasan aku menikahi kakak mu " ucap bayu tiba tiba membuat rania terkejut


" maksudnya ?"


" dulu bu roro meminta aku untuk menikahi kakak mu karena penyakit kakak mu, bu roro tau kalau putri ada rasa sama mas dan meminta untuk menikahinya selama 1 tahun agar membantu kesembuhannya. mas pun binggung harus gimana karena yang aku cintai adalah kamu ran " jelasnya panjang lebar membuat rania tercengang


Rania terdiam sesaat, ia mulai mencerna apa yang barusan ia dengar


" seegois inikah aku sampai aku tak mengetahui ketulusan mas bayu!" batin karin menitihkan air matanya


" maafkan aku mas, aku tidak pernah tau, maafkab atas sikap ku " tangis rania


Bayu mencoba menenangkan rania dalam pelukannya. Seiring nafas rania yang sudah mai teratur, membuat nya lebih lega karena telah menyatakan hal yang sebenarnya harus rania ketahui

__ADS_1


" sudahlah tidak apa ran, aku minta maaf karena telah mengkhianati mu "


" tidak.. itu bukan salah mu"


__ADS_2