
***
Putri yang kini masih di kampus sedang menyelesaikan tugas akhirnya tampak begitu pucat wajah nya, entah karena terlalu memporsir kan waktu untuk mengejar tugas akhir
" put, kita makan dulu yuk, udah hampir sorean lo" ajak gina teman kampus putri
" sebentar lagi ya gin, tugas gue tinggal dikit nanggung " ucapnya sambil terus memandang laptop di depan nya
" tinggal bentar dulu put, kamu dari tadi juga belum makan, muka lo juga udah pucet gitu " melihat wajah putri yang terlihat pucat dan keringat yang begitu banyak
Tak lama setelah itu gina yang masih setia menunggu dengan memainkan hp nya, tiba tiba terdengar kursi yang jatuh
Ya... Putri yang tiba tiba pingsan terjatuh dari kursi nya. Gina yang melihat itu sangat panik karena di kampus terlihat sudah sepi.
Akhirnya gina memesan taxi online untuk menjemput nya ke kampus. Gina di bantu supir taxi itu membawa putri ke rumah sakit.
***
Sesampainya di rumah sakit putri pun langsung di bawa ke ruang periksa. Gina yang terlihat mondar mandir diruang tunggu itu tampak khawatir terhadap kondisi sahabatnya
Dokter pun keluar dan menemui gina.
" maaf apa anda keluarga pasien?" tanya dokter itu pada gina
" saya teman dari pasien dok, bagaimana keadaannya?" tanya nya khawatir
__ADS_1
" pasien saat ini belum sadar, ini mungkin karna terlalu kecapekan dan lupa makan sehingga daya tahan tubuhnya sangat lemah" jelasnya
" baik dok terimakasih "
Gina pun bergegas menemui sahabatnya yang masih terbaring lemas di koridor rumah sakit itu, matanya masih terpejam
" put, sadarlah. Aku bingung harus apa?" sambil terus menggenggam tangan putri
Tak lama setelah itu putri perlahan lahan membuka matanya, dilihatnya gina yang tengan menunggu nya disana
" gin, aky dimana?" tanya nya lemas
" put kamu tadi pingsan di kampus. Kata dokter kamu terlalu kecapekan dan lupa makan jadi kamu pingsan " jelasnya
" tidak.. tidak perlu gin, aku nggak mau bunda tau nanti dia akan terus kepikiran" tolak nya cepat
" tapi kamu harus janji sama aku harus segera sembuh ya?"
" iya aku akan baik baik saja gin "
Gina pun memeluk erat sahabatnya itu
***
Tak terasa sudah 2 tahun rania di jerman, hari harinya selalu di sibukkan dengan kuliah dan kuliah.
__ADS_1
Karena memang, di sana mahasiswa di tuntun lebih aktif dan sebisa mungkin memanfaat kan waktunya
" udah 2 tahun aja disini. Hemmm.. jadi rindu bali " pikirnya
***
Di lain tempat, bayu yang kini tengah sibuk dengan berkas berkas penting di meja nya itu segera menyelesaikan pekerjaan nya
Terbersit di pikirannya itu wajah rania. Wanita yang ia kagumi saat di bali. Dirinya yang memang belum pernah bertemu langsung dengan rania itu sangat penasaran dan berharap bisa bertemu dengan sosok wanita dalam foto saat dia lihat di bali
" jadi inget wanita itu, gimana caranya dapetin nomernya ya?" pikirnya dalam hati
" apa coba aku cek sosmed nya ya?" pikirnya lagi. Kalau aku tanya sama ibunya kan ga mungkin " tambah nya lagi
Akhirnya bayu pun mulai mengecek semua sosial media, dari facebook, instagram, twitter dan lainnya.
Dan saat dirinya membuka istagram , ia ketik nama rania. Lalu muncul nama Rania Wijaya, ia pun penasaran dan membuka nya, karena profil nya bukan lah dirinya. Melainkan foto wanita yang masih kecil
" apa ini ya?" tanya nya
" nah, akhirnya aku nemu juga " sambil tersenyum
" owwh .. jadi dia adalah rania,, rania wijaya. Apa itu nama ayah nya ya?" tambah nya
Tak sampai di situ, bayu pun mulai mengirimkan pesan singkat kepada rania melalui instagram
__ADS_1