
***
Hari ini adalah pemakaman putri, seakan tak tak percaya, hanya seperti mimpi melihat jenazah putri saat dimandikan dan di sholatkan
Bu roro tampak teeduduk lemas dengan pandangan yang kosong, ia begitu meratapi kepergian putri
Rania pun tak kalah sedih nya, namun ia mencoba tegar dan ikut memandikan jenazah putri, kakaknya
" kakak, kamu sekarang sudah tidak sakit lagi, maafkan aku kak. Semoga kakak tenang di alam sana, aku selalu meeindukan mu kak " batin rania dalam hati
Semua pelayat pun banyak yang ikut mengantarkan jenazah putri ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Bu roro pun tak ikut pergi karena lebih dulu jatuh pingsan
Acara pemakaman itu pun telah usai setelah di tutup dengan doa dari ustadz yang memimpin
Banyaknya pelayat yang sudah meninggalkan makam, namun disana tampak rania yang masih setia duduk di pusara sang kakak sembari terus menaburkan bunga
" putri, semoga kamu tenang di alam sana, aku akan terus menjaga apa yang pernah kamu minta padaku, menjadi suami rania adik mu " batinnya
" sayang, ayo kita pulang, kasihan bunda di rumah sendiri " ucap bayu sambil menarik tangan istrinya
***
__ADS_1
Hari hari telah berlalu. Kepergian putri membawa duka yang begitu mendalam bagi bu roro dan rania.
Namun bu roro seperti masih belum bisa menerima pernikahan bayu dengan rania yang begitu mendadak
Bukannya tidak suka, namun sebenarnya bu roro masih menginginkan bayu menjadi suami putri, kakak rania
Pagi itu rania mendapat kan panggilan dari pihak kampus, untuk menyelesaikan tugas akhirnya
Ia pun berencana untuk kembali ke jerman minggu ini, namun dirinya binggung apakah akan meninggalkan ibunya sendirian?
" mas.. lagi sibuk ya?" melihat bayu yang masih setia dengan laptopnya
" sayang , sini duduk. nggak sibuk kok ada apa?" sambil menghadapkan tubuh rania menatap nya
" apakah secepat itu sayang? "
" iya mas agar aku juga cepat wisuda " jawabnya
" aku akan ikut ke jerman, ibu kalau mau ikut juga tak masalah " jawabnya santai
" bukankah mas kerja?"
" iya mas tetep kerja, tapi lewat online saja, semua biar radit dulu yang handle, mas akan ikut kamu pergi. lagipula tidak lama kan?"
__ADS_1
" iya mas tidak lama, palingan satu minggu "
" iya " jawabnya singkat sambil terus menatap laptopnya
" mas yakin mau ikut dan ninggalin kerajaan mas disini?" tanya nya rania yang masih ragu dengan ucapan suaminya
" iya mas yakin, lagi pula kamu sekarang sudah tidak lajang lagi sayang. kamu sudah menikah, ya kali mas biarin kamu pergi kesana sendirian?" ucap nya yang cemberut
Bayu kesal dengan pertanyaan dari rania. Ditambah sekarang dia sudah menjadi suaminya , nggak bakalan dia mengizinkan satu hari rania pergi tanpa dirinya
" iya sayang gitu aja kok cemberut,, yasudah aku tanya bunda dulu mas "
" oke sayang " sambil mengecup kening istrinya
Saat mencari keberadaan sang bunda yang tak kunjung bertemu akhirnya rania memutuskan untuk mencarinya ke losmen
" mba rania cari siapa?" ucap salah satu karyawan wanita
" mba tau bunda? apa tadi beliau kesini?" tanya nya
" ohh ibu to.. ada mba tadi kesini melihat lihat, tapi pamit pergi katanya ke pantai belakang losmen mba "
" baiklah, terimakasih mba,, silahkan lanjut kerjanya ya " beranjak pergi dan melangkah ke pantai yang hanya di belakang losmen
__ADS_1
Terlihat disana sosok wanita paruh baya yang bersanggul kecil, tanpa make up, rania tau sang bunda yang sebenarnya belum bisa menerima kepergian putri dan pernikahannya dengan bayu