
***
Putri yang kini berhenti di salah satu klinik yang tak jauh dari rumah nya. Gina yang mengikuti dari jauh itu pun tampak sangat kaget mengapa sahabatnya itu berhenti di klinik
" putri berhenti di klinik, apa dia sakit?" pikirnya sambil terus melihat sosok putri dari jauh
Putri yang saat ini telah memasuki ruangan dokter yang kemarin telah memeriksanya itu
Dengan cepat pula gina terus mengikuti dari jauh hingga dia berhenti di salah satu ruang periksa dokter, saat melihat putri masuk ke dalam ruangan itu
" semoga saja kedengeran deh " batinnya sambil terus menempelkan telinga ke pintu
***
" selamat siang dokter" ucapnya
" siang, silahkan duduk mbak" sambil mempersilahkan untuk duduk
" baiklah mbak, hari ini hasil ronsen mbak yang kemarin sudah keluar, tunggu sebentar saya ambilkan dulu " mengambil amplop putih yang panjang itu dan menyerahkan kepada putri
Putri yang sangat gugup menerima amplop itu, dengan pelan pelan, putri membuka amplop itu, dan....
Jederrrr... seperti di sambar petir, putri kini terduduk lemas setelah melihat isi surat itu, ya.. dirinya menderita kanker stadium 3b.
__ADS_1
" dokter apa ini benar?" tanya nya kembali
" benar mbak, anda menderita kanker dan sekarang telah memasuki stadium 3b, saat ini anda akan terus mimisan saat pagi hari. Ini sebenarnya telah lama, cuma anda tidak terlalu memperhatikannya. Dan lama kelamaan gejalanya akan semakin banyak seperti rambut rontok dan kepala pusing " jelasnya
" apa saya bisa sembuh dok?"
" kita berdoa dan terus berusaha mbak. Saya sarankan untuk segera kemoterapi untuk mengurangi rasa sakit nya " jelasnya
Kini gina yang masih di balik pintu mendengar semua pembicaraan putri dengan dokter. Dirinya begitu kaget mendengar semua itu. Akhirnya gina memutuskan untuk kembaki kerumah agar putri tidak mengetahuinya.Dia berencana akan bertanya saat bertemu di kampus
Kini putri bingung, entah harus berbuat apa. Dirinya kini tengah berjalan menuju rumah nya itu terus menitikkan air mata nya
" Ya Allah,, bagaimana aku memberi tau bunda, pasti dia sangat khawatir saat ini, aku harus menyembunyikan ini dulu hingga waktu nya tepat " batinnya sambil terus berjalan
***
tring.. tring...
suara hp rania berdering pesan whatsapp masuk
" assalamualaikum rania . lagi ngapain?" tulisnya
" waalaikum salam mas bayu, ini lagi santai sama bunda " balasnya
__ADS_1
" loh.. bukannya kamu masih di jerman?" tanya nya lagi
" iya mas, rania ada libur 1 bulan jadi pulang ke indonesia, soalnya kangen bunda "
" wahh.. apa boleh kita bertemu?" tulisnya membuat rania tercengang kaget
" emm.. insyaallah mas "
Setelah itu bayi sudah tak membalas pesan rania lagi. Ntah karena sibuk mungkin. Bu roro yang sedang mengamati rania sibuk dengan hp nya itu langsung bertanya
" ada apa nak?"
" nggak papa bun, sambil tersenyum cengengesan "
" kamu ini,,sukanya buat bunda penasaran " sambil mencubit hidung rania
Setelah asyik dengan sang bunda tiba tiba rania teringat dengan sang kakak
" oh iya bun, kak putri kapan wisuda?" tanya nya sambil mengambil camilan di sebelahnya
" bunda juga belum tau, cuma beberapa minggu kemaren telfon bunda katanya sebentar lagi " cetus bu roro
" aku berharap semoga kak putri wisuda aku masih di sini " sambil menatap langit sore nan cantik itu
__ADS_1