
***
Setelah percakapan nya dengan putri, rania pun mengahampiri sang bunda yang tengah menyirap bunga di depan rumah nya
" bunda " panggilnya
" kenapa ran?"
" duduk dulu bun" ucapnya
Bu roro pun menyudahi menyirap bunga nya dan ikut duduk di sebelah rania
" ada apa " tanya nya
" tadi kak putri telfon rania, katanya minggu besok wisuda bun "
" wah.. yang bener?"
" iya bener bun, tadi bilang nya gitu, suruh nyampaikan ke bunda "
" alhamdulillah, akhirnya kakak mu wisuda juga " ucapnya lega
" iya bun alhamdulillah, dan aku masih 2 tahun lagi huh.." ucapnya lesu mengingat dirinya masih 2 tahun lagi kuliah
" kamu juga harus semangat ran, bunda doa kan semoga kamu segera selesai kuliah nya " ucapnya sambil menepuk bahu rania
" aaminn bun"
Tak lama setelah itu ponsel rania berdering, terlihat nama " dosen " dan rania pun segera menjawab nya
Beberapa menit saat dirinya menerima telfon dari sang dosen, raut wajah rania seketika berubah menjadi murung
Bu roro yang melihat rania segera bertanya
" kamu kenapa kok muka nya kayak lesu gitu "
" lusa rania kembali ke jerman bun " ucapnya sambil berkaca kaca
__ADS_1
" loh.. kenapa begitu mendadak? bukankah liburmu masih panjang?" tanya bu roro yang tak kalah kaget
" iya bun, kampus ada acara dan liburnya di cukupkan semua mahasiswa diharuskan masuk kembali "
" ya sudah nggak papa, namanya juga anak kuliahan pasti gitu "
" tapi rania nggak jadi ikut ke acara wisuda kak putri dong "
" ya terus mau bagaimana?"
"huhh "
" yasudah bun, rania masuk dulu " ucapnya dengan nada lemas
" iya .. " jawabnya
***
Rania pun mengambil ponselnya dan dengan segera memesan tiket pesawat dengan online.
" rania " ucapnya lirih mengambil ponselnya
"halo dek, ada apa "
" kak, maafin rania nggak bisa ikut ke acara wisuda kakak " ucapnya sambil menangis
" loh.. kenapa dek?"
" lusa rania harus kembali ke jerman kak, kampus ada acara dan liburnya di persingkat "
" owh,, kita nggak jadi ketemu dong "
" iya kak, maafin rania ya "
" iya udah, nggak usah nangis, lain kali kita bisa ketemu dek, kamu semangat belajarnya dan cepet wisuda "
" iya kak, yasudah rania matiin ya "
__ADS_1
" iya dek, kamu hati hati ya disana "
Telepon terputus. kini rania yang mulai menata beberapa baju ke dalam kopernya itu, mengingat lusa ia akan berangkat ke jerman
Rania pun menelfon bayu
" assalamualaikum mas, lagi dimana?"
" waalaikum salam, ini lagi di kantor. Ada apa ran?"
" rania cuma mau ngabari mas bayu kalau lusa rania kembali ke jerman "
" yang bener ran?"
" iya mas "
" secepat itu kamu ninggalin mas, bahkan kita belum bertemu kembali?"
" ada acara mendadak di kampus mas jadi rania kembali kesana "
" baiklah, besok mas akan terbang ke bali "
" apa? nggak usah mas, kasiab mas jauh jauh kesini "
" pokoknya tunggu mas besok ran "
" baik mas "
Bayu merasa sedih saat mendapat kabar dari rania. Wanita yang dia cintai akan kembali ke jerman , membuat nya semakin ingin menemui nya sebelum rania terbang ke jerman
" dit, besok kamu urus kantor dulu, aku ada urusan " ucapnya sambil berjalan meninggalkan radit
" mau kemana bay?"
" ada urusan mendadak, jadi semua ku percayakan padamu
Bayu pun bergegas pergi memesan tiket pesawat untuk terbang ke bali besok pagi
__ADS_1