Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Ada apa dengan hatiku?


__ADS_3

***


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya bu mayang dan bayu datang dan menghampiri bu roro yang tengah duduk di sebelah putri


" assalamualaikum bu roro , maaf ya saya sedikit terlambat " ucapnya


" waalaikum salam.. nggak papa bu, mari silahkan duduk" jawab bu roro


" mana anak bu roro yang akan wisuda?" tanya bu mayang


" ini bu, namanya putri " memperkenalkan putri


" halo bu saya putri, terimakasih telah datang di acara wisuda saya " ucapnya


" wahh.. cantik seperti ibunya " jawab bu mayang


Putri pun hanya tersenyum malu malu begitu pun dengan bu roro


" ibu bisa aja, loh.. nak bayu dimana? apa tidak ikut?" tanya nya


" dia ikut, cuma tadi di parkiran masih menunggu temannya bilang nya bu "


" oh yasudah bu.. saya kira nggak ikut "


***


Di parkiran kampus


Bayu yang kini masih menunggu kedatangan radit itu, menunggu di dalam mobil


Setelah beberapa menit akhirnya radit pun sampai. Bayu pun segera turun dari mobil dan menghampiri radit

__ADS_1


" lama bener,, lo jalan kaki apa gimana?" tanya bayu kesal


" sorry bro,, jalanan macet tadi kayak nggak tau jakarta aja " ucapnya


" ayo masuk,, ntar kena omelan mama lagi "


" ayo "


Mereka pun masuk ke dalam gedung kampus itu, dilihat nya sang mama yang duduk di sebelah mana


" ehh.. bayu mama disini " teriak kecil bu mayang yang melihat bayu dengan temannya


" mama, bu roro maaf saya terlambat " ucap bayu


" nggak papa nak, loh yang satu ini siapa?" tanya bu roro


" perkenal kan saya radit, teman bayu bu " ucap radit ramah


Putri yang melihat bayu itu begitu takjub, wajahnya yang tampan, kulitnya yang putih bersih, rambut yang tertata rapi dan menggunakan kemeja panjang yang sedikit di lipat itu menambah ketampanan sosok Bayu Adi Atmaja


Namun berbeda dengan bayu yang tampak biasa saja ketika melihat putri, mau bagaimana pun, putri memang tak secantik rania, gadia yang ia cintai


" hali saya putri , terimakasih telah datang di acara wisuda saya " ucapnya sambil menyalami bayu dan radit


" iya, santai aja kami juga senang kok bisa hadir di sini " ucap radit dengan cengengesan


Beda dengan bayu yang hanya membalas dengan senyuman nya


" nak bayu, dan nak radit silahkan duduk " ucap bu roro


Tiba tiba ponsel miliknya berbunyi

__ADS_1


" maaf semuanya saya angkat telfon dulu " pamit nya segera menjauh dari keramaian


" halo rania,, mas kangen kamu sehat kan " ucap bayu dengan antusias


" sehat mas, mas apa kabar?"


" mas, baik "


" mas lagi dimana kok suaranya rame gitu " ucap rania


" ini ibu mu mengundang mas sama mama mas untuk datang ke acara wisuda kakak mu " jelasnya


" owh.. ya sudah lanjutin mas " ucapnya seperti orang cemburu


" loh.. kamu kenapa sayang ? cemburu sama mas?" goda bayu


" enggak lah.. ngapain cemburu, dia kan kakak ku "


" iya dan aku pun hanya menjaga hati ini buat orang yang aku tunggu " jawab nya membuat rania terharu


" terimakasih mas"


" iya , yasudah mas matikan dulu ya nggak enak sama ibumu " ucapnya


" iya mas, assalamualaikum " ucap rania


" waalaikum salam " jawab bayu sambil mematikan telepon


Rania kini masih memandangi liontin pemberian bayu itu , ada rasa cemburu saat bayu bilang hadir di acara wisuda sang kakak


" ah.. apa apaan aku ini? kan cuma menghadiri acara , tapi kenapa hati ku sakit seperti ini " batinnya

__ADS_1


__ADS_2