Antara Rasa Dan Restu

Antara Rasa Dan Restu
Permintaan Terakhir Putri


__ADS_3

***


Saat bayu sedang memeluk rania untuk menenangkan nya tiba tiba bu roro keluar dari kamar rawat nya membuat bayu dan rania terkejut


" kalian apa apaan?" teriak bu roro melihat mereka berpelukan


" bunda sudah sadar, gimana kondisi bunda?" tanya rania ragu


" rania jelaskan sama bunda kenapa kamu pelukan dengan bayu kakak iparmu?" tanya bu roro


" emm.. mas bayu itu kekasih rania bun " ucapnya lirih namun masih terdengar oleh bu roro


" apa? kalian pacaran? bagaimana bisa" tanya nya tak kalah kaget


Bayi yang melihat rania bingung harus menjawab apa dengan cepat ia pun menjelaskan nya


" maac bu.. jadi begini, sebelum saya sama putri menikah saya telah lebih dulu pacaran dengan rania. Dulu saya mau menolak namun takdir tidak bisa di hindarkan, saya mencintai anak ibu rania bukan putri" jawab nya tanpa ragu


" jadi.. kalian telah lama pacaran?"


" iya bu,, maaf. dulu saya sudah mau melamar rania namun keadaan begitu cepat hingga ibu meminta saya untuk menikahi putri " jawabnya membuat bu roro bergidik tak percaya


" rania.. pokok nya kamu tidak boleh berhubungan lagi sama bayu dia itu sekarang kakak ipar kamu, jadi bunda harap kamu bisa menjaga sikap kamu terlebih kakak kamu sekarang sedang sakit " jelasnya tegas


" rania *** bun,, tapi rasa cinta itu tidak bisa begitu mudah dihilangkan begitu saja "


" kalau kamu masih mau mendengar kata bunda, maka turuti apa kata bunda ran"

__ADS_1


Pembicaraan mereka terhenti saat dokter dan para tenaga medis lainnya keluar dari ruangan oprasi putri


" keluarga pasien!"


" iya saya ibunya dok, bagaimana kondisi anak saya?"


" oprasi berjalan dengan lancar, namun pasien belum sadar, silahkan kalau mau bertemu dengan pasien boleh tapi hanya 2 orang " jelasnya


" baik dok " jawab bu roro


" nak bayu ayo ikut ibu masuk , kamu kan suaminya " ajak bu roro seketika hati rania tertusuk jarum mendengar ucapan ibunya


Bayu pun melirik rania dan rania menggangguk tanda mengiyakan bayu untuk menemui sang kakak


Bu roro dan bayu kini masuk kedalam ruangan putri dan meninggalkan rania yang terduduk lemas itu


***


Di dalam ruangan ICU


Tampak putri yang terbaring disana, berbagai alat medis terpasang di seluruh tubuhnya.


Bu roro pun duduk di samping putri , bayu lebih memilih berdiri di sebelahnya


Namun tiba tiba putri sadar dan menitihkan air matanya


" putri sayang kamu sudah sadar?" ucap bu roro

__ADS_1


" ini bunda, disini juga ada suami kamu " sambil menoleh bayu yang hanya mengangguk


" kamu mau apa nak?" tanya nya lagi


Lalu putri mulai bicara dengan lirih


" panggilkan ran.. nia kesini bun " ucapnya terbata bata


Akhirnya bu roro pun meminta bayu untuk memanggilkan rania


Setelah rania masuk, ia langsung memekuk kakak nya itu


" kakak .. kakak harus cepet sembuh ya, rania sayang kak putri " ucapnya sambil terus menangis


" dek.. maafin kakak ya " ucapnya lirih


" kakak nggak salah.. maafin rania kak "


" bunda.. putri pengen mas bayu nikah sama rania dan ceraikan aku sekarang juga " ucapannya membuat semua orang melonggo, saling berpandangan tak percaya


" kamu ngomong apa sih nak ngaco aja "


" mas.. kamu mau kan nurutin permintaan ku?" ucapnya sambil memegang tangan bayu


" tidak boleh, bayu itu suami kamu put, kamu jangan ngawur gitu "


" putri mohon bun, ini permintaan terakhir putri "

__ADS_1


__ADS_2