
***
Perlahan rania mendekati ibunya. Mendekat, dan memeluk nya dari belakang. Aroma parfum melati yang di gunakan sang bunda sejak dulu tak pernah berubah bagi rania, ia tetap saja bisa membawa kedamaian baginya
" bunda.."
" hemm "
" bunda kenapa kesini nggak ngajak rania?" tanya nya
"Bu roro pun segera membalikkan badan dan menatap wajah anak nya
" ada apa?" tanya nya
" bunda mau nggak ikut rania ke jerman?" ucapnya
" maksud kamu ran?"
" tadi rania dapet telfon dari kampus untuk menyelesaikan tugas akhir rania bun, jadi minggu ini rania akan berangkat, bunda ikut rania ya " jelasnya
" bayu ikut?"
" iya mas bayu ikut bun, kerjaannya akan di handle sementara kepada asisten pribadinya " ucap nya
Bu roro terdiam, ia tak bisa langsung memutuskan belum juga duka nya hilang dan rania mau kembali ke jerman membuatnya semakin sedih
__ADS_1
Mendadak bayang bayang dalam benaknya buyar. Sebuah tepukan kecil mendarat di bahunya
" bunda..."
" bunda ikut rania ya!"
" bunda tidak akan pergi kemana mana, bunda akan tetap disini. jadi kamu berangkat lah dengan suamimu ran " ucapnya tegas
" tapi bunda, cuma satu minggu disana hingga rania wisuda dan kita akan segera kembali lagi kesini "
" losmen butuh bunda ran, waktu wisuda kakak mu bunda telah meninggalkan nya cukup lama, jadi kamu pergi dengan suamimu saja " jelasnya
Rania pun tak bisa membantah perkataan yang sudah keluar dari bibir sang bunda
Karena ucapannya sangat membuat anak anak nya tak bisa berbuat lebih membuat rania hanya bisa tertunduk diam dan hanya bisa menurut ucapan sang bunda
Ingin rasanya ia tetap disini bersama sang bunda, namun ia juga harus mengejar sarjana nya disana
Ia sangat tau jika bundanya belum mengizinkan untuk pergi, ditambah baru beberapa minggu setelah kematian putri. kakaknya
***
Tepat hari ini adalah keberangkatan rania dan bayu ke jerman. Bu roro pun masih tetap dengan ucapannya yang lebih memilih untuk tidak ikut ke jerman
Koper yang telah berisi beberapa baju itu telah di bawa rania dan bayu. Bu roro pun hanya menghela nafas panjang.
__ADS_1
Ia telah membayangkan satu minggu tanpa nya. Terbayang betapa sepinya dia nanti selama satu minggu kedepan
Rania butuh beberapa detik untuk akhirnya bertanya kembali kepada sang bunda
" apakah bunda yakin?" tanya nya kembali memastikan
" iya, apa kamu lupa jika bunda harus mengurusi losmen disini " ucapannya dengan nada yang cuek
Bayu dan rania pun hanya saling berpandangan, mendengar ucapab sang bunda yang menurut mereka sedikit tidak rela jika mereka pergi
" pergilah .. bunda tak apa disini. dan cepat selesaikan tugasmu dan wisuda " ucapnya membuyarkan bayu dan rania
Bu roro pun memutuskan untuk tidak ikut berangkat kebandara mengantarkan rania dan bayu , dia telah meminta supir pribadinya untuk mengantarkan
" hati hati lah.. bunda tidak bisa ikut mengantar kalian ke bandara, pak joko akan mengantarkan kalian kesana "
Bu roro sadar bahwa bahwa rania itu tau apa maksudnya, namun dia enggan untuk berkata
" baik lah kami berangkat bun " sambil menciumi pipi sang bunda
" hemm .. bayu kamu jaga rania baik baik disana "
" iya bu. " sambil menyalami ibu mertuanya
Di sepanjang jalan menuju kamarnya bu roro meneteskan air mata. Saat setelah kepergian rania dan bayu
__ADS_1
Perasaan sedih yang belum terobati kini melanda dirinya kembali setelah kepergian si bungsu ke jerman