Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Kabar Mendadak


__ADS_3

***


Setelah percakapan nya dengan putri, rania pun mengahampiri sang bunda yang tengah menyirap bunga di depan rumah nya


" bunda " panggilnya


" kenapa ran?"


" duduk dulu bun" ucapnya


Bu roro pun menyudahi menyirap bunga nya dan ikut duduk di sebelah rania


" ada apa " tanya nya


" tadi kak putri telfon rania, katanya minggu besok wisuda bun "


" wah.. yang bener?"


" iya bener bun, tadi bilang nya gitu, suruh nyampaikan ke bunda "


" alhamdulillah, akhirnya kakak mu wisuda juga " ucapnya lega


" iya bun alhamdulillah, dan aku masih 2 tahun lagi huh.." ucapnya lesu mengingat dirinya masih 2 tahun lagi kuliah


" kamu juga harus semangat ran, bunda doa kan semoga kamu segera selesai kuliah nya " ucapnya sambil menepuk bahu rania


" aaminn bun"


Tak lama setelah itu ponsel rania berdering, terlihat nama " dosen " dan rania pun segera menjawab nya


Beberapa menit saat dirinya menerima telfon dari sang dosen, raut wajah rania seketika berubah menjadi murung


Bu roro yang melihat rania segera bertanya


" kamu kenapa kok muka nya kayak lesu gitu "


" lusa rania kembali ke jerman bun " ucapnya sambil berkaca kaca

__ADS_1


" loh.. kenapa begitu mendadak? bukankah liburmu masih panjang?" tanya bu roro yang tak kalah kaget


" iya bun, kampus ada acara dan liburnya di cukupkan semua mahasiswa diharuskan masuk kembali "


" ya sudah nggak papa, namanya juga anak kuliahan pasti gitu "


" tapi rania nggak jadi ikut ke acara wisuda kak putri dong "


" ya terus mau bagaimana?"


"huhh "


" yasudah bun, rania masuk dulu " ucapnya dengan nada lemas


" iya .. " jawabnya


***


Rania pun mengambil ponselnya dan dengan segera memesan tiket pesawat dengan online.


" rania " ucapnya lirih mengambil ponselnya


"halo dek, ada apa "


" kak, maafin rania nggak bisa ikut ke acara wisuda kakak " ucapnya sambil menangis


" loh.. kenapa dek?"


" lusa rania harus kembali ke jerman kak, kampus ada acara dan liburnya di persingkat "


" owh,, kita nggak jadi ketemu dong "


" iya kak, maafin rania ya "


" iya udah, nggak usah nangis, lain kali kita bisa ketemu dek, kamu semangat belajarnya dan cepet wisuda "


" iya kak, yasudah rania matiin ya "

__ADS_1


" iya dek, kamu hati hati ya disana "


Telepon terputus. kini rania yang mulai menata beberapa baju ke dalam kopernya itu, mengingat lusa ia akan berangkat ke jerman


Rania pun menelfon bayu


" assalamualaikum mas, lagi dimana?"


" waalaikum salam, ini lagi di kantor. Ada apa ran?"


" rania cuma mau ngabari mas bayu kalau lusa rania kembali ke jerman "


" yang bener ran?"


" iya mas "


" secepat itu kamu ninggalin mas, bahkan kita belum bertemu kembali?"


" ada acara mendadak di kampus mas jadi rania kembali kesana "


" baiklah, besok mas akan terbang ke bali "


" apa? nggak usah mas, kasiab mas jauh jauh kesini "


" pokoknya tunggu mas besok ran "


" baik mas "


Bayu merasa sedih saat mendapat kabar dari rania. Wanita yang dia cintai akan kembali ke jerman , membuat nya semakin ingin menemui nya sebelum rania terbang ke jerman


" dit, besok kamu urus kantor dulu, aku ada urusan " ucapnya sambil berjalan meninggalkan radit


" mau kemana bay?"


" ada urusan mendadak, jadi semua ku percayakan padamu


Bayu pun bergegas pergi memesan tiket pesawat untuk terbang ke bali besok pagi

__ADS_1


__ADS_2