Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Kepulangan rania


__ADS_3

***


Di lain tempat, bayu yang kini sedang di pantai tepat, belakang losmen milik bu roro itu tengah menikmati indahnya pemandangan di pantai itu


Banyaknya pasir putih yang tersebar luas disana, suara gemuruh air laut yang menambah rindu sosok wanita pujaannya


" aku merindukanmu rania " ucapnya sambil memejamkan matanya sembari mengingat kenangan nya bersama rania di pantai itu


Hari pun semakin senja.. matahari kini yang kian tenggelam menambah indah pemandangan sunset di kota bali saat itu


Namun bayu tak lekas meninggalkan tempat itu, dirinya ingin lebih lama menikmati pemandangan indah itu


***


Di kamar, putri nampak sedang melipat baju miliknya, tanpa sadar darah kembali keluar dari hidung nya namun dengan segera ia pergi ke kamar mandi dan membersihkan nya


" ya Allah,, kenapa aku begini lagi " ucapnya


Putri memang sengaja menyembunyikan dari bu roro , dirinya tidak mau membuat sang bunda semakin khawatir dengan kondisinya


Dia pun kembali ke kamar dan menyisir rambutnya, namun semua seperti dugaannya, rambutnya rontok dengan sangat banyak membuat putri meneteskan air mata


" aku telah siap akan apa yang menjadi takdirku, tapi izinkan aku untuk bisa menjadi istri yang berguna untuk suamiku " ucapnya


***

__ADS_1


Malam itu pun telah berganti pagi, dan hari ini adalah kepulangan rania ke indonesia , bu roro yang telah bangun pagi pagi itu segera memasak makanan kesukaan sang putri rania


Putri yang telah bangun itu pun segera menuju dapur, melihat sang bunda telah disana 0putri langsung menghampiri nya


" pagi bunda " ucapnya


" pagi sayang.. kok udah bangun? "


" iya bun,, nggak enak tidur terus kayak orang sakit aja " jawabnya


" kamu harus banyak istirahat nak, badan kamu belum sepenuhnya membaik, cepat kembali ke kamar saja biar bunda yang masak " jelas bu roro yang begitu khawatir dengan kesehatan putri


" bunda kok masak nya banyak banget hari ini?" tanya putri kaget melihat makanan yang telah tersaji di meja makan "


" iya.. adikmu hari ini pulang jadi ibu masakin makanan kesukaan nya "


" iya kemarin rania telfon bunda katanya hari ini dia pulang " jawabnya


" wahh.. aku begitu kangen sama adikku yang sangat cerewet itu " ucapnya lirih


" yasudah .. aku bantuin bunda ya "


" nggak usah put.. kamu kembali aja ke kamar "


" bunda.. aku udah nggak papa, nih liat udah nggak pucet lagi kan?" sambil menghadapkan wajahnya ke bu roro

__ADS_1


" tapi janji jangan capek capek ya put "


" iya bunda sayang "


Akhirnya putri pun membantu bu roro memasak


Bayu yang kini bosan karena tak ada kegiatan disana, dan hanya bekerja dari bali akhirnya memilih menelfon radit, sahabatnya


" halo dit lo dimana?" tanya nya


" ya jelas di kantor lah bro, gimana sih! lo kapan balik ke jakarta?" ucapnya


" belum tau nih.. gue bosen juga disini nggak ada kerjaan?"


" yaelah.. lo sih nikah nya cepet, sampe gue yang sahabat lo sendiri nggak di undang " jawabnya kesal


" mending diam deh lo dit,, nggak bakal tau urusan gue " jawabnya kesal karena memang saat di menikah dengan putri tak ada yang dia undang karena memang hanya menikah diam diam di rumah sakit


" ya ampun santuy dong.. oiya jangan lupa pulang oleh oleh buat gue "


" emang lo anak kecil minta oleh oleh gituan?"


" hehe.. cewek maksudnya bro.. kayak nggak paham aja lo " goda radit


" cari aja sendiri.. gue titip kantor ya selama gue disini lo urusin dulu, mungkin beberapa hari lagi gue balik ke jakarta " jawabnya

__ADS_1


" iya aman bro "


__ADS_2